Categories
Internet Marketing Search Engine Optimization Tips Ngeblog Trafik Blog

Meningkatkan Traffic Blog dengan Google Analytics

Data Organic Traffic

Mari kita lihat kembali data traffic dari laporan bulanan Agustus

Dari data traffic bulan Agustus di atas, bisa dikatakan bahwa notordinaryblogger sangat bergantung pada mesin pencari Google. Hal ini menjadi wajar mengingat saya tidak mengembangkan rencana untuk membangun sebuah daftar email (email lists) untuk pelanggan informasi di notordinaryblogger.

Sepertinya memang saya akan tetap bertahan seperti itu karena terkendala oleh konsep blog ini sendiri yaitu blog dua bahasa. Pelanggan informasi notordinaryblogger tentu tidak nyaman mendapatkan update informasi dalam bahasa yang tidak begitu ia pahami.

Pada akhirnya, mau tidak mau saya harus lebih memantapkan keahlian dalam menciptakan artikel yang ramah dalam hal SEO untuk meningkatkan traffic blog setiap bulannya.

Data traffic referral

Seperti sudah saya bahas sedikit sebelumnya bahwa pengunjungblog.com memiliki kontribusi berarti dalam menambah jumlah pengunjung ke notordinaryblogger.com. Jika Anda melihat tabel di atas, pengunjungblog.com menempati nomor 3 sebagai penghasil traffic untuk notordinaryblogger.com.

Kebetulan saya kenal dengan pemilik blognya dan saya pernah menjadi penulis tamu di sana. Lantas, apa yang seharusnya saya lakukan untuk meningkatkan traffic blog?

Tentu dengan meningkatkan jumlah interaksi di pengunjungblog.com. Trik termudah untuk meningkatkan interaksi adalah dengan berkomentar. Khusus untuk itu, saya akan menjelaskan lebih lanjut mengenai Cara Mudah Meningkatkan Trafik Blog Dengan Komentar untuk edisi artikel bahasa Indonesia bulan Oktober 2012.

Sedangkan untuk pengunjung dari blog asing, tentu amazingbloggers.net menjadi tempat ideal untuk itu. Selain tentunya saya juga berkomentar di blog-blog asing lainnya.

Facebook?

Facebook menempati posisi ke-4 sebagai pemberi trafik untuk notordinaryblogger pada bulan Agustus 2012. Ini merupakan pertanda baik mengingat saya juga meluncurkan produk sendiri yang disebut social signal marketing. (saat ini jasa social signal marketing sudah tidak berlaku)

Untuk kedepannya tentu saya akan lebih fokus ke facebook, twitter dan linkedin sebagai media promosi blog, mempromosikan produk sendiri, sekaligus meningkatkan popularitas artikel blog.

71 replies on “Meningkatkan Traffic Blog dengan Google Analytics”

Terima kasih untuk mentionnya, mas Okto. You are rock! Btw, artikel Anda di blog saya juga sering banyak dibaca. Tapi dari data Google Analytics saya, kunjungan yang ke sini bukan dari artikel tamu Anda. Tetapi artikel saya yang berjudul 11 Contoh Blog yang Mempunyai Konten Berkualitas. (Yeah, I am tracking my outbond).

cuma meluruskan, bounce rate adalah persentase kunjungan yang hanya berkunjung di satu halaman, atau tidak lebih dari sekitar 10detik. Jadi jika saya ke blog mas Okto cuma melihat halaman depan, dan tidak melihat halaman lain. Itu masuk perhitungan bounce rate.

Wah terima kasih sharing info analyticsnya … hehe. Yup, setidaknya begitulah rencana saya melihat data traffic referral, yaitu dengan meningkatkan interaksi dengan blog itu. Cara termudahnya ya dengan menjadi penulis tamu atau berkomentar. Secara teori itulah yang bisa dilakukan, mengenai hasilnya … tentu laporan bulan depan yang akan menjawabnya.

