Categories
Media Sosial

Trend Media Sosial Indonesia : Pelajaran Penting dari Media Tradisional

“Trend media sosial Indonesia cenderung positif jika kita melihat media tradisional yang ada”

Apakah Anda sepakat dengan pernyataan trend media sosial di atas? Sesuai dengan judul, kali ini saya ingin membahas pelajaran apa yang bisa diambil dari beberapa media cetak nasional yang saya baca.

Facebook dan Twitter Merupakan Trend di Indonesia

Kedua media sosial ini menjadi primadona di Indonesia, meskipun sebenarnya banyak bentuk media sosial lainnya seperti blog, you tube, google+, linkedin, dan sebagainya.

Baca: Cara Membuat Foto Unik di Instagram

Media tradisional dengan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi mulai menggandeng media sosial terutama facebook dan twitter, dan sepertinya kalangan bisnis dan dunia politik berbaris dibelakang mengambil tindakan serupa. Lihat ilustrasi di bawah :

Sepertinya saya tidak perlu menyibukkan diri sendiri membahas mengapa dan bagaimana facebook dan twitter bisa menjadi trend di Indonesia, cukup melihat ilustrasi di atas sepertinya tidak akan ada yang membantahnya.

Memang faktanya saat ini dan sepertinya sampai tahun ini berakhir facebook dan twitter akan merajai dunia media sosial di Indonesia. Jutaan pasang mata pembaca media tradisional tentu akan melihat simbol-simbol facebook dan twitter yang ada di hadapan mereka, dan ini akan mengkonfirmasi bahwa … “oohh, mereka ada di facebook dan twitter juga ya” dan bukan tidak mungkin sang pembaca akan segera memeriksa akun facebook/twitternya untuk segera mengambil tindak lanjut, entah itu follow, like, re-tweet, atau memberi komentar di status mereka.

Baca: Cara Repost di Instagram

Jadi memang itulah intinya. Akses lebih luas merupakan dampak yang dicari. Dengan memberitahukan kepada khalayak umum keberadaan Anda di facebook dan twitter pembaca akan memeriksa akun Anda, karena saya cukup yakin sebagian besar pembaca media tradisional adalah pengguna facebook atau twitter juga.

Jika informasi yang diberikan melalui kedua media sosial ini menarik pembaca tentu akan ada tindak lanjutnya. Pada tahap ini Anda telah membentuk suatu ikatan sosial dengan pengguna lainnya, Anda mulai dipandang sebagai pihak yang memberi manfaat untuk mereka.

Baca: Cara Nonton Youtube Tanpa Kuota Internet Pakai Android

Lebih jauh lagi, mereka akan percaya pada produk Anda. Sampai pada saatnya pengguna media sosial percaya dan tertarik dengan informasi Anda di facebook atau twitter, maka Anda telah berhasil membentuk brand atas diri Anda atau produk yang Anda promosikan.

Pelajaran Media Sosial yang Bisa Didapatkan

Seperti saya sebut di awal-awal artikel, media tradisional tidak hanya memberi informasi atau iklan. Jika Anda cermati lebih dalam ada pelajaran marketing media sosial yang bisa didapatkan, menarik bukan? Lihatlah gambar di bawah ini.

Sindonews.com Apa yang Anda pikirkan? Rooney? Pin BB? Hotline SMS? Website? Email? Facebook atau Twitter? Facebook atau twitter -lah yang mencuri perhatian saya. Mengapa? Karena koran yang saya baca ini memberi pelajaran berharga tentang bagaimana Anda dapat mendekatkan diri kepada kedua media sosial itu dengan baik.

Baca: Rekor Video Paling Banyak Ditonton di Youtube

19 replies on “Trend Media Sosial Indonesia : Pelajaran Penting dari Media Tradisional”

Kalau untuk pengusaha kecil seperti saya, media sosial itu berkah. Promosi di media tradisional memang efektif tapi mahal. Maka bijaksana rasanya jika memanaatkan Twitter, Facebook dan blog dalam mengenalkan usaha kita. Murah. Disamping keakraban yg terjalin dengan pelanggan jauh lebih intens..

