Categories
Search Engine Optimization

Apa Yang Google Mau Dari Konten Sebuah Website?

Membangun Link Dengan Menulis Tamu

Matt Cutts memberi petunjuk bahwa mencari link dengan menjadi penulis tamu adalah cara yang baik dilakukan. Namun hal ini hanya bermanfaat jika Anda adalah penulis yang baik dan memiliki sebuah manfaat untuk disampaikan. Artinya, Anda harus menyajikan karya tulis terbaik dan melihat kesempatan menjadi penulis tamu sebagai cara memperkenalkan diri kepada pembaca, tidak hanya mencari link tambahan.

Tentu saja, jika Anda berpikir untuk memodifikasi karya tulis untuk tulisan tamu atau mempublikasikannya ke berbagai website, jangan terlalu optimis. Trik seperti itu tidak lagi berpengaruh. Yang perlu dilakukan adalah mencari website yang memiliki legitimasi (authority sites) dalam topik website Anda / niche yang akan membuat konten website Anda menjadi bagian dalam konten yang penuh legitimasi.

Oleh karenanya, jika Anda berhasil menjadi penulis tamu di website lain, jangan berhenti begitu saja. Promosikanlah tulisan Anda, ajak kenalan Anda untuk berkomentar di sana. Intinya adalah promosikan tulisan Anda sehingga konten Anda menjelma menjadi sebuah legitimasi bagi website Anda.

Lebih Fokus Pada Kualitas

Perkembangan Algoritma Panda dan Penguin akan semakin ganas dalam beberapa tahun ke depan.

Panda akan terus dijalankan, dengan pembaharuan setiap bulan atau beberapa bulan sekali. Sedangkan algoritma Penguin akan menjadi salah satu tren pembicaraan SEO tahun ini.

Tujuan Google adalah jelas untuk lebih fokus kepada kualitas hasil pencarian. Pembaharuan Algoritma Penguin akan memungkinkan untuk menghukum sebuah website yang 50 persen kontennya dinilai sebagai spam. Hal ini semakin mengerucut dibandingkan Penguin versi lama yang hanya menghukum website dengan 80 persen kontennya adalah spam.

Pengalaman Konten

Pengalaman konten menjadi metrik terbaru untuk menilai sebuah website. Pengalaman konten memberikan sinyal bagaimana pengunjung menilai pengalaman berinteraksi dengan sebuah website. Pengalaman konten yang maksimal akan membuat website itu semakin menarik untuk pengunjung mobile. Kondisi itu dinilai Google berkontribusi pada kesuksesan bisnis di internet karena penggunanya akan bertambah dan bertransaksi tanpa hambatan.

Ini bermakna bahwa sebuah website yang memiliki beberapa konten bernilai tinggi untuk “pengalaman konten” sedangkan beberapa konten lain bernilai rendah, peringkat website itu akan tetap baik. Karenanya tingkatkan “pengalaman konten” website sekarang.

Cara termudah untuk memeriksa ini adalah dengan memeriksa kecepatan website dan kompatibilitas AMP.

Untuk kecepatan website dapat diperiksa melalui google page speed insight.

Untuk kompatibilitas AMP dapat diperiksa melalui AMP search console.

Ukuran yang dipakai adalah 0-100, semakin mendekati 100 berarti pengalaman konten website Anda bernilai baik.

Siap Beri yang Google Mau

Jika Anda ingin terhindar dari efek buruk pembaharuan algoritma Google, sudah saatnya Anda memikirkan kualitas konten yang akan disampaikan dalam website bisnis Anda. Nah, menurut Anda apa yang Google mau dari sebuah website? atau setidaknya apa yang Google mau dari blog Anda?