Dan terima kasih koreksi penjelasan “bounce rate”, sekarang jadi semakin jelas untuk pembaca lainnya. 😀

Hehehe, iya itu, bounce rate adalah rasio pentalan. Kalau ada pengunjung datang di satu laman, langsung mental lagi. Maka dari itu, kalau angka yang mental makin kecil, makin baik, karena situs kita dianggap kontennya bermanfaat. Pembaca membuka banyak halaman dan bertahan lama, bounce rate makin kecil.

🙂

Terus terang mas, saya tidak begitu paham hal beginian. Tapi membaca artikel di atas, saya tertarik dengan riset keywords yang ada di analytics. Mungkin itu bisa saya praktekkan. Untuk tips yang lain, ngantri dulu :).

Oh ya mas. Membaca 2 komentar senior di atas, jadi penasaran. Berapa persenkah minimal nilai bounce rate kita baru bisa dikatakan baik? Kebetulan tadi ngecek analytics, bounce rate saya 44,44%. Termasuk tinggikah angka segitu?

Hi Mas Leo,
Pada dasarnya semakin kecil persentase dalam data bounce rate semakin baik. Jadi sebenarnya kita bisa saja mematok, kisaran 0 – 25% itu baik, 25 – 50% itu sedang, 50-75% itu cukup, 75-100% itu kurang (ini hanya asumsi saya, kita bebas memiliki asumsi sendiri … )

Kemudian melihat penjelasan dari Mas Syaiful dan Mbak Nunik, berarti kita juga perlu memperhatikan total traffic yang didapat. Misalkan dari 1000 traffic menghasilkan bounce rate 44% berarti sekitar 400 pengunjung hanya melihat-lihat halaman depan tanpa membaca artikel blog kita.

Apakah itu pertanda baik? masih terlalu dini menurut saya untuk mengatakan itu baik atau tidak, karena banyak variabel lain yang mempengaruhi, semua bergantung dari target yang kita tetapkan. Misalnya dalam eksperimen saya, saya menetapkan peningkatan jumlah klik iklan adfly dari pembaca.

Data bounce rate perlu dikombinasikan dengan ‘average time visit’ untuk memberikan gambaran lebih baik bagi pemilik blog tentang manfaat artikel blog di mata pembaca.

buka-buka anlytics ketika blog sudah memiliki trafik yang lumaya inu menyenangkan, menarik mengetahui dari mana pengunjung blog datang, konten apa yang paling laku, berapa lama rata2 pengunjung blog baca postingan dll

kalau dilihat dari hasil google analitic, SEO blog saya itu sangat kacau banget. mungkin dengan informasi seperti itu, blog tidak akan bisa mencapai ranking dibawah 1 juta.

tetapi mau bagaimana lagi, sudah berusaha menerapkan SEO tetapi malah makin hancur gitu hasilnya #hahah.

hi mas fakry,
menarik situasinya tuh hehe … jika berkenan say ingin membantu memperbaikinya. saya kirim email untuk info lebih lanjut yaa … 🙂

sudah lama meninggalkan google analytics mas.
saya pake jetpack skr, lebih simpel untuk user personal (trafik, keywords, stats) tapi juga lengkap (subscriber, comment social media etc).

salam

Benar sekali, jetpack memang cocok untuk personal user sedangkan Google Analytics memang condong untuk tujuan bisnis. Oleh karenanya Google Analytics memiliki prestise tersendiri bagi blogger, khususnya dalam memberikan sumber referensi data blog seperti traffic, landing page, dsb.

Pada akhirnya semua kembali kepada kita sendiri sebagai pemilik blog karena pada intinya data mendasar yang ditampilkan juga sama.

