3 Strategi Menguasai Pasar untuk Bisnis Anda


Pemasaran adalah ujung tombak sebuah usaha. Tanpa adanya pemasaran, tak ada gaji untuk membayar karyawan. Tanpa strategi pemasaran yang baik, sebuah usaha akan loyo dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat. Sebenarnya, pemasaran yang baik merupakan kunci keberhasilan sebuah bisnis. Dalam merancang sebuah strategi pemasaran agar mendapatkan hasil yang optimal, tentu diperlukan untuk menentukan strategi-strategi yang bisa meningkatkan profit usaha. Namun tak sedikit bagi para pelaku usaha yang merasa keteteran dalam merancang strategi menguasai pasar tersebut, karena banyak dari mereka yang masih memiliki persepsi pemasaran itu sulit untuk dilakukan apalagi jika produk yang dibuat adalah baru dan awam di tengah masyarakat.

Dalam kenyataannya, langkah pertama yang perlu Anda lakukan sebagai para pelaku usaha adalah dengan mengamati tingkah laku konsumen sebagai subjek sasaran utama usaha Anda.

Hal yang paling penting adalah dengan mengetahui kebutuhan konsumen, karena kenyataannya di pasar setiap konsumen memiliki banyak kebutuhan yang saling berbeda.

Mungkin sekarang di benak Anda terpikir bagaimana cara melayani kebutuhan konsumen yang begitu banyak dan berbeda ?

Apa Anda perlu melayani semua kebutuhan tersebut ? Jawabannya simpel, yaitu tidak. Anda tidak perlu melayani semua kebutuhan konsumen yang memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda-beda, karena yang harus Anda lakukan adalah fokus pada beberapa produk saja. Anda boleh melakukan berbagai macam bisnis apa saja yang dikehendaki, asalkan fokus satu persatu terlebih dahulu.

Di Indonesia terdapat seorang pengusaha dari sebuah salon l, setelah usaha salon-nya sukses dan tersebar di hampir setiap mall, ia kemudian membuat bisnis restoran donat. Meskipun jenis bisnisnya berbeda, tetapi pengusaha itu fokus terlebih dahulu. Nah, strategi semacam itulah yang dikenal dengan segmentasi pasar.

Tentu saja dalam dunia pemasaran, banyak sekali langkah yang dijadikan strategi jitu untuk menguasai pasar, dalam kenyataannya sekarang sebagai pelaku usaha sudah seharusnya Anda mengetahui strategi-strategi tersebut. Apa saja ? Mari simak ulasan berikut ini.

#1 Strategi Menguasai Pasar melalui Produk

Jangan lihat buku dari sampulnya. Pribahasa yang satu ini sudah begitu populer di tengah telinga masyarakat. Namun, dalam dunia pemasaran sampul atau kemasan merupakan bagian terpenting dalam sebuah produk. Sebaik dan seberkualitas apa pun suatu produk yang diciptakan tanpa adanya tampilan yang memikat hati pelanggan sudah dipastikan produk itu akan kalah bersaing dengan produk serupa yang kualitasnya bisa saja jauh lebih jelek.

Tampilan suatu kemasan produk tidak dapat dilepaskan dari desain. dalam bahasa sehari-hari desain diartikan sebagai sebuah perancangan, rencana, atau gagasan. Desain produk yang baik harus memenuhi kebutuhan masyarakat yang merupakan aktivitas praktis baik meliputi unsur-unsur ekonomi, sosial budaya, dan teknologi. Terlepas dari itu, terdapat beberapa metode desain produk yang setidaknya bisa dilakukan oleh para pelaku untuk menciptakan produk yang mampu memikat pelanggan.

Pertama, Explosing yaitu mencari inspirasi secara kritis untuk menghasilkan suatu desain produk yang belum pernah diciptakan. Kedua, Redifining merupakan  mengolah kembali suatu desain agar menjadi bentuk berbeda dan lebih baik. Ketiga, Managing yaitu menciptakan desain secara berkelanjutan dan terus-menerus. Keempat, Phototyping yaitu memperbaiki atau memodifikasi desain warna nenek moyang atau sarat dengan budaya. Terakhir, Trendspotting yaitu membuat desain produk berdasarkan tren yang sedang berkembang.

