Categories: Kesehatan

Bermalas Malasan Bikin Panjang Umur? Kok Bisa?

Share

Bermalas malasan memang identik dengan suatu hal yang kurang disukai orang. Namun apakah benar jika bermalas malasan bikin panjang umur? Menjaga keaktifan tubuh digadang-gadang memberikan dampak kesehatan untuk badan yang berkorelasi dengan bertambahnya angka harapan hidup. Namun membiarkan diri Anda sedikit menikmati kemalasan juga turut berperan dalam menangkal kematian dini alias menambah umur Anda.

Ini berarti ketika Anda merasakan nikmat terbaring bebas di tempat tidur tanpa melakukan aktivitas fisik, sesekali tidak perlu khawatir. Selama ini sugesti yang diajarkan adalah untuk berlatih fisik bukan?

Penelitian dari Universitas Kansas dan Oxford membuktikan jika bermalas malasan berhubungan dengan bertambahnya umur. Memang benar adanya sudah banyak penelitian yang mengungkap manfaat olahraga. Riset terbaru dari kedua universitas tadi dianggap berhasil membuktikan kaitan malas-malasan dengan bertambahnya harapan hidup.

Pelaksanaan riset dilakukan dengan memeriksa fosil berusia sangat tua (lima juta tahun usianya) sampai sekarang. Fokus lain juga diberikan pada 300 tingkatan metabolisme spesies beragam. Tujuan fokus itu untuk memastikan kebutuhan energi untuk bertahan hidup sepanjang hayat. Riset itu menemukan jika spesies dengan kebutuhan banyak energi untuk mempertahankan hidupnya akan lebih mungkin lebih cepat mati.

Di sisi lain, spesies dengan kebutuhan energy lebih sedikit memiliki kemungkinan berkembang lebih besar. Dari temuan penelitian itulah disimpulkan jika bermalas-malasan akan menambah angka harapan hidup. Riset ini memang terbilang dini, namun peneliti memastikan jika bermalas-malasan tetap memberikan manfaat.

Namun porsinya harus sesuai. Jadi tidak berarti hanya mengedepankan malas-malasan dengan target umur panjang. Sebagai makhluk hidup tidaklah tepat untuk memutuskan menjadi seorang yang pemalas kemudian berharap umur panjang. Pilihan untuk hidup aktif merupakan pilihan yang terbaik.

Related Post

Lantas bagaimana jika terlalu banyak olahraga? Katie Austin, Pelatih Kebugaran bersertifikat mengungkap jika 30-40 menit berolahraga setiap hari sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan ideal aktivitas fisik tubuh manusia.

Terlalu besar porsi olahraga juga malah akan mendatangkan masalah yang tidak sepele. Jika terlalu intens berolahraga tubuh akan menerima beban berat karena tubuh perlu pemulihan dengan istirahat.

Jadi pada prinsipnya, perlu ada keseimbangan antara gaya hidup aktif dengan malas-malasan. Anda tidak perlu memaksakan diri untuk beragam aktivitas yang kurang diinginkan.

Misalkan Anda tidak begitu suka lari pagi, namun memaksakan untuk lari pagi karena dianggap bermanfaat. Anda mungkin dapat menggantinya dengan menggunakan tangga di kantor ketimbang lift untuk berpindah lantai.

Jika Anda sudah melakukan olahraga rutin setiap minggu itu sudah lebih dari cukup. Sekiranya Anda sudah mempraktikan gaya hidup sehat dengan pola makan yang tepat, maka sedikit berbaring malas di sofa atau kasur seharian tidak perlu takut untuk diserang penyakit.