Perbedaan Reksadana dan Saham

  • 9
    Shares

Perbedaan reksadana dan saham menarik untuk kamu yang mulai meminati bisnis keuangan berbasis teknologi informasi ini. Saham merupakan bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Jika kamu membicarakan pasar modal maka saham perusahaan yang sudah berstatus go public itu dapat diperjualbelikan. Kamu sebagai investor dapat langsung membeli saham perusahaan yang sudah go public atau membeli saham dari reksadana yang dikelola oleh seorang professional bernama manajer investasi.

Reksadana dan saham dikenal dengan sebutan instrument investasi beresiko tinggi namun peluang return tinggi juga. Itu sebabnya penting untuk kamu memahami perbedaan reksadana dan saham sebelum terjun ke bisnis investasi ini.

Agen Penjual

Transaksi jual beli saham dapat terjadi dengan bantuan Perusahan Perantara Perdagangan Efek atau istilah populernya broker/perusahaan sekuritas. Caranya adalah kamu sebagai investor harus membuka akun rekening di perusahaan sekuritas itu.

Selanjutnya, kamu sebagai investor saham punya akses untuk membeli saham melalui online trading dengan jasa broker tadi.

Investasi reksadana terjadi melalui perusahaan manajer investasi serta perusahaan agen penjualnya. Syarat menjadi agen penjual reksadana adalah bank atau perusahaan perantara perdagangan efek.

Minimum Pembukaan Rekening

Pada umumnya jumlam modal paling minimal dalam memulai rekening saham adalah Rp 5 juta. Seiring perkembangan jaman, banyak perusahaan sekuritas menawarkan minimum pembukaan rekening yang lebih rendah sekarang ini mulai Rp 100ribu saja.

Minimal jumlah investasi kamu pada reksadana saham adalah Rp 100ribu. Sekalipun demikian nominal Rp 100ribu mayoritas disediakan oleh perusahaan sekuritas atau manajer investasi. Untuk instrument investasi dari bank masih jarang menawarkan minimum jumlah investasi senilai itu.

Keuntungan Aktivitas Investasi

Setidaknya ada dua macam keuntungan dari investasi saham. Pertama yaitu capital gain atau kenaikan harga dan dividen. Naiknya harga saham dapat disebabkan banyak hal mulai dari kenaikan keuntungan bersih perusahaan, semakin baiknya kondisi perekonomian, bertambahnya aliran dana asing yang masuk sampai beberapa aksi spekulasi dari investor.

Selanjutnya adalah dividen. Apa itu dividen? Dividen merupakan sebagian keuntungan perusahaan yang menjadi hak pemegang saham. Ada kebijakan dalam membagi dividen yang umumnya berbeda di masing-masing perusahaan.

Pada umumnya, mayoritas reksadana saham yang tersedia sekarang ini tidak memberikan dividen. Penyebabnya adalah kebijakan investasi menerapkan reinventasi dari semua hasil keuntungan yang didapatkan mencakup dividen yang diterima.

Aktivitas reinventasi dapat menambah harga atau nilai aktiva bersih per unit penyertaan dibandingkan reksadana saham.

Resiko Naik Turun Harga

Resiko paling besar dari saham merupakan resiko naik turunnya harga saham itu sendiri. Latar belakang naik turunnya harga atau fluktuasi ini ada banyak. Kondisi perusahaan, memburuknya perkonomian, out flow dana asing, aksi spekulasi investor dan hal lainnya menjadi penyebab fluktuasi harga saham.

Investasi saham merupakan investasi dengan karakteristik resiko tinggi. Penurunan harga saham mungkin saja mencapai puluhan persen dalam waktu singkat.

Reksadana juga memiliki resiko fluktuasi harga. Sekalipun demikian, prosentase resiko dalam reksadana lebih kecil dibandingkan investasi pada individual saham secara langsung Karena manajer investasi punya kewajiban diversifikasi.

Jumlah maksimum untuk penempatan di satu perusahaan adalah 10 persen dari jumlah dana kelolaan. Dengan demikian manajer investasi minimal melakukan penempatan pada setidaknya 10 perusahaan. Dalam kenyataannya, total saham yang menjadi target penempatan mencapai lebih dari 30 saham.

Resiko Likuiditas

Tidak semua saham itu diperdagangkan secara aktif dalam bursa saham. Ada beberapa saham yang tidak sering ditransaksikan yang sebelumnya aktif. Namun demikian dikarenakan kondisi fundamental semakin tidak membaik, saham dapat saja tidak menerima apresiasi investor kondisi inilah yang menyebabkan saham jarang diperjualbelikan.

Jumlah saham publik beredar terlalu minim juga akan berdampak pada jarangnya saham itu ditransaksikan. Dalam istilah pasar modal, situasi tersebut dinamakan “saham tidak likuid”. Resiko likuiditas akan lebih kecil pada reksadana saham dikarenakan manajer investasi punya kewajiban membayar investor paling telat 7 hari kerja ketika ada perintah pencairan. Dalam kenyataanya, pembayaran investor akan diselesaikan dalam 2 sampai 3 hari kerja.

Kewajiban ini yang akan membuat manajer investasi memperhitungkan aspek likuiditas saat menyusun portofolio untuk investasi reksadana. Sekalipun sebuah saham reksadana bagus, jika likuiditasnya rendah, seorang manajer investasi cenderung menahan diri untuk menempatkan investasi dalam jumlah besar.

Perpajakan

Investor akan dikenakan pajak final atas aktivitas investasi saham itu. Perhitungan besaran pajak adalah 0,1 persen dari total penjualan saham yang sudah tercakup dalam biaya penjualan. Dari dividen yang sudah diterima, investor dikenai pajak final senilai 10% dan sudah dikurangi pada waktu pembayaran.

Kewajiban seorang investor atas perpajakan investasi saham ini yaitu melakukan dokumentasi yang baik sekaligus melaporkan pada Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) Tahunan. Melalui investasi reksadana, keuntungan yang didapatkan investor, sejalan dengan aturan merupakan bukan objek pajak. Sekalipun begitu, kewajiban untuk melaporkan dalam SPT tahunan tetap ada atas keuntungan tersebut.

Dalami Perbedaan Reksadana dan Saham

Itulah perbedaan reksadana dan saham. Dalam lingkup perencanaan keuangan, reksadana cocok untuk calon investor yang punya profil agresif, sanggup menerima fluktuasi harga sebagai resiko, dan punya jangka waktu investasi lebih dari 5 tahun.

Untuk calon investor dengan keahlian lebih tinggi, ketertarikan dan pemahaman baik akan pasar modal, cenderung langsung berinvestasi pada saham merupakan opsinya. Namun tidak ada salahnya berinvestasi di reksadana juga sebagai permulaan untuk belajar. Saat merasa lebih percaya diri dan sudah merasa lebih mahir, baru berinvestasi langsung pada saham.

Hal tidak kalah penting dalam memahami perbedaan reksadana dan saham adalah kesiapan untuk menerima fluktuasi harga sebagai resiko.


  • 9
    Shares
  • 9
    Shares

Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+