Merek

Bagi konsumen atau pelanggan merek merupakan suatu kebanggaan ketika memakai sebuah produk. Sebab, semakin terkenal sebuah merek semakin mahal pula harga jual produk sehingga membuat pelanggan merasa bangga menggunakannya. Dalam menciptakan merek, pelaku usaha lebih sering dihantui dengan ketakutan terhadap pemberian nama merek yang unik agar bisa dikenal masyarakat karena dewasa ini semakin banyak merek yang masuk ke pasar apalagi jika sudah banyak merek terkenal dari produk pesaing.

Dalam memberikan nama merek produk Anda perlu memperimbangkan karakteristik tertentu sebuah merek seperti mudah diucapkan, gampang diingat, nama merek sebisa mungkin disesuaikan dengan kegunaan produk, dan nama merek terdaftar agar terlindung secara hukum. Dengan begitu, merek bisa menjadikan sebanyak mungkin kesan tetntang suatu produk yang dijual terlebih dari kegunaan atau manfaatnya.

#2 Strategi Menguasai Pasar melalui Harga

Sebut saja ketika Anda membeli sebuah lemari dengan harga satu juta misalnya, sementara teman Anda hanya perlu membayar 800 ribu untuk barang yang sama. Pada awalnya, Anda berpikir sepertinya membayar terlalu banyak, setelah dicermati ternyata Anda mendapatkan garansi selama dua tahun, bonus berupa kursi, dan lemari itu dapat dikirmkan dalam waktu 24 jam. Sedangkan teman Anda tidak mendapatkan fasilitas-fasilitas tersebut. Terlepas dari itu, dalam pemasaran, harga yang lebih mahal dapat mencakup fasilitas tambahan lebih yang ditawarkan pelanggan. Namun, perlu disadari memperhitungkan biaya-biaya sebelum menawarkan harga kepada pelanggan merupakan hal yang sangat penting.

Penetapan Harga dan Biaya

Dalam menentapkan suatu harga tentu Anda sebagai pemegang usaha pastinya sudah menghitung berapa besar harga dasar atau harga bandrol dari produk yang dijual. Dari harga tersebut, Anda dapat mempertimbangkan isu-isu seperti bagaimana memasukkan biaya transportasi, diskon, permintaan terhadap produk Anda, reaksi dari pesaing, promosi, hingga aspek-aspek yang berbauran dengan pemasaran lainnya dan pada akhirnya berdampak pada keputusan penetapan harga akhir untuk produk dengan tingkat yang berbeda-beda. Misalnya, Anda menjual sepatu yang diproduksi di Bandung, untuk menjual sepatu di wilayah Bandung Anda bisa menetapkan harga sepatu itu lebih murah ketimbang menjualnya di luar Bandung dengan mempertimbangkan aspek biaya transportasi dan biaya-biaya lain yang mempengaruhinya.

Persaingan Harga

Persaingan harga terjadi ketika sebuah pelaku usaha menawarkan harga lebih rendah dibandingkan harga pesaing dengan pelayanan minimum, oleh karenanya mungkin Anda pernah mempertimbangkan untuk mencari alternatif maskapai penerbangan ketika hendak pergi ke suatu tempat. Ada beberapa maskapai yang menerapkan harga yang lebih murah sementara pelayanannya ternyata kurang begitu baik. Sebenarnya, dalam melakukan persaingan harga Anda boleh menetapkan harga yang murah tetapi tetap harus memberikan pelayanan optimal yang dikenal dengan  Value Pricing, artinya meskipun memberikan harga yang lebih murah daripada pesaing, Anda harus tetap memberikan pelayanan yang baik. Caranya yaitu dengan membuang biaya-biaya yang tidak perlu sehingga biaya kesuluruhan lebih kecil. Strategi ini nyatanya merupakan bentuk persaingan harga tetapi sudah dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan pelanggan terhadap nilai yang lebih baik dengan harga yang wajar.

Taktik Potongan Harga

Suatu ketika ada seseorang yang telah menuliskan daftar barang apa saja yang perlu dibeli. Tetapi, sesampainya ia di swalayan, ternyata ia malah membeli banyak barang dan mangkir dari daftar yang sudah dibuat. Alasannya ? Tentu saja karena diskon, “kalau gak sekarang kapan lagi dapat diskon ?” begitu alasannya. Memang benar pemberian diskon atau potongan harga merupakan strategi ampuh untuk menarik pelanggan dari berbagai kalangan. Selain diskon bisa menarik pelanggan baru, strategi ini juga mampu mempertahankan pelanggan lama.