[…] menanam keyword macam-macam atau cara/teknik SEO lain. Saya juga belum sempat melakukan tips “Memanfaatkan Analytics untuk Meningkatkan Traffic Blog” tulisan mas Oktorian yang tadinya akan saya lakukan. Tapi tanpa melakukan itu semua, rupanya […]

asik dan sengeng kalo liat GA (analytic bukan adsense hehe) lagi bagus statistiknya. emang kalo ngeblog buat nyari duit harus mikirin statistik dan data seperti ini. 😀

Terima kasih kunjungannya Mas. Memang jika kita menjalankan hobi blog untuk bisnis, pergerakan statistik traffic blog menjadi menarik untuk diperhatikan. Selain itu juga kita bisa membandingkan pertumbuhan traffic dengan penambahan penghasilan. Jika berbanding lurus tentu itu menjadi tanda positif untuk blog kita sendiri. Jika sebaliknya, berarti ada yang perlu diperbaiki. 🙂

membaca komentar diatas dari bloger senior membuat saya terpacu untuk segera memakai google analyst. jujur GA belum saya pasang diblog saya. terimaksih atas pencerahannya mas okto 🙂

Saya sendiri memiliki trafik paling tinggi menurut analytics adalah untuk topik female dan android. kelihatannya harus fokus sama dua topik tersebut.

[…] berjudul “ Cara Mudah Memanfaatkan Informasi Mendasar dari Data Google Analytics untuk Mningkatkan Traffic Sebu…” terbit pada 12 September 2012. Tulisan ini meraih 4 fb like dan 4 […]

Jadi dengan hasil analytic yang kita dapat, kita bisa lebih jeli mana yang paling potensial mendatangkan pengunjung.

Salam Ilmu Kimia

Jika sudah demikian maka ada yang perlu diperbaiki dalam hal SEO artikel dan efektifitas blog walking. Artikel SEO sangat penting karena mesin pencari merupakan sumber traffic abadi bagi blog, jadi jika SEO kita kurang baik maka organic traffic blog kita pasti rendah.

Selain itu efektifitas blogwalking juga perlu diperhatikan. Jika melihat judul blog “Inspirasi Sahabat” sepintas bayangan saya adalah blog itu bercerita tentang hal-hal umum seputar remaja. Dengan demikian blog walking tidak akan efektif untuk mendatangkan traffik, karena blogger sangatlah sibuk dalam mendatangkan traffik ke blognya masing2. Oleh karena itu, gunakanlah teknik off page untuk mendatangkan pembaca (gunakan facebook, twitter dan media sosial lain), bila serius bisa juga dengan mengirim email untuk mengundang pembaca, menjadi pengisi rubrik di tabloid remaja, atau bahasan khusus remaja di media masa, dan terakhir optimisasi mesin pencari (google).

Riset menunjukkan bahwa remaja senang berkunjung ke Youtube. Jadi, tidak ada salahnya dicoba membuat video menarik dan beri link ke blog “Inspirasi Sahabat”. Target pembaca “Inspirasi Sahabat” cukup jelas, yaitu kaum muda yang perlu informasi seputar pergaulan bukan kaum muda yang juga blogger, itu sebabnya blogwalking tidak efektif mendatangkan pengunjung. Jika ingin konsultasi lebih jauh, silahkan email melalui contact form.

Sukses selalu

Saya sendiri jarang utak atik google analytic untuk analisa blog paling cuma lihat sumber traffik dan berapa pengunjungnya ternyata disini dibahas penuh bahwa google analytic bisa meningkatkan traffik blog.

Terima kasih Bang Okto sudah berbagi “Google Analytics untuk Meningkatkan Traffic Sebuah Blog” . Dengan post abang ini saya jadi tahu Traffic Source, Bounce-Rate yang sebelumnya saya punya pengertian nggak tepat. Terutama dua hal yang saya sebut diatas. Biasanya hanya satu bulan sekali saya ke GA untuk melihat laporan Analytic, Guna menentukan Action-plan untuk memperbaikinya.
Terima kasih. Salam kenal Bang Okto.

