Categories
Media Sosial

Trend Media Sosial Indonesia : Pelajaran Penting dari Media Tradisional

“Trend media sosial Indonesia cenderung positif jika kita melihat media tradisional yang ada”

Apakah Anda sepakat dengan pernyataan trend media sosial di atas? Sesuai dengan judul, kali ini saya ingin membahas pelajaran apa yang bisa diambil dari beberapa media cetak nasional yang saya baca.

1. Letakkan di tempat yang mudah terlihat

Ini merupakan pelajaran yang menarik. Penempatan simbol media sosial di tempat yang mudah terlihat. Ini juga sebenarnya strategi yang biasa digunakan dalam iklan pay per click. Tempat-tempat strategis itu tentunya di bagian atas, side bar, atau mungkin bagian bawah website.

Baca: Cara Jualan di Facebook Supaya Laris

2. Buat semudah mungkin untuk pembaca

Jika Anda memiliki website dan hanya meletakan simbol facebook atau twitter dan berharap pembaca akan mem-follow atau like, pikirkanlah …. berapa banyak orang akan mengklik simbol itu.

Pembaca ya berarti membaca dan melihat, sehingga buatlah semudah mungkin bagi pembaca website Anda untuk dapat melakukannya. Gambar di atas merupakan contoh yang sangat baik. Pembaca akan mengingat dan mencari dengan mudah akun twitter sindo dengan melakukan search “SindoNews”, atau mencari akun facebook dengan melakukan search “Harian Seputar Indonesia”.

Baca: Cara Live Streaming Facebook di PC

Jadi begitulah seharusnya Anda menampilkan simbol facebook atau twitter di website Anda. Pasti tujuan Anda adalah untuk memberitahu keberadaan Anda di kedua media sosial itu bukan?

Jadi mudahkanlah pembaca Anda untuk melakukannya dengan mencantumkan username Anda, jangan hanya simbol dan memberi pekerjaan tambahan kepada pembaca untuk mengklik simbol tersebut.

Adakah tips tambahan lainnya? Menurut saya masih ada satu lagi yaitu kalimat persuasif atau dikenal dengan call to action.

Jika memang Anda ingin meningkatkan interaksi melalui facebook atau twitter maka tidak ada salahnya Anda menerapkan cara ini.

Gunakanlah kata-kata ajakan seperti “gabung dengan saya di  twitter@…….”. Mungkin terlihat sederhana tapi dampaknya bisa sangat memuaskan. Kalimat ajakan bisa memudahkan pembaca untuk melakukan apa yang Anda inginkan.

Itu merupakan pesan kepada pembaca bahwa Anda juga hadir di kedua media sosial tersebut.

Ikuti blog ini di facebook@nob_portal dan twitter@nob_portal

Artikel ini bermanfaat? Jangan lupa di share agar manfaatnya bisa dirasakan pembaca lainnya. Lalu bagaimana dengan pengalaman Anda tentang trend media sosial Indonesia, tinggalkanlah komentar di kolom yang tersedia.

Baca Juga :
Bagaimana Anda Bisa Menghasilkan Uang Lewat Blog?
Teka Teki Tambah Uang dengan Banner Iklan Pay Per Click
Apakah Unique Selling Proposition itu? Apakah Semua Sependapat?

19 replies on “Trend Media Sosial Indonesia : Pelajaran Penting dari Media Tradisional”

Kalau untuk pengusaha kecil seperti saya, media sosial itu berkah. Promosi di media tradisional memang efektif tapi mahal. Maka bijaksana rasanya jika memanaatkan Twitter, Facebook dan blog dalam mengenalkan usaha kita. Murah. Disamping keakraban yg terjalin dengan pelanggan jauh lebih intens..

Masukan yang menarik, media sosial bisa menjadi alternatif promosi untuk UKM jika dimanfaatkan secara tepat

Benar sekali, ada yang berhasil menjalankan bisnis dengan facebook atau twitter namun di sisi lain ada juga yang tidak berhasil. Terlepas dari berhasil atau tidak, media sosial menjadi pintu akses tambahan untuk memperluas promosi suatu jenis usaha.

jaman sekarang memang SOCMED lagi digandrungi banyak orang, gak heran kalo beberapa orang manfaatin Socmed untuk promosi bisnis atau apalah itu

Saya follow dan like fan page banyak akun brand, Mas. Kadang me-RT dan like status mereka, kadang ya komplen juga soal layanan buruknya. 😀

Nah, soal meletakkan di blog, khusus twitter saya lakukan. Tapi untuk Facebook saya tidak lakukan karena teman saya sudah 5.000 orang dan nggak bisa nambah teman lagi. 😥 Kecuali untuk orang tertentu yang akan saya terima pertemanannya, saya harus remove dulu beberapa akun. :mrgreen:

Berharap sih ini lomba seo (ngarep). Sayangnya bukan. Artikel ini edisi bulanan berbahasa Indonesia tentang tips ngeblog dari blog ini. Kebetulan saya lagi pengen membahas masalah media sosial, jadi deh artikel ini.

Pada kenyataannya socmed di negeri ini sudah seperti call center, lebih gampang diingat. Sebagian orang menganggapnya sebagai jam ‘weker’,….
Akh…. masing2 punya posisi menempatkan mereka di pribadi masing2 🙂

bener juga socmed memang punya tempat tersendiri di pribadi setiap orang, tapi memang saat ini trennya positif ya kita lihat saja sampai kapan tren ini bertahan 🙂

Mas, tindak lanjut dari baca ebook nih. Ada satu yang mengganjal.

Memang, meletakkan link yang mengarah ke postingan yang sama, itu sudah saya ketahui sejak lama.

Tetapi pertanyaannya: Apakah Google tidak menyangka kita melakukan tindakan yang salah? Ketika dicrawl, nanti mereka akan berputar-putar saja di tulisan ini?

Itulah sebabnya saya hanya melakukannya satu kali. Itu kan trik anchor text. Trik ini juga yang di pakai Carl Ocab (blogger Filipina) untuk mengunci keyword “make money online” ke blog-nya. Coba saja tes, ketik make money online di search engine ggle … dia dengan mantab berada di no. 1 dari hampir 2 milyar pencarian. Trik mudah yang dia gunakan adalah bertukar link dengan banyak blogger dengan menerapkan anchor text “make money online” yang mengarah ke blog-nya.

Untuk meyakinkan blogger lain mau memberikan link dengan anchor text yang kita mau jelas bukan hal mudah, namun untuk artikel sendiri tentu lebih mudah. Tujuannya sama untuk mempertegas saja ke search engine bahwa keyword phrase itu milik blog kita. Jika berlebihan tentu berbahaya, nanti kita dicurigai melakukan penyalahgunaan yang berakibat artikel kita di depak dari indeksasi.

[…] Trend Media Sosial Indonesia : Pelajaran Penting dari Media Tradisional […]

[…] (catatan : beberapa gambar dalam artikel ini mengandung promosi, namun demikian saya pribadi tidak mendapat keuntungan apapun atau memiliki kepentingan apapun. Saya mencantumkan gambar itu di artikel ini hanya untuk memperkuat argumen saya mengenai trend media sosial Indonesia) […]

Udah tervukti media sosial online menjadi soulusi yang praktif tapi ga bisa dianggap remeh. Kalau dimanfaatkan bisa jadi “jembatan” yang menghubungkan kita dengan potensi pasar yang ada.

Comments are closed.

SHARE THIS POST

0
0
0
0
Explore More:
Contact | Privacy Policy | About Us