Menumbuhkan Bisnis dan Merk dengan Jaringan Media Sosial

Saat ini mesin pencari memberikan nilai lebih kepada jumlah sinyal sosial yang datang dari jaringan media sosial dibandingkan beberapa tahun belakangan. Beberapa orang mungkin tidak setuju karena konsep menumbuhkan bisnis dan merk dengan jaringan media sosial masih suatu hal yang baru.

Pada bulan April 2013, Vodafone mengumumkan sebuah strategi online menggunakan media sosial sebagai alat pengembangan merk yang melibatkan perkembangan komunikasi dan prospek untuk menentukan apa yang sebenarnya diinginkan konsumen.

Itulah kuncinya. Jaringan media sosial memungkinkan pelaku bisnis untuk terhubung dengan pembeli dan terikat dalam tingkat personal. Ini mengalahkan teknik Public Relations tradisional. Merk-merk besar menggunakan jaringan media sosial untuk membangun aktivitas media sosialnya dalam menjaga kontak yang stabil dengan para pelanggan dan menambah jumlah pelanggan baru.

Tentu saja, tingkat hubungan media sosial ini tidak dapat diakses semua orang, namun tidak berarti pelaku bisnis skala kecil tidak dapat menumbuhkan bisnis dan merk dengan jaringan media sosial.

Terhubung dengan Linkedin

Linkedin dibentuk untuk menghubungkan para profesional, pelaku usaha dan tenaga ahli, jadi jika bisnis kita fokus kepada konsumen, Linkedin bukan media sosial yang tepat untuk itu. Ide linkedin adalah untuk berbagi ide bisnis, pengalaman, kisah pekerjaan, informasi