Apakah Anda sependapat dengan cara menghitung balik modal usaha kecil yang sederhana yang telah diungkap tadi?
BEP merupakan kondisi dimana pendapatan bisnis sama dengan modal yang sudah dikeluarkan. Dalam kondisi ini maka tidak ada kerugian dan keuntungan. BEP menjadi ukuran penting dalam berusaha namun cukup sering banyak pengusaha mengartikan BEP sebagai balik modal. Padahal kedua istilah ini memiliki makna berbeda.
Pemahaman yang sudah lama terbentuk yaitu BEP sama dengan balik modal. BEP pada dasarnya sama dengan titik impas yang bermakna pendapatan usaha setara dengan modal yang dikeluarkan, tidak rugi dan tidak untung.
Lain halnya dengan menghitung return on investment (RoI). Ketika Anda membuat sebuah bisnis, tentu ada biaya awal seperti sewa tempat, pembelian alat usaha sampai perlengkapan usaha lainnya. RoI akan fokus mengukur keuntungan atau kerugian dari sebuah investasi yang dilakukan. RoI biasanya dinyatakan dalam sebuah persentase dan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan bisnis sebagai cara membandingkan keuntungan usaha atau membandingkan efisiensi beragam peluang investasi lainnya.
Sampai disini bagaimana?
Anda sudah menangkap arti penting cara menghitung balik modal usaha kecil yang sederhana?
Jika Anda seorang pelaku usaha maka Anda perlu memahami cara menghitung balik modal agar mampu menetapkan target minimum penjualan per hari atau per bulan.
Anda punya keleluasaan untuk menentukan target seperti ini yang terpenting harus tahu dulu jumlah penjualan yang harus diraih untuk mencapai posisi balik modal.
Dengan demikian, Anda bisa menentukan apakah bisnis yang dijalani mengalami untung atau rugi.
Itulah manfaat yang didapatkan jika Anda tahu cara menghitung balik modal usaha kecil dengan baik.
Terkadang akan mudah menggunakan bantuan software akuntansi untuk menghitung keuangan usaha kecil Anda beberapa di antaranya dapat di lihat di sini, sini atau sini
41 replies on “Cara Menghitung Balik Modal Usaha Kecil yang Sederhana”
Izin bertanya. Saya salah satu pemilik usaha kecil dengan modal awal Rp 1.200.000. Dengan pelaku usaha 3 orang. Dan modal awal perorangan adalah Rp 400.000. Setelah usaha berjalan 2 bulan. Saya memutuskan untuk keluar dari usaha tersebut dan ingin bagi hasil keuntungan. Yang ingin saya tanyakan adalah, Selain keuntungan bersih yang saya dapatkan dari berjalannya usaha selama 2 bulan. Apakah modal awal saya yang Rp400.000 itu kembali 100% ? Diluar dari keuntungan bersih.
Misal: keuntungan bersih dari 2 bulan adalah Rp800.000 + Rp400,000 modal awal saya.
Mohon penjelasannya. Terimakasih.
Menurut pemahaman saya, dari kondisi yang disampaikan modal awal perorangan Rp 400.000 merupakan bentuk partisipasi. Dan sesuai makna modal bahwa itu merupakan sumber operasional usaha pada awalnya. Terlebih dalam kondisi usaha “untung” maka sudah sewajarnya keluarnya salah satu pemilik modal dari sebuah usaha bersama diikuti dengan pengembalian modal partisipasi ditambah keuntungan bersih yang proporsional kecuali ada pengaturan (perjanjian tertulis) lain oleh para pelaku usaha.
Perlu dipahami juga peruntukan modal awal tadi tersebut. Misalkan modal awal digunakan untuk membeli booth, blender dan sebagainya. Nilai booth, blender dan sebagainya tersebut tentu akan turun saat salah satu pemodal memutuskan mundur setelah jangka waktu tertentu (nilai susut barang modal), dengan demikian, berdasarkan itikad baik dan kesepakatan semua pemodal, besaran pengembalian modal menyesuaikan dengan nilai susut peruntukan modal tadi.