Untuk saat ini kami menggunakan extremetracking dot com, belum pernah pakai google analytics, pernah daftar tapi berhenti ditengahjalan … kesulitan daftar, nanti kalau waktu senggang akan saya cari tutorialnya yang jelas dan mudah!

@Edi: petunjuk pemasangan Google analytic sudah banyak tersedia saat ini dan seharusnya tidak terlalu sulit untuk mendaftar karena cukup dengan email gmail. 🙂

Pembahasan yang menarik mas Okto! Tentu kita harus berterima kasih dulu kepada Mr G yang sudah menyediakan tools analitik yang begitu keren secara cuma-cuma. Kalau mau dibedah lagi, analitik itu berguna banget untuk meningkatkan pendapatan kita. Misal dari satu sisi saja, average visit duration dapat menentukan penempatan iklan kita. Contoh 0-1 menit kita pasang diatas post, 1-3 menit kita pasang ditengah post, >3 menit kita pasang diakhir post. Saya yakin masih banyak fitur2 analitik yang bisa dibedah 🙂

1.artikelnya keren, bahasanya mudah di mengerti ( hanya yang pakai bahasa asing aja yang saya ga mengerti ) mahlum wong ndezo
2.sebenarnya kata kuncii untuk blog itu bisa di rubah atau di tambahin ga kalau bisa caranya nagaimana melalui apa blog sediri apa lewat google analyics
3.meningkatkan trafik melalui facebook dan twitter contoh nya seperti apa mas ganteng…..
4.sebenarnya kalau google adsense itu menargetkan tiap artikel harus berapa kata ga sih / apa bebas jumlah katanya ( kadang kan suatu artikel kan emng katanya sedikit kalau kit apanjangin malah kaya orang ngedongeng dan susah di menerti atau orang yang baca udh ngantuk duluan gtu bos ) aslinya ada patokan jumlah kata tidak
5.kalau komen disini bisa ninggalin link ga sih mas..
6.terimakasiiiiiiiiiih dan saya tunggu banget ni jawaban nya ya mas ganteng….
7. UNTUK TEMPAT KOMEN NYA INI GIMANA CARA BUATNY AMAS.. kok udah ada pilihan postingan kita yang mau di ikutkan
HEBAT SALUT DEH,,, GO….. hehe

@Dewo :
1 terima kasih, dukungannya bisa menambah semangat saya memberi informasi berkualitas. Soal bahasa asing, memang ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya, maaf jika ini menyulitkan 🙂
2 Kata kunci kita yang tentukan, bisa ditentukan melalui meta-tag blog (saya tidak begitu paham hal teknis), namun secara sederhana kita bisa tentukan sendiri melalui konten yang kita ciptakan (sudah saya bahas di eBook gratis SEO artikel), Google analytics hanya media analisa yang memberi kita gambaran blog kita kuat pada kata kunci apa saja,
3 Contoh mudahnya ya membuat fanpage/follower yang terkoneksi ke blog kita. Hasilnya bisa dipantau di dashboard blog (statistic) atau melalui google analytics,
4 Saya tidak punya pengalaman dengan Google Adsense, tapi secara umum sejauh saya tahu, panjang pendek konten tidak ada kaitannya. Google Adsense punya penilaian tersendiri (yang cenderung rahasia tenu saja) dalam menentukan blog-blog mana yang bisa diberi ijin bergabung dalam program mereka,
5 Tentu bisa, tapi semua komen disini disaring sama akismet, jika berbau spam langsung masuk tong sampah tanpa kompromi,
6 Terima kasih kesabarannya menunggu,
7 Fitur ini khusus pengguna wordpress, saya belum tau apakah ada fitur ini di blogger,

wah, lengkap banget gan penjelasannya^^, keren banget tulisannya dan nggak bosen saya berlama-lama di sini, makasih ilmu menganalisa google analitiknya

dari info analytics di web saya ada halaman yang cukup banyak dicari mas, yaitu tentang ikan hias, terus saya bikin beberapa postingan seputar ikan hias juga untuk mengurangi bounce rate tapi tetep tidak cukup bagus buat mendatangkan pengunjung, ada saran untuk kasus semacam ini mas?

