Merek Susu Formula Yang Kandungannya Sama Dengan ASI

  • 3
    Shares

Mencari merek susu formula yang kandungannya sama dengan ASI tentu akan menjadi pilihan penting seorang ibu. Memilih antara ASI atau susu formula dapat menjadi keputusan dilematis seorang ibu.

Sejumlah organisasi kesehatan mulai dari American Academy of Pediatrics (AAP), American Medical Association (AMA) dan World Health Organization (WHO) merekomendasikan ASI sebagai pilihan terbaik untuk diberikan ibu kepada bayinya. ASI membantu pertahanan tubuh bayi terhadap infeksi, mencegah alergi, dan kondisi kronis lainnya.

AAP menyarankan jika bayi diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan tertama. Lebih dari 6 bulan, ASI disarankan sampai setidaknya 12 bulan dan lebih lama, jika ibu dan bayi masih menghendakinya. Meskipun ahli meyakini jika ASI merupakan nutrisi terbaik untuk anak, ASI mungkin saja tidak memungkinkan untuk semua ibu. Kebanyakan alasan pemberian ASI akan didasarkan pada beberapa pertimbangan seperti tingkat kenyamanan, gaya hidup, sampai kondisi kesehatan tertentu dari sang ibu.

Untuk para ibu yang tidak dapat memberikan ASI karena alasan tertentu, susu formula merupakan alternatif yang dapat diberikan. Susu formula yang kandungannya sama dengan ASI akan menjadi pilihan utama para ibu. Bayi dapat tumbuh dengan nutrisi yang dibutuhkan melalui pemberian susu formula yang tepat.

Beberapa ibu mungkin khawatir jika tidak memberikan ASI maka tidak muncul ikatan antara ibu dan bayi. Faktanya adalah kecintaan ibu akan selalu menciptakan ikatan khusus ibu dan bayi. ASI, terlepas dari caranya merupakan media untuk memperkuat ikatan ibu dan anak tersebut.

Keputusan untuk memberikan ASI atau susu formula merupakan keputusan pribadi. Terlepas dari pro kontra pemakaian susu formula, setiap pilihan punya pertimbangan masing-masing. Untuk memudahkan berikut ini ulasan yang berhasil dirangkum notordinaryblogger:

Semua Tentang Pemberian ASI

ASI dapat menjadi pengalaman berharga untuk ibu dan bayinya. Hal itu menciptakan ikatan special yang didambakan para ibu.

Sebagai contoh, berikut ini beberapa manfaat dari pemberian ASI:

Melawan infeksi dan beberapa kondisi serupa lainnya. Bayi yang menerima ASI akan lebih jarang terkena infeksi dan masalah rumah sakit dibandingkan bayi yang mengkonsumsi susu formula. Selama ASI, antibody dan factor pelawan kuman lainnya berpindah dari ibu kepada bayi dan memperkuat sistem imunitas tubuh bayi. Ini akan membantu menurunkan berbagai peluang untuk menderita infeksi termasuk:

  • Infeksi telinga
  • Diare
  • Infeksi saluran pernafasan
  • Meningitis

ASI juga mampu melindungi bayi dari beberapa masalah seperti:

  • Alergi
  • Asma
  • Diabetes
  • Obesitas

Untuk bayi premature, ASI akan lebih menguntungkan.

Nutrisi dan kemudahan pencernaan. Makanan sempurna untuk sistem pencernaan bayi, komponen ASI (laktosa, protein dan lemak) sangat mudah dicerna bayi yang baru lahir. ASI cenderung lebih mudah dicerna sehingga bayi penerima ASI lebih jarang menderita diare atau konstipasi.

ASI juga secara alami mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan bayi baru lahir. Satu pengecualian adalah vitamin D (rekomendasi AAP bahwa semua bayi ASI akan menerima suplemen vitamin D selama 2 bulan pertama dan berlanjut sampai bayi mengkonsumsi vitamin D dalam jumlah cukup).