Dalam konteks lain misalnya usaha investasi, maka modal tidak mengalami penyusutan dan kondisi usaha dalam posisi untung, maka pemilik modal berhak menerima kembali modal 100%.
Semuanya akan lebih mudah jika dituangkan dalam perjanjian tertulis sebelum dimulainya usaha yang secara khusus mengatur hak dan kewajiban para pemilik modal.
Saya tanya ini,, sy buka toko sembako dengan modal awal 6 jt berikut peralatan toko.
Omset saya tiap hariny kadang 5 rts sampai 6 rts ribu. Saya buka toko baru 3 bulan,, itu bagaimana cara mengetahui bahwa saya itu untung atau rugi,, karena hasil tiap harinya tidak nampak karna lngsung di belanjakan kembali untuk menambah barang yg telah habis.
Sepertinya pembukuan keuangannya harus dilakukan dengan baik dan teliti agar keuntungan bisa tampak dengan jelas. Setidaknya harus ada pembukuan khusus mulai dari barang modal, keuntungan dan hutang.
Misalkan beras per kg modalnya Rp 1000 harga jual Rp 1500 per kg maka setiap kali akan dibelanjakan ulang perlu dipisahkan Rp 500 (keuntungan) nya dalam sebuah pembukuan tersendiri. Hal ini tentu akan menambah tugas Anda namun sangat efektif untuk mengetahui dengan pasti untung rugi sebuah usaha toko sembako yang dijalankan.
Untuk ilustrasi yang disampaikan setidaknya dapat diterapkan 3 jenis pembukuan tadi:
Omset harian Rp 500.000
Pembukuan 1 (jumlah modal : Rp 350.000)
Pembukuan 2 (keuntungan Rp 100.000)
Pembukuan 3 (lainnya seperti gaji karyawan, ongkos transportasi, dll: Rp 50.000).
Dalam 30 hari maka modal akan tetap, keuntungan bersih Rp 3.000.000, biaya usaha lainnya Rp 1.500.000)
Dalam waktu 30 hari seharusnya dapat diketahui dengan jelas berapa keuntungan yang didapatkan atau kenapa bisa rugi. Rugi biasanya terjadi karena pemakaian modal tidak tercatat dengan baik dalam pembukuan sehingga pemilik modal tidak mengetahui dengan pasti kemana uang tersebut habis untuk dibelanjakan.
Hal paling umum adalah bercampurnya modal usaha dengan biaya kebutuhan pribadi harian.
Semoga bermanfaat
hallo
saya punya usaha bengkel kecil, dan itu sudah berjalan selama 5 tahun tapi karena masih belum ngerti ttg laporan keuangan saya tidak pernah membuat pembukuan usaha saya , dan saya ingin membuat pembukuannya , nah saya mau minta saran bagaimana caranya cari modal awalnya supaya pembukuan nya balance? karena sangat mustahil saya bisa ingat modalnya, usaha saya sendiri itu sudah sangat lama ,
mohon bantuannya ]
terimakasih
Wah susah juga kalau usaha sudah berjalan lama namun belum terbukukan dengan baik.
Langkah paling praktis adalah dengan membuat dua catatan. Pertama catatan akan barang modal (barang-barang yang Anda sudah beli untuk usaha. Tidak perlu dilihat nominalnya yang terpenting tercatat sebagai barang modal).
Kedua adalah pencatatan arus kas per tanggal pembuatan (Anda harus catat semua pengeluaran dan penerimaan untuk menghitung laba bersih).
Setidaknya itu yang ada di benak saya melihat kondisinya seperti yang Anda ceritakan.
Untuk modal awal bisa digunakan kwitansi pembelian terakhir (untuk pembelian barang modal) atau kwitansi jasa bengkel (dikurangi biaya montir). Ini hanya untuk gambaran mudah modal awal Anda setelah sekian lama tidak dibukukan. Untuk modal-modal lain yang sulit dilacak dibuat catatan terpisah saja agar tidak memusingkan.
Semoga membantu
terimakasih atas jawaban , sangat membantu .
