Categories: Wisata

Wisata Kota Bengkulu? Kapan Waktu Terbaiknya?

Wisata kota Bengkulu dapat menjadi pengalaman tak terlupakan terutama ketika Anda datang di waktu yang tepat. Jika Anda berencana untuk mengunjungi kota Bengkulu untuk berwisata tentu Anda berpikir untuk memilih waktu yang tepat. Dengan pilihan waktu yang tepat, uang yang Anda habiskan untuk biaya liburan akan menjadi bernilai tinggi karena sepadan dengan pengalaman yang akan didapatkan.

Jadi kapan waktu yang tepat?….

Salah satu pilihan waktu yang tepat adalah tanggal 1 sampai 10 muharam. Kenapa tanggal ini? Rupanya Bengkulu memiliki tradisi Fastival Tabut. Lokasi festival ini ada di lapangan Merdeka Kota Bengkulu.

Festival tahunan ini sudah terbukti menjadi daya pikat wisatawan lokal maupun mancanegara. Itu sebabnya Menteri Pariwisata mengatakan jika Festival Tabut dapat menjadi magnit banyak orang ke Bengkulu.

Festival Tabut melengkapi daya tarik Bengkulu sebagai destinasi wisata seperti keindahan alami maupun buatan serta kebudayaannya. Alhasil Fastival Tabut menjadi tradisi warga lokal Bengkulu. Faktanya, festival tabut tidak hanya menjadi kegiatan festival utama di Bengkulu melainkan juga masuk sebagai top 100 event Indonesia.

Bengkulu sendiri didorong oleh Menteri Pariwisata untuk menambah agenda wisata mereka selain Festival Tabut ini. Target kenaikan wisatawan ke Bengkulu adalah 40% dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Untuk perbandingan misalnya, kota Solo saja memiliki 58 agenda pariwisata. Bengkulu yang dilengkapi kekayaan budaya dan alam seharusnya dapat menambah agenda wisata selain Festival Tabut.

Sejarah Festival Tabut Bengkulu

Tabut merupakan sebuah legenda di Bengkulu. Tabut merupakan kegiatan masyarakat lokal untuk mengenang kisah kepahlawanan serta kematian dari cucu Nabi Muhammad SAW yaitu Husein bin Ali bin Abi Thalib. Ia meninggal dalam sebuah peperangan berhadapan dengan pasukan Ubaidilah bin Zaid di medan pertempuran padang Karbala di Irak pada 10 Muharam periode 61 Hijriah (atau 681 M).

Pertama kali Tabut dikenalkan dan dilakukan oleh Syeh Burhanudin atau dikenal juga sebagai Imam Senggolo tahun 1685. Ia dikenal sebagai penyebar Islam di Bengkulu. Imam Senggolo menikahi perempuan Bengkulu yang kemudian keturunannya disebut keluarga Tabut.

Secara turun temurun, Tabut dilaksanakan setiap tahun oleh anggota Keturunan Keluarga Tabut (KKT) Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 1 sampai 10 Muharam untuk memperingati dan merayakan tahun baru Islam.

Inti dari Festival Tabut adalah sebuah simbol dalam mengumpulkan seluruh anggota tubuh Husein untuk diantar dan dimakamkan di Padang Karbala. Ini juga kemudian sekaligus menjadi simbol keprihatinan atas perilaku sosial manusia yang tidak segan melakukan pengkhianatan untuk mencapai kekuasaan.

Tahapan Tabut

Kegiatan Tabut ini memiliki tahapan. Apa saja? Tahapan tabut adalah:

  • Mengambik tanah
  • Duduk penja
  • Meradai
  • Merajang
  • Arak penja
  • Arak serban
  • Gama atau masa berkabung
  • Arak gedang
  • Kabut terbuang

Festival tabut tidak sekedar sebuah kegiatan prosesi bernuansa ritual. Ada juga beberapa kontes yang harus dimenangkan. Kontes itu seperti:

  • Kuda tradisional
  • Tarian Tabut
  • Seni budaya lainnya

Lokasi Tabut kebanyakan ada di sekitar Balai Raya Semarak Bengkulu, kediaman Gubernur dan lapangan Polda Bengkulu.

Festival Tabut bukanlah sekedar aktivitas pariwisata melainkan sekaligus pengegrak ekonomi daerah ini.

Akses Ke Festival Tabut

Untuk Anda yang berminat memiliki pengalaman Festival Tabut tidak perlu khawatir karena cukup mudah sekarang ini menjangkau Bengkulu.

Baik melalui moda transportasi udara maupun darat dapat ditempuh untuk menjangkau kota Bengkulu.

Cukup banyak penerbangan langsung setiap hari dari Jakarta . Setidaknya ada 6 penerbangan ke Bengkulu setiap hari yang disediakan oleh maskapai Sriwijaya Air, Lion Air, Citilink, dan Garuda Indonesia.

Jalur darat dapat ditempuh menggunakan Bus antar Provinsi jalur lintas barat dan timur. Lintas Barat mulai dari Jakarta ke Bandar Lampung, hutan tropis Liwa, Taman nasional Bukit Barisan Selatab dan Krui.

Akomodasi tersedia di Bengkulu mencapai 50 hotel dan penginapan. Pilihannya beragam mulai dari homestay sampai hotel berbintang ada semua di Bengkulu. Seperti sudah diatur sebagai destinasi wisata. Hotel-hotel di Bengkulu lokasinya cukup dekat dengan destinasi wisata (ilustrasi: klikwarta.com)