The US Food and Drug Administration (FDA) mengatur jika semua perusahaan susu formula wajib menjamin kandungan nutrisi yang dibutuhkan bayi (termasuk vitamin D) dalam produk susu formula mereka. Namun tetap saja, formula dari susu komersial belum sebanding dengan komposisi nutrisi ASI. Kenapa demikian? Karena ASI merupakan nutrisi alami dari setiap ibu untuk individu anak mereka masing-masing. Proses ini tidak dapat ditiru dalam sebuah pabrik.

Gratis. ASI jelas tidak ada biayanya alias gratis. Di sisi lain, susu formula harganya cenderung meningkat. Kecuali Anda memompa ASI dan memberikannya kepada bayi, pemberian ASI tidak membutuhkan botol susu dan beragam kebutuhan lainnya yang memakan biaya. Pengeluaran ekstra untuk biaya pengobatan dapat juga berkurang karena bayi penerima ASI cenderung jarang sakit.

Rasa berbeda. Ibu yang memberikan ASI cenderung membutuhkan 500 ekstra kalori per harinya. Ini berarti sang ibu harus memakan beragam makanan seimbang. Ini memberikan bayi rasa berbeda akan ASI yang didapatkan dari ibunya. Rasa ASI akan bergantung dari apa yang dimakan sang ibu. Dengan merasakan rasa makanan atas panganan dari ibunya, bayi penerima ASI cenderung mudah menerima makanan solid/padat.

Kenyamanan. Tanpa ada kekhawatiran kehabisan stok, ASI selalu tersedia segar baik di dalam rumah ataupun di luar rumah. Ketika wanita memberikan ASI, tidak perlu mencuci botol atau memanaskan botol susu di tengah malam.

Bayi lebih cerdas. Beberapa studi meyakini jika anak yang menerima ASI ekslusif memiliki IQ sedikit lebih tinggi dibandingkan anak yang menerima susu formula.

Kontak fisik. Banyak ibu pemberi ASI menikmati pengalaman ikatan yang sangat dekat dengan bayi mereka. Kontak fisik dapat meningkatkan hubungan emosional antara ibu dan bayinya.

Bermanfaat untuk ibu. Kemampuan untuk merawat bayi dapat menumbuhkan kepercayaan diri seorang ibu. ASI juga dapat membakar kalori dan melangsingkan uterus. Dengan demikian, ibu pemberi ASI mungkin sanggup kembali ke bentuk tubuh sebelum hamil lebih cepat. Lebih lanjut lagi, sebuah studi menunjukkan jika ASI membantu menurunkan resiko kanker payudara, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular, serta menurunkan resiko kanker uterus dan kanker ovarium.

Baca: Manfaat Minum Air Hangat untuk Jantung

 

Tantangan Pemberian ASI

Pemberian ASI dapat mudah sekali untuk beberapa ibu dan tidak demikian untuk beberapa ibu lainnya. Ibu dan bayi membutuhkan kesabaran untuk rutinitas ASI. Kebanyakan kekhawatiran dari ibu muda, khususnya selama beberapa minggu pertama adalah kenyamanan pribadi. Awalnya, banyak ibu merasa tidak nyaman dengan pemberian ASI. Namun setelah mendapat edukasi, dukungan, dan praktik, kebanyakan ibu akan melewati masa “ketidaknyamanan” itu.

Rasa sakit bagian laktasi merupakan hal yang normal untuk minggu pertama sampai 10 hari. Rasa ini akan mereda kurang dari 1 menit setiap kali pemberian ASI. Jika pemberian ASI terus terasa sakit, ada baiknya berkonsultasi kepada ahli laktasi atau dokter. Kebanyakan masalah, ini hanyalah masalah Teknik pemberian ASI. Terkadang rasa sakit juga pertanda adanya masalah seperti infeksi.