”barang-barang yang Anda sudah beli untuk usaha. Tidak perlu dilihat nominalnya yang terpenting tercatat sebagai barang modal”
apa yang di maksud dari barang modal itu?
Kalau buka usaha bengkel barang modal itu berarti barang2 yang menjadi modal usaha mulai dari etalase, oli (mungkin), stok sparepart, dll. Wujudnya sudah menjadi barang yang mendukung kelancaran usaha.
Semoga membantu
oke saya akan mencobanya .
terimakasih sarannya , jika ada kendala lagi saya akan bertanya 🙂
Halo gan sya mw tanya
Bagaimana sistim bagi hasil yg sama2 mnguntungkan usaha nasi goreng
Sya selaku investor tmpt dan alat2 usaha dr sya…kntrkn sudah d kontrak buat 5bulan k depan sebesar 5jt per buln 1jt…biyaya blnja dan peralatan yg kurang dan bahan baku kmarin hmpir abis 4jt krna barang2 sudah ada tinggl melengkapin peralatan yg blm ada jd total modal pngeluaran 9jt…
Pembukaan perdana warung bruto 260rb buat blnja ulang bhn nasgor 120rb bersih 140rb hari k2 bersih 230rb hri k3 hmpir 300rb d rata2 perhari 250rb bersih ny…krna baru buka 1minggu baru masak 3liter beras
Mau buat ksepkatan bagi hasil yg sama2 untung bagaimna caranya
pake persentase satubuln ap setor harian gan ???
Sesuai kesepakatan saja gan. Kalo kesepakatan kan sifatnya bebas sesuai para pihak. Lazimnya ada juga yang harian dibagi keuntungannya.
Dalam berusaha sepertinya sudah lazim jika pihak yang paling banyak berkontribusi (bukan cuma uang, kaya agan bilang ada alat usaha dan tempat) bagian bagi hasilnya lebih besar ketimbang pihak yang hanya invest uang saja (tinggal tunggu setoran profit).
Karena sifatnya kerjasama ada baiknya disampaikan dulu usulan bagi hasilnya agar hubungan baik tetap terjaga.
saya ingin membuka usaha cemilan dengan rekan saya yang modalnya 500.000 cara memperhitungkan keuangan yg di keluarkannya berapa yaa? dari peralatan bahan bahan pembuatan kemasan dan pekerja. mohon di bantu yaa
Coba lihat bahasan ini: http://notordinaryblogger.com/cara-menghitung-keuntungan-dan-balik-modal/
Semoga menjawab
saya ingin bertanya, saya ingin membuka usaha sosis bakar dengan target penjualan 20box/hari minimal. Yang mau ditanyakan bagaimana jika target penjualan tidak sesuai yang diinginkan? Apakah lebih baik ditutup saja usahanya atau dipertahankan tetapi untung tipis?
Dalam berusaha sebaiknya tidak mudah menyerah dan terus belajar. Perlu diidnetifikasi penyebab untung yang tipis apa. Kemudian upaya apa yang sudah dilakukan untuk meningkatkan keuntungan. Setidaknya ada tahapan seperti (standar prosedur) yang harus dilewati dahulu sebelum diputuskan menghentikan usaha. Dari proses itu Anda akan mendapatkan pelajaran bisnis berharga untuk dapat lebih sukses dengan usaha lain atau dengan usaha yang sudah dijalankan itu.
Salam
numpang nanya donk.apa yang harus dilakukan bila usaha warung makan tongseng sudah tidak tesisa modal lagi karena habis untuk belanja bahan dan kebutuhan hari-hari. karena untuk modal beli 1 ekor kambing dibutuhkan 500-600rb blm termasuk bahan pendukungnya sedangkan pembeli tidak tetap dan pendapatan tidak menutup biaya belanja tersebut.kalau kami tidak berjualan pelanggan banyak yang mencari.apakah usaha warung makan ini dianggap gagal dan bangkrut dan lebih baik tutup.bagaimana mengatur keuangannya karena berasal dari satu pendapatan.mohon sarannya.terima kasih
Dear Via,
Terima kasih pertanyaannya. Kami hanya dapat memberikan saran atas info yg diberikan. Sarannya berikut ini:
Sepertinya ada masalah arus kas dalam pengelolaan keuangan usaha. Umumnya modal usaha, termasuk pemasukan bercampur dengan keuangan untuk kebutuhan harian. Dalam prinsip keuangan usaha yang baik idealnya keuangan untuk usaha itu dipisahkan dari keuangan untuk tujuan kebutuhan sehari-hari.
