Memperbesar Peluang Menghasilkan Uang Melalui Banner Iklan
Artikel di blog bisa memberikan ruang untuk banner iklan yang baik kepada pembaca. Banner iklan ini juga bisa memberi variasi atas banyaknya kata-kata yang sedang dicerna pembaca.
Untuk contoh misalnya kita ingin mempromosikan produk dengan memasang banner iklan pada sebuah artikel blog 1500 kata. Kita bisa menempatkan banner iklan itu pada bagian kata ke-750 dan mendekati akhir artikel. Hati-hati dalam melakukan ini karena jika terlalu banyak banner akan mengacaukan fokus pembaca dari manfaat yang diberikan artikel blog itu.
Dalam usaha kita menghasilkan uang dari artikel blog sangat penting untuk mengedepankan manfaat yang akan diterima pembaca dari konten yang diberikan, oleh karenanya jangan terlalu berlebihan memberi banner iklan di artikel blog.
Apakah penjelasan di atas sulit dipahami? Marilah kita simak ilustrasi dibawah ini untuk mempermudah pemahaman.
Sebagai contoh cara menulis artikel di blog adalah konten berjudul “Sejarah Bisnis Coca-Cola …. “. Artikel di blog dengan1800-an kata itu memiliki variasi konten berupa tulisan, foto dan video.
Jika diperhatikan dengan seksama, iklan muncul pada kalimat ke-1131. Iklan diberikan di sini karena pada ukuran ini, fokus pembaca sudah tertuju pada konten (tanpa ada apapun di bagian side bar). Akhirnya spot iklan mendapatkan ekspose lebih baik kepada pembaca. Alhasil peluang mendulang uang pun semakin besar dari cara ini. (lihat ilustrasi di atas)
Kemudian iklan kedua muncul di bagian akhir artikel panjang. Lagi-lagi spot iklan muncul dibelakang latar berwarna putih (atau cerah) memberi fokus “perhatian/minat” pembaca atas iklan yang ditampilkan.
Penampilan iklan pada artikel di blog ini bisa memberi efek ‘mencuri perhatian” pembaca untuk melihat iklan lebih jauh karena sudah tidak ada lagi fokus dari bagian lain blog kecuali konten itu sendiri.
Cara menulis artikel di blog ini juga terbilang etis karena kita tetap mengedepankan manfaat artikel tanpa mengacaukan fokus pembaca dengan jumlah banner iklan yang berlebihan. Jadi pada akhirnya, ini bisa menjadi win-win solution.
Membuat Kita Terlihat Seperti Ahli
Menjadi ahli ketika terapkan cara menulis artikel blog sangatlah penting. Karena keahlian akan meningkatkan otoritas blog. Artikel blog jelas akan memberi ruang lebih kepada penulis untuk menjelaskan suatu permasalahan secara detil dalam memberi solusi. Pada akhirnya, pencipta konten akan belajar secara tidak sadar, karena semakin penulis ingin memberikan detil dalam artikel blog semakin penulis belajar dua hal utama, yaitu mengasah skil menulis dan memperdalam topik yang dibahas.
Semakin banyak artikel blog yang diciptakan, semakin terasah kedua skil yang sudah disebutkan tadi.

16 replies on “Cara Membuat Artikel di Blog”
baru ngeblog lagi, jadi klo bikin artikel panjang2 masih agak pusing, hehe
Saya dulunya cukup sering membuat artikel panjang untuk blog (juga temanya agak sedikit serius) dan itu membuat blog saya sangat kecil pengunjungnya. Karena dalam asumsi saya, orang sangat malas membaca artikel panjang: bikin bosan dan membuat mata lelah. Akhirnya, saya sekarang lebih memilih menulis pendek-pendek saja, yang penting pesan yang ingin saya sampaikan mengena.
Hohoho. .
Sebagian besar artikel yang saya tulis itu panjang lho, Mas. Apalagi kalau tentang kontes atau cerita perjanalan wisata. Bisa panjang bangeet. Baru menyentuh 1000 kata sih.
Kalau saya menulis artikel panjang biasanya kan berisi informasi tuh, ya -siapa tau- bisa menjadi referensi bagi yang membutuhkan.
Tapi , kalau “Membuat Kita Terlihat Seperti Ahli” entahlah.
Saya siap menulis panjang, asal bukan curhatan. 😆
Komentar panjang juga perlu, ya. .
Beberapa hari ini saya mencoba tips dari anda untuk membuat postingan panjang sehingga bisa nangkring di Page One dan trafik mengalir terus dan hasilnya benar benar luar biasa. ini mungkin efek dari Google Hummingbird Mas?
Saya suka artikel yang panjang, mudah dioptimasikan dibandingkan artikel pendek dengan kata yang kurang dari 350 kata namun buatnya butuh waktu yang lebih lama..
Sampai sekarang saya belom pernah nulis artikel yang panjang, sih, Mas. Kalau suami, lumayan sering tuh nulis satu judul di atas 2.000 kata. Waduh, kalo saya sih, nggak kuat. Maksimal 500-1.000 kata.
Belom pernah lihat juga soal relatifitas pendapatan blog saya (dalam hal ini GA) terhadap panjang pendeknya artikel. Soalnya GA bukan sumber utama, hihihi, masih nunggu advertorial aja, sekali nulis udah lumayan, hahahahaha….
Setuju buat artikel yang panjang. Apalagi untuk blog baru yang saya buat beberapa hari yang lalu. Semangat …. 🙂
http://googletorial.blogpot.com
Mantap mas motivasinya, jadi ingin membuat artikel secara detail (panjang), dan contohnya sudah ada pada halaman ini.
[…] pada prinsipnya pembaca tidak mempermasalahkan artikel panjang selama manfaat yang diberikan memang bernilai bagi […]
[…] Baca studi kasus notordinaryblogger bahwa artikel panjang membawa banyak keuntungan […]
Iya gan, membuat artikel yang panjang banyak sekali manfaatnya. Baru-baru ini saya baru bisa menulis artikel sampai 900 kata lebih gan. Waktu saya belajar di AB, untuk mendapatkan SERP yang baik itu minimal harus 500 hingga 700 kata. 🙂
Kesini juga ya gan == > http://www.rickyrachmanto.com
@Ricky: yup, studi kasus saya membuktikan memang artikel panjang tidak sia-sia jika dipersiapkan dengan baik untuk diterbitkan di sebuah blog.
terima kasih atas informasinya…pertanyaan saya sebagai nubie. apakah artikel panjang bisa berguna untuk web jual beli secara online ?
terima kasih
Tentu saja bisa …. artikel panjang pada intinya SEO Friendly jadi bisa menarik pengunjung organik (dari mesin pencari). Yang penting adalah bagaimana artikel panjang itu dipersiapkan untuk mengarahkan pengunjung membeli sesuatu di toko online tersebut
[…] Baca: Cara Membuat Artikel di Blog […]