Waktu dan intensitas ASI. Pemberian ASI membutuhkan banyak waktu dan komitmen dari ibu, khususnya di permulaan ketika bayi sering membutuhkan ASI. Jadwal ASI sepanjang hari bukan tidak mungkin menyulitkan ibu yang juga bekerja atau harus bepergian. Bayi penerima ASI akan lebih sering makan dibandingkan bayi penerima susu formula. Hal ini karena ASI dicerna lebih cepat ketimbang susu formula. Ini berarti, ibu pemberi ASI akan merasa lebih lapar setiap 2 sampai 3 jam.

Tantangan diet. Wanita yang memberikan ASI perlu menjaga asupan makanan dan minuman. Apa yang dikonsumsi akan diberikan kepada bayi melalui ASI. Sama seperti waktu hamil, ibu pemberi ASI tidak disarankan mengkonsumsi ikan mentah. Jika ibu mengkonsumsi alcohol, dosis kecil sekalipun akan terhantar ke bayi melalui ASI. Ibu harus menunggu setidaknya 2 jam setelah seteguk alcohol sebelum memberikan ASI. Asupan karefin harus dijaga tidak melebihi 300mg (sekitar satu sampai 3 cangkir kopi) atau kurang per harinya. Kafein berlebihan dapat menyebabkan masalah sulit tidur dan iritasi pada beberapa bayi.

Masalah medis dan operasi payudara. Kondisi medis seperti HIV atau AIDS atau masalah medis lain yang melibatkan kemoterapi atau perawatan dengan obat khusus akan membuat ASI tidak aman untuk bayi. Ibu sebaiknya memeriksakan kesehatan ke doctor jika tidak yakin apakah harus memberikan ASI atau tidak dengan kondisi kesehatan khusus.

Wanita yang telah melewati operasi payudara mungkin mengalami masalah dengan pasokan ASI. Dalam kondisi ini, sebaiknya bicarakan dengan doctor ahli untuk kepentingan pemberian ASI.

 

Semua Tentang Susu Formula yang Kandungannya Sama dengan ASI

Sebuah susu formula merupakan nutrisi alternatif terbaik pengganti ASI dan bahkan mengandung suplemen vitamin dan nutrisi yang tidak ada dalam ASI.

Produsen susu formula dalam kondisi steril yang baik mencoba untuk menduplikasi ASI menggunakan kombinasi kompleks gula, protein, lemak, vitamin yang tidak mungkin diciptakan sendiri di rumah. Jadi jika Anda tidak mampu memberikan ASI, penting untuk menggunakan susu formula dan tidak meramu sendiri susu campurannya.

Selain pertimbangan medis yang membuat ASI tidak dapat diberikan, untuk beberapa wanita, ASI mungkin terlalu sulit dan membuat stress. Inilah beberapa alasan umum seorang wanita memilih susu formula yang kandungannya sama dengan ASI:

Kenyamanan. Baik ayah maupun ibu dapat memberikan asupan susu formula melalui botol kapanpun (ini juga berlaku untuk ASI pompa). Kondisi ini memungkinkan ibu berbagi tugas ASI dan membuat ayah lebih terlibat dalam proses itu.

Fleksibilitas. Saat botol sudah dibuat, ibu dapat melanjutkan aktivitas rutin. Ibu juga tidak perlu mencari tempat khusus untuk memberikan ASI.

Waktu dan frekuensi pemberian susu. Karena susu formula lebih sulit dicerna dibandingkan ASI maka bayi penerima susu formula akan lebih jarang mengkonsumsi susu.

Diet. Wanita yang memilih menggunakan susu formula tidak perlu khawatir tentang apa yang mereka makan atau minum dapat pengaruhi bayi.

 

Tantangan Pemberian Susu Formula yang Kandungannya Sama dengan ASI

Sama halnya dengan ASI, ada beberapa tantangan dalam pemberian susu formula. Beberapa diantaranya adalah:

Kurang antibody. Tidak ada kandungan antibody dari ASI dapat dibuat dalam susu formula.

Tidak dapat menyamai kompleksitas ASI. Susu formula tidak dapat menyamai struktur kompleksitas ASI yang berubah seiring perubahan pada bayi itu sendiri.