@Anotherorion: wah informasinya masih sangat umum jadi agak sulit saya memberi masukan. Langkah pertama menurut saya melihat kata kunci lebih dulu apakah kata kunci yang mendatangkan trafik itu persis “ikan hias” atau ada embel-embel “ikan hias …..” Dari situ kita bisa memprediksi kira-kira informasi tambahan apa yang bisa membuat pengunjung tertarik.

Kemudian cari tahu “landing page”-nya (seperti contoh di atas). Untuk memperbaiki bounce rate, kita bisa bermain kreatif dengan menambah banner ikan hias yang sudah disisipi link daripada sekedar “link teks”. Perhatian pengunjung akan lebih tercuri dengan cara kreatif seperti itu. Misalkan:

Kata kunci “ikan hias”, konten yang menjadi landing page “tips merawat ikan hias guppy”. Konten tambahan berjudul “merawat ikan guppy yang bertelur di aquarium”.

Konten tambahan bisa diberikan dalam bentuk banner dengan gambar menarik (sesuai konten) di bagian akhir konten “tips merawat ikan hias guppy”. Pembaca yang datang sudah jelas memiliki ketertarikan dengan ikan hias guppy (tampak dari average time visit-nya (normalnya sekitar 1 sd 2 menit), dan konten tambahan akan semakin besar peluangnya untuk dilihat juga.

Semoga membantu

Terimakasih sharingnya gan. Data demografi juga sangat penting diketahui. Namun untuk mendapatkan data demografi harus diaktifkan dulu dan perlu menambah baris kode ke analytic nya.

@Sisada: penting tidaknya demografi mungkin tergantung jenis website kita. Jika kita berjualan langsung (seperti toko online) tentu saja itu bermanfaat untuk mengetahui dari mana pengunjung berasal, kemudian berapa lama mereka menghabiskan waktu di website kita. Dari dua data itu saja kita bisa arahkan ke marketing lapangan (offline) untuk mendapat hasil penjualan yang baik.

Baru nemu website ini, infonya lengkap sekali. Analytic memang merupakan sahabat webmaster, tapi masih saya masih sedikit bingung juga mas karena ada terlalu banyak bagian dari analytic, menurut mas kira-kira kolom atau bagian mana dari dashboard analytic yang setidaknya bisa kita manfaatkan informasinya setiap hari? Terimakasih

artikelnya sangat bagus mas, saya sedang tertarik sekali dlm bidang SEO dan msh terus riset scra mendalam hal ini yg menurut sy ilmunya sangat menantang hehe. oh iya untuk pengertian bounce rate mungkin bisa sdkt diperbaiki mas 😉

wah bagus banget nih mas informasinya terus saya baca komen2nya ternyata lebih seru yak nambah wawasan hehehe, masih agak bingung sama google analytic tapi sekarang lagi mencoba memahami kok, sekitar 3 bulan yang lalu bounce rate saya 8% tapi setelah ganti template terus lama nggak ngecek google analytic tiba2 bounce rate saya meroket sampe ke 80%

pas saya telusuri ternyata templatenya nggak mobile friendly huh

informasinya mantap mas !

Wah drastis sekali lonjakan bounce rate nya. Tapi yang terpenting tujuan ngeblog tetap tercapai maka bounce rate bisa dikesampingkan.

Untuk jaga-jaga ada baiknya memperbaiki bounce rate agar lebih rendah karena itu pertanda “kualitas” dimata mesin pencari.

Terima kasih sharing pengalamannya

artikelnya mengupas begitu luas ,sehingga akan dapat mudah dipahami oleh para pembaca , terutama newbie seperti saya ini. Makasih infonya bos….

SHARE THIS POST

0
0
0
0
Explore More:
Contact | Privacy Policy | About Us