Dari kendala yang Ibu/Mba hadapi kami melihat ada beberapa antisipasi yang dapat dilakukan seperti;
#1 Memperbaiki pembukuan arus kas untuk usaha
Artinya perputaran uang modal untuk beli kambing dan semua bahannya( termasuk ongkos angkot/transport misalnya) itu dibukukan terpisah.
Cara ini untuk melihat secara pasti berapa modal sebenarnya yang keluar untuk satu porsi tongseng.
Selain itu juga masukan aspek biaya cuci piring dll. Intinya semua biaya terkait usaha harus dipisahkan dari biaya untuk keperluan harian yang sifatnya pribadi, bukan untuk tujuan usaha.
#2 Penyesuaian harga tongseng
Dalam bisnis makanan, kunci sukses utama adalah cita rasa. Selama cita rasa memang alasan konsumen mencari tongseng Ibu/Mba, maka ada ruang untuk menyesuaikan harga jualnya ke konsumen.
Penyesuaian harga ini dapat dilakukan dengan baik jika kita tahu pasti berapa modal yg keluar untuk satu porsi tongseng
#3Menurunkan biaya produksi
Ini berarti Ibu/Mba perlu menegosiasikan harga perolehan bahan2 tongseng untuk menjaga margin keuntungan.
Ini akan bermanfaat jika konsumen memberi respon negatif atas kenaikan harga tongseng yang dilakukan.
Sebelum diputuskan untuk tutup usaha pastikan dulu apakah kita memahami sumber masalahnya. Bisa jadi karena kita salah mengidentifikasi sumber masalah keputusan pun kurang tepat. Jika hal ini terjadi (salah keputusan), niscaya bisnis apapun akan terulang hal yang sama
Pak..saya seorang seniman.. Saya mbuat sbuah karya yg limited edition (non massal) seperti boneka kecil2.
Boneka2 yg saya design ini, ada yg dr ide saya, (yg biasanya saya jadikan ready stock), dan ada yang dari request customer (preorder).
Nah, yg request customer ini, jumlahnya mulai dari 1 boneka sampai satu gross..
Misalnya customer Ani order 1 model Teddy bear.
customer Betty order 10 biji model dr anime Narut* dengan model karakter campur2 dan harga bervariasi.
customer Chelsea order 1 gross model dari film kartun Amerika, dan model Campur2 ,harga jg bervariasi trgantung tingkat kesulitan.
Stiap bulan, orderan customer macam2.
Itu bgmn saya mnghitung modalnya ya,pak? Apakah bisa saya pakai aturan mnghitung modal dari per customer?
Krn dari box packingnya aja utk customer Ani, beda harga dg bos packing utk Betty, apalagi chelsea yg msti pakai box besar.
Dan dari segi banyaknya bahan baku nya jg beda2.
Misalnya Ani mentransfer ke saya Rp. 45.000 (harga boneka Rp. 25.000+ ongkir Rp. 20.000)
Krn hnya satu boneka, saya pakai box kecil seharga Rp.3000.
Cat nya = Rp. 500
Adonan = Rp.500
listrik = Rp. 250
transportasi =Rp. 10.000
Jd total modalnya Rp. 14.250
Laba= Rp.25.000- Rp. 14.250 = Rp. 10.750.
Jadi keuntungan bersih yg saya dpt dr orderannya si Ani sebanyak Rp. 10.750.
