Contoh Kasus Perbedaan Properti Investasi dan Aset Tetap
Untuk memudahkan pemahaman akan perbedaan properti investasi dan aset tetap ini sebuah contoh akan sangat membantu. Misalkan PT Prospek dan anak usahanya mempunyai properti ini:
- Tanah yang dimiliki PT Prospek, dibeli dengan tujuan penjualan kembali jika harganya naik
- Bangunan kosong kepunyaan PT Prospek dan disewakan untuk kegiatan operasional
- Properti yang dimiliki oleh PT Peluang, anak usaha PT Prospek (yang sebuah perusahaan properti), akan dijual perusahaan sebagai kegiatan usaha
- Properti PT Prospek yang dipakai untuk proses produksi
- Hotel yang dimiliki PT Jitu, anak usaha PT Prospek lainnya, dan PT Peluang memiliki jasa keamanan untuk barang kepunyaan tamu hotel.
Bagaimana pengelompokan properti investasi dan aset tetapnya?
Untuk properti nomor 1 dan 2 masuk dalam kelompok properti investasi.
Properti nomor lima juga sebuah properti investasi jika jasa keamanan untuk barang tamu hotel adalah bagian yang signifikan.
Properti nomer 3 adalah persediaan (sesuai dengan pengaturan PSAK 14 persediaan) dan properti nomor 4 adalah aset tetap (PSAK 16 Aset Tetap).
One reply on “Perbedaan Properti Investasi dan Aset Tetap”
[…] asuransi untuk properti pribadi Anda. Jika Anda berbisnis sewa properti, tentu saja asuransi properti akan menjamin usaha sewa menyewa Anda. Asuransi dapat membantu jika Anda menderita penyakit serius […]