Image courtesy of IndiaTimes

18 replies on “Apa Yang Google Mau Dari Konten Sebuah Website?”

mungkin seorang menulis baru artikel seperti saya ini tidak begitu memehami tentang apa yang google mau di website saya ? akan tetapi saya masi belajar untuk sebisa mungkin memper baiki bahasa penyampayan saya dan kaya kunci keyword saya untuk artikel yang saya buat. sebisa mungkin mesin pencari google dapat lebih cepat mempablis artikel yang saya buat .,

terimaksi atas infonya menarik,.maaf kalu dalam bahasa saya kurang dimengerti oleh agan, maklum baru belajar gan ., 😀

Tetap ya, kualitas konten juga harus diutamakan..
Btw jika jumlah share jadi faktor penentu di SERP Google bisa jadi akan ada yang curang dalam memeprbanyak jumlah share di jejaring sosial nih…

Jumlah share masih diperdebatkan kaitannya dengan SERP. tapi jika Google bersusah payah mengembangkan Google+ bukankah ada sesuatu dengan share tersebut nantinya? Soal kecurangan yang bisa terjadi itu sudah menjadi bagian dalam marketing online, selalu ada hitam dan putih. Tentu mesin pencari akan mendukung cara yang “putih” atau dikenal dengan “white-hat” strategy

Memang sudah selayaknya lah konten berkualitas yang harus menempati halaman pertama hasil pencarian search engine. 🙂

kalau Google sendiri tahu bahwa konten di sebuah blog berkualitas atau tidaknya darimana? apakah dari jumlah share socmed, dari banyaknya tulisan, atau mas Okto sendiri punya pendapat lain?

Google memiliki daftar panjang yang dipergunakan tim penilai mereka dalam menentukan kualitas. Untuk lebih jelasnya, kita bisa baca hasil release google tersebut dalam versi pdf di alamat :

http://www.google.com/insidesearch/howsearchworks/assets/searchqualityevaluatorguidelines.pdf

namun secara garis besar, konten berkualitas bisa menjawab beberapa pertanyaan mendasar seperti:

Apakah konten tersebut bisa dipercaya oleh pembaca?
Apakah konten dibuat oleh ahli, pengamat, atau pemerhati yang memahami topik dengan sangat baik atau kurang lengkap dalam membahas masalah?
Apakah sebuah website memiliki duplikasi konten, tumpang tindih, atau pengulangan artikel dengan topik serupa namun kata kunci beragam?
Apakah pengunjung nyaman memberikan informasi pribadi kepada website yang dikunjunginya?
Apakah terdapat gaya bahasa yang tidak lazim dalam jumlah besar?
Apakah terdapat kesalahan ejaan atau pengetikan?
Apakah topik konten yang diberikan didasari atas minat pembaca atau konten dibuat berdasarkan upaya menebak topik yang akan terindeks dengan baik di mesin pencari?
Apakah pembaca suka merekomendasikan konten yang dilihat kepada orang lain?
Apakah konten memiliki terlalu banyak iklan sehingga membingungkan pembaca menyerap nilai informasi yang diberikan?
Apakah pembaca yakin akan kualitas jika mendengar nama website tersebut?

Dan masih ada beberapa lagi. Cukup aneh memang bagaimana Google bisa melakukan itu semua, namun setidaknya itu bisa dijadikan parameter.

Menurut saya pribadi, konten berkualitas itu ya konten yang bisa memberi manfaat kepada pembaca dimana pembaca menjadi tahu (dari yang sebelumnya tidak tahu), paham (dari yang sebelumnya hanya sekedar tahu), dan ahli (dari yang sebelumnya hanya paham). Jumlah share socmed sangat rentan untuk bisa dimanipulasi, tentu Google lebih tahu akan peluang manipulasi ini.

Jika pengunjung merasakan manfaat tersebut (tahu, paham, ahli) maka bisa dipastikan website tersebut berkualitas, apapun temanya. Itulah pendapat saya.

Ya menurut saya jasa penulis tamu bisa tumbuh pesat di era baru SEO. Yang perlu diingat adalah penerapan link di bagian resource box (identitas penulis), ada baiknya kita tidak menggunakan anchor text untuk menghindari kecurigaan algoritma Google, lebih baik gunakan anchor text alamat website seperti http://www.abc.com atau anchor text .. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SHARE THIS POST

0
0
0
0