Nanti orderannya si Betty dan Chelsea dihitung dg cara yg sama sep Ani, tapi dg harga box,adonan,penggunaan listrik, dan cat yg pastinya lbh mahal dr modal Ani krn jumlah boneka nya lbh bnyak.
Apa ada peraturan mnghitung modal dan keuntungan seperti itu (satu persatu dihitung dr customer),pak? Krn yg srg saya baca, sll keuntungan itu dr produk yg sifatnya massal, smntara produk saya limited, dan orderannya macam2.
Mohon masukan dan arahannya ya,Pak krn saya msh blajar bisnis scr profesional. Trimakasih sebelumnya,Pak.
kalo menyoal peraturan sih, jenis kegiatannya masuk perikatan alias perjanjian. jadi selama penjual dan pembeli mencapai kata sepakat (masalah harga, jenis barang, cara menyerahkan barang, pembayaran, dll) ya sah saja.
Sippp..trimakasih,Pak…
selamat pagi pak, saya ingin bertanya tentang bagi usaha yang modalnya campuran
begini saya kan punya usaha martabak dengan kepemilikan modal disana 3 orang
yang pertama saya memiliki bagian 45%, teman saya 35% dan orang luar 25%
dari kepemilikan itu di jabarkan bahwa saya dari kepemilikan 45% itu telah menghabiskan dana sekitar 25juta, dan teman saya yg kepemilian 35% itu telah menghabiskan dana sekitar 15juta sedangkan orang luar yg kepemilikan 25% itu tidak mengeluarkan dana karena dia akan mengeluarkan tenaganya dalam proses usha dan pembuatan martabak tersebut, kemudian dari satu bulan jalan kami mendapatkan omzet sekitar 20juta sampai 25jt perbulan tapi belum dikurangi bahan baku perbulan 3juta dan ongkos pegawai 2jutza
Nah kirakira gmna ya perhitungan pembagian hasil dan pengembalian modalnya ??
mohon dijelaskan skema dan perhitungannya terima kasih
Selamat malam,
dari informasi yang diberikan, hubungan yang terjalin masuk dalam perikatan keperdataan. Jadi pada intinya, sudah ada kesepakatan antara semua pihak.
Yang unik dalam hubungan keperdataan ini adalah bercampurnya penyertaan modal, penambahan modal dan penggantian modal dengan tenaga dari satu pihak tertentu. Secara keperdataan, keunikan itu dimungkinkan sesuai azas kebebasan berkontrak. Jadi sudah sebaiknya semua pihak menuangkan hak dan kewajiban masing-masing secara tertulis yang ditandatangani bersama dengan demikian berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang menandatangani.
Dalam rezim saham perusahaan maka masing-masing pemegang saham akan berhak atas dividen (keuntungan) proporsional sesuai besar saham masing-masing. Namun rezim saham tidak bisa serta merta diterapkan dalam hubungan keperdataan Anda karena keunikan tadi (tenaga tidak dapat disetarakan dengan uang karena belum ada tolak ukurnya). Sebaiknya dinegosiasikan ulang untuk meraih kesepakatan oleh para pihak untuk pembagian keuntungan dan pengembalian modalnya mengutamakan prinsip proporsionalitas (penerimaan bagi hasil sebanding dengan pengeluaran modal sebagaimana rezim saham) dan prinsip keadilan (mengutamakan konsensus semua pihak).
Salam
mau tanya, sy mau kerja sama.di bidang kuliner tepatnya jualan bakso, sy punya tempat dan peralatan serta.sy yg jalankan usaha tsb.
teman yg mensuplai bakso yg siap bakso jual. kira kira bagaimana sebaiknya biar fair pembagiannya…terima kasih..
Halo Lina,
terima kasih pertanyaannya. Kerjasama seperti itu sifatnya privat atau perdata. Nah dalam prinsipnya fairness akan bersifat relatif. Dapat diartikan terbuka untuk disepakati para pihak selama ada kata sepakat. Namun sebagai masukan pada umumnya pihak yang memberikan pengorbanan lebih besar akan mendapat bagian lebih besar.