Persediaan. Orang tua pengguna susu formula harus menjamin persediaan susu formula di rumah. Ini untuk memastikan pasokan susu yang dibutuhkan bayi untuk berkembang. Selain persediaan susu, kebersihan alat-alat seperti botol dan lainnya harus tetap terjaga.

Biaya. Tentu saja biaya pembelian susu formula akan menjadi pengeluaran ekstra orang tua.

Kandungan gas dan konstipasi. Kemungkinan mengalami gangguan gas dan konstipasi lebih besar dialami bayi yang mengkonsumsi susu formula.

Baca: Manfaat Minum Susu Sebelum Tidur untuk Kecantikan

 

Membuat Pilihan

Saat harus membuat pilihan bagaimana Anda memberikan susu formula atau ASI ini bukanlah perkara mudah. Anda hanya akan tahu pilihan yang tepat saat bayinya sudah mencoba.

Banyak ibu memutuskan satu metode sebelum kelahiran bayi kemudian berubah pikiran ketika bayi sudah lahir. Tidak sedikit juga yang memberi ASI dikombinasikan dengan susu formula karena dianggap pilihan terbaik untuk keluarganya.

Merek Susu Formula Yang Kandungannya Sama Dengan ASI Tersedia di Indonesia

Nestle Nan (untuk usia 1 sampai 3 tahun)

NAN pHPro 3 memiliki kandungan protein whey terhidrolisis parsial dengan kualitas tinggi sehingga mudah dicerna dan membantu pembentukan otot bayi. NAN pHPro 3 juga dilengkapi kandungan Kalsium, yang berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. Ada juga Kandungan asam lemak esensial LA dan ALA, 12 vitamin dan 9 mineral serta probiotik Bifidobacterium lactis melengkapi manfaat NAN pHPro 3 untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan buah hati Anda.

 

Bebelove (untuk usia 0 sampai 6 bulan)

Susu formula Bebelove 1 mengandung prebiotik FOS yang berperan untuk kesehatan pencernaan, kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi Anda, serta zat besi untuk mencegah masalah anemia, dan susu ini bebas penambahan gula pasir yang dapat mengakibatkan obesitas, susu ini tersedia dalam rasa plain yang akan disukai oleh bayi Anda.

 

SGM Ananda (untuk usia 0 sampai 6 bulan)

Mengandung DHA & AA, Protein Whey, Campuran Minyak Nabati, Laktosa, FOS-Inulin, Vitamin, dan Mineral untuk memberikan nutrisi yang lebih untuk bayi sehingga pertumbuhan bayi menjadi lebih optimal. Susu ini merupakan makanan pendamping sehingga tidak bisa menjadi pengganti ASI atas kehendak sendiri. Susu ini hanya boleh dikonsumsi atas petunjuk dokter atau ahli kesehatan anak lainnya

 

Enfamil A+ (untuk usia 0 sampai 6 bulan)

Mengandung DHA dan ARA yang baik untuk perkembangan otak. Susu bayi pendamping ASI dan nutrisi tambahan bagi bayi

 

Morinaga Chil Kid Platinum (untuk usia 1 sampai 3 tahun)

Mengoptimalkan dasar modal kecerdasan si kecil dengan kandungan nutrisi seperti Kolin, Asam Lemak Esensial (Omega 3), Asam Linoleat (Omega 6), Zat Besi

 

Itulah Ulasan Merek Susu Formula Yang Kandungannya Sama Dengan ASI

Pada prinsipnya ASI tetap tidak dapat ditiru oleh sebuah susu formula. Hanya saja beberapa susu formula dapat berfungsi sebagai pelengkap dari kebutuhan nutrisi bayi. Saat akan memutuskan penggunaan susu formula tidak ada salahnya berdiskusi dengan teman, sahabat ataupun dokter untuk memutuskan penggunaan susu formula atau tidak. Semoga bermanfaat.


  • 3
    Shares

Leave a Reply

Close
HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+