Masukan yang menarik, media sosial bisa menjadi alternatif promosi untuk UKM jika dimanfaatkan secara tepat

Benar sekali, ada yang berhasil menjalankan bisnis dengan facebook atau twitter namun di sisi lain ada juga yang tidak berhasil. Terlepas dari berhasil atau tidak, media sosial menjadi pintu akses tambahan untuk memperluas promosi suatu jenis usaha.

jaman sekarang memang SOCMED lagi digandrungi banyak orang, gak heran kalo beberapa orang manfaatin Socmed untuk promosi bisnis atau apalah itu

Saya follow dan like fan page banyak akun brand, Mas. Kadang me-RT dan like status mereka, kadang ya komplen juga soal layanan buruknya. 😀

Nah, soal meletakkan di blog, khusus twitter saya lakukan. Tapi untuk Facebook saya tidak lakukan karena teman saya sudah 5.000 orang dan nggak bisa nambah teman lagi. 😥 Kecuali untuk orang tertentu yang akan saya terima pertemanannya, saya harus remove dulu beberapa akun. :mrgreen:

Berharap sih ini lomba seo (ngarep). Sayangnya bukan. Artikel ini edisi bulanan berbahasa Indonesia tentang tips ngeblog dari blog ini. Kebetulan saya lagi pengen membahas masalah media sosial, jadi deh artikel ini.

Pada kenyataannya socmed di negeri ini sudah seperti call center, lebih gampang diingat. Sebagian orang menganggapnya sebagai jam ‘weker’,….
Akh…. masing2 punya posisi menempatkan mereka di pribadi masing2 🙂

bener juga socmed memang punya tempat tersendiri di pribadi setiap orang, tapi memang saat ini trennya positif ya kita lihat saja sampai kapan tren ini bertahan 🙂

Mas, tindak lanjut dari baca ebook nih. Ada satu yang mengganjal.

Memang, meletakkan link yang mengarah ke postingan yang sama, itu sudah saya ketahui sejak lama.

Tetapi pertanyaannya: Apakah Google tidak menyangka kita melakukan tindakan yang salah? Ketika dicrawl, nanti mereka akan berputar-putar saja di tulisan ini?

Itulah sebabnya saya hanya melakukannya satu kali. Itu kan trik anchor text. Trik ini juga yang di pakai Carl Ocab (blogger Filipina) untuk mengunci keyword “make money online” ke blog-nya. Coba saja tes, ketik make money online di search engine ggle … dia dengan mantab berada di no. 1 dari hampir 2 milyar pencarian. Trik mudah yang dia gunakan adalah bertukar link dengan banyak blogger dengan menerapkan anchor text “make money online” yang mengarah ke blog-nya.

Untuk meyakinkan blogger lain mau memberikan link dengan anchor text yang kita mau jelas bukan hal mudah, namun untuk artikel sendiri tentu lebih mudah. Tujuannya sama untuk mempertegas saja ke search engine bahwa keyword phrase itu milik blog kita. Jika berlebihan tentu berbahaya, nanti kita dicurigai melakukan penyalahgunaan yang berakibat artikel kita di depak dari indeksasi.

[…] Trend Media Sosial Indonesia : Pelajaran Penting dari Media Tradisional […]

[…] (catatan : beberapa gambar dalam artikel ini mengandung promosi, namun demikian saya pribadi tidak mendapat keuntungan apapun atau memiliki kepentingan apapun. Saya mencantumkan gambar itu di artikel ini hanya untuk memperkuat argumen saya mengenai trend media sosial Indonesia) […]

Udah tervukti media sosial online menjadi soulusi yang praktif tapi ga bisa dianggap remeh. Kalau dimanfaatkan bisa jadi “jembatan” yang menghubungkan kita dengan potensi pasar yang ada.

Comments are closed.

SHARE THIS POST

0
0
0
0
Explore More:
Contact | Privacy Policy | About Us