Cobalah catat komposisi modal apa saja yang diperlukan misal:
Modal uang, alat operasional, waktu operasional (jam bisnis sampai persiapan dan penutupan usahanya), tenaga, dll). Komposisi pihak yang paling banyak mengeluarkan modal sudah sepatutnya mendapat porsi keuntungan terbesar.
Semoga membantu
Diantara bertanya dan curhat.
Aku sedang menjalankan usaha di perusahaan lebih kurangnya baru 1 th berjalan. Karyawan ada 85 org dg salary 300 jt perbulan. Belum trmasuk biaya lain2.
Yg saya bingung ko accounting saya gak ngerti cara hitung untung rugi yah. 😁
Bisanya cuma bikin invoice sama outstanding.
Aduuh nasiib.
Gimana caranya supaya gampang menghitung untung rugi biar gak nombok melulu setiap akhir bulan.
Kalau saya bangkrut kasian karyawan saya. 😀😀😀 tepok jidat.com
Maaf baru balas.
Akunting seharusnya sih pahamnya cara membuat laporan laba rugi. Mungkin perlu diberikan pelatihan?
Pemahaman saya seharusnya perusahaan punya rekening sendiri. Dari rekening itu (bank statement) di cocokan dengan semua kwitansi-kwitansi pengeluaran yang ada. Selisih lebih atas saldo rekening di bulan berjalan dengan seluruh pengeluaran (berdasarkan kwitansi yang ada) seharusnya itulah keuntungan.
Semoga membantu
Saya ingin bertanya kebingungan saya, saya baru mulai usaha distributor dimsum online, yg saya bingungin untung bersih saya tidak mencukupi untuk beli dimsum berikutnya. Saya simulasikan secara simple, krn saya usaha kecil , stock dimsum sebagai modal saya, dimisalkan beli dimsum 10rb (sudah dgn biaya2) , kemudian keuntungan bersih 17rb (10rb untuk mengganti dimsum yg kmrn, 7rb untuk beli dimsum lg , berikutnya saya hrs pasok dimsum lg 10rb, sedangkan keuntungan bersih saya 7rb berarti harus menambah 3rb lg, dan dibulan2 berikutnya untuk beli dimsum lg harus begitu terus. .
Apakah saya kurang dlm mencari untung, atau sebagai pembisnis says salah hiring.
Terima kasih kesempatannya
apakah untuk memulai usaha barbershop harus memiliki izin usaha? dan kalau mahasiswa bagaimana cara membuat npwp usaha nya karena belum memiliki pendapatan tetap. dan apa akibat nya jika tidak mempunyai izin usaha apakah berakibat pidana? terimakasih
Untuk lebih jelasnya silahkan simak:
Mahasiswa yang usaha wajib punya NPWP?
Barbershop harus punya ijin usaha?
Terima kasih pertanyaannya.
Kalau dari kondisi yang dibagikan sepertinya ada beberapa yang perlu diperjelas:
Sekilas sepertinya perlu adanya peningkatan keuntungan, bisa dengan menaikan harga jual (beresiko pembeli berkurang), atau meningkatkan penjualan.
Namun kami ada pertanyaan lain:
Kenapa harus “mengganti dimsum yang kemarin?” nilainya sangat besar Rp 10.000 (mencapai lebih dari 50% keuntungan)
Kemudian pastikan keuangan usaha terpisah dari keuangan pribadi rutin. Jika tercampur akan semakin sulit mendeteksi masalah yang dialami.
Terima kasih
[…] ini merupakan tanggapan atas pertanyaan pembaca setia notordinaryblogger dalam postingan Cara Menghitung Balik Modal Usaha Kecil. Terima kasih atas pertanyaan yang […]
Selamat siang,
saya membuka usaha maret 2017 dan pada bulan november saya ada masalah dengan investor saya dan kami memutuskan untuk tidak melanjutkan kerjasama nya.
mohon dibantu saran nya pak,
investor saya menginvest uang nya sebanyak 75jtjt dan diberikan bagian profit sebanyak 75%.