Banyak perusahaan besar sepakat bahwa program diskon semacam ini mempunyai tingkat kesuksesan yang tinggi baik untuk mempertahankan pelanggan yang ada ataupun untuk mendapatkan pelanggan baru. Dalam persaingan yang mencekik saat ini, strategi baru apa pun, khususnya strategi harga, Anda sebagai pemilik usaha meski pintar-pintar dalam menarik hati pelanggan.

Dewasa ini tak sedikit usaha-usaha dan toko-toko yang menyediakan kartu keanggotaan atau member card dan nyatanya strategi ini mampu menarik minat pelanggan, karena dengan menjadi anggota mereka akan mendapatkan poin yang bisa ditukarkan dengan voucher belanja, padahal poin yang diberikan sebenarnya tidaklah banyak dibandingkan dengan nilai transaksi mereka, namun konsumen bisa tergila-gila dengan imbalan dari poin tersebut.

Sementara bagi pemilik usaha, keuntungan dari member card ini Anda dapat mengumpulkan data konsumen dan menyatukan database mereka untuk meningkatkan layanan pelanggan selanjutnya, yang pada gilirannya, diharapkan akan mendapatkan lebih banyak penjualan.

#3 Strategi Menguasai Pasar melalui Komunikasi

Bayangkan ketika Anda akan membeli sebuah minyak angin, mana yang akan dipilih? Dari sekian produk yang serupa, ada kemungkinan Anda lebih memilih dengan merek “A” ketimbang merek lain. Hal ini bisa saja didasarkan karena Anda tiba-tiba ingat sebuah iklan dari minyak angin tersebut di televisi.  Kenyataannya iklan merupakan sarana komunikasi yang sangat efektif. Memang benar, saat ini orang belum membutuhkan produk Anda. Dengan mengiklankan suatu produk secara perlahan sebenarnya Anda menciptakan pasar sendiri.

Di tengah orang-orang hampir menyediakan waktunya dengan gadget, iklan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar. Selain dengan iklan, promosi penjualan juga merupakan strategi yang baik untuk meningkatkan profit. Dalam waktu belakangan ini, promosi penjualan menjadi semakin populer karena memberikan hasil dalam waktu yang singkat. Contoh-contoh promosi penjualan bisa berupa sampel produk, pajangan di toko/ website, pameran, dan bentuk-bentuk kegiatan lainnya.

Komunikasi Promosi Bukan Berarti Berbohong

Banyak dari para agen marketing sekarang ini dalam mempromosikan suatu produk terlalu berlebihan. Kondisi ini muncul jika memberikan janji-janji yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Alhasil satu pelanggan bisa saja kecewa. Perlu diingat, satu orang saja yang tertarik dengan  suatu produk maka ia akan membawa orang-orang lain untuk membeli produk itu. Hal ini terjadi akibat cas-cis-cus pembicaraan mereka dengan teman-temannya yang lain. Seorang marketer yang baik adalah ia mampu mengemas kata-kata yang mereka ucapkan sehingga orang tertarik membeli produk tanpa adanya kebohongan.



Lebih daripada itu, strategi pemasaran perlu disesuaikan dengan kondisi produk yang Anda jual. Penjualan berupa jasa akan berbeda dengan penjualan produk, alhasil strateginya pemasaran pun dapat berbeda. Jadi, sebagai pelaku usaha Anda perlu memilah strategi yang pas sebagai sasaran tembak bisnis yang Anda jalankan.

Siap Terapkan Strategi Menguasai Pasar untuk Bisnis Anda?

Artikel ini merupakan karya penulis freelance notordinaryblogger, Asep Rian Suhaeli. Terbit pertama kali di notordinaryblogger.com pada tanggal 16 Desember 2015

Riwayat Penulis :

Asep Rian Suhaeli saat ini sedang menempuh pendidikan program business management di PPM School of Management, Jakarta. Pengalamannya menulis dimulai sejak tahun 2012 hingga pernah menjadi penulis lepas di portal berita D7News.Com.

 


3 Comments

  1. endar Desember 22, 2016
  2. Arifin Budiarto Januari 3, 2017
  3. Agung Januari 7, 2017

Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+