hasil bisnis dijalankan selama 8 bulan menghasilkan 140jt…
nah yang ingin saya tanyakan, apakah dengan masa kerjasama 9 bulan ini, apakah investor tetap mendapatkan profit share tetep 75% dari nett profit ( sedangkan dana investor kami kembalikan full disaat kerjasama di hentikan) karena perjanjian 75% itu jika tetep menjad partner selama 5 tahun dan setiap tahun nya akan ada pengembalian pinjaman sebanyak 15jt kepada investor atau kah di hitung secara proposional?
jika secara proposional apakah saya bisa di berikan saran bagaimana perhitungan rumus nya?
mohon saran nya pak
terima kasih
Dear Isha,
terima kasih pertanyaannya. Sebenarnya tinggal dikembalikan kepada kesepakatan awal saja. Disampaikan jika ada klausul pengikat “75% jika tetap menjadi partner selama 5 tahun”
Kecuali ditentukan lain dalam kesepakatan tertulis, sebenarnya investor tidak berhak atas keuntungan karena prestasi 5 tahun tidak terpenuhi.
Namun demikian, untuk menghindari perselisihan lebih besar (seandainya tidak ada kesepakatan tertulis), maka pengembalian pinjaman 75 juta (modal investor) akan bijak jika diikuti pembagian keuntungan secara proporsional (artinya dihitung dulu besar keuntungan per bulan dikalikan 8 bulan. Itulah bagian keuntungan yang menjadi hak investor)
terima kasih atas masukannya
maaf pak ada satu lagi pertanyaan,
apakah ada beda nya antara investor dan yang membeli usaha ? apalah investor punya hak dalam kepemilikan? atau hanya mendapatkan untung sesuai kesepakatan dan masa waktu tertentu?
terima kasih
Isha
Selamat malam
Saya ingin bertanya, teman saya memulai usaha transportasi metromini, awal mula modal nya sekitar 30 -40jt untuk beli mobil dan reparasi, namun baru berjalan beberapa hari metromini itu rusak dan menghabiskan uang 4jt.an padahal pendapatan masih minim sehingga minus 4jt, setelah kembali berjalan lagi beberapa minggu (2bln) metromini itu sudah menghasilkan 4jt , tapi ternyata sekarang kembali rusak bahkan cukup parah sehingga minus lagi 3jt.
Yg ingin saya tanyakan apakah menurut anda usaha ini rugi dan tidak layak untuk di teruskan atau harus tetap mencoba sampai memberikan keuntungan dan balik modal??
Mohon jawabannya
Terimakasih
Untuk menentukan rugi/tidak sebenarnya keputusan Anda. Namun jika boleh sumbang saran dapat diberikan waktu yang cukup untuk melihat perkembangan usaha yang kita jalankan. Berapa lama? Dapat ditanyakan kepada pengusaha lain yang dibidang sama.
Penting juga adalah menganalisa permasalahan usaha. Dalam kondisi Anda maka modal kendaraan menjadi kendala utama. Hal ini yang menyebabkan usaha tersendat.
Pertimbangannya begini:
Jika upaya untuk mengganti metromini dengan yang kondisi lebih baik/baru dirasa sulit ada baiknya usaha dihentikan agar kerugian tidak bertambah besar.
Jika Anda yakin mampu mengatasi kondisi metromini yang selalu memunculkan biaya tidak terduga, maka dapat memberikan waktu 1 sampai 2 tahun untuk melihat perkembangan usahanya.
Keputusan ditangan Anda. Semoga bermanfaat
[…] Baca: Cara Menghitung Balik Modal Usaha Kecil […]
[…] Mahasiswa usaha wajib punya NPWP atau tidak? Bagaimana jawabannya. Kembali lagi bahwa postingan ini merupakan tanggapan atas pertanyaan pembaca setia notordinaryblogger atas postingan Cara Menghitung Keuntungan dan Balik Modal Usaha Kecil yang Sederhana. […]
[…] Baca: Cara Menghitung Balik Modal Usaha Sederhana […]
[…] Baca: Cara Menghitung Balik Modal Usaha Kecil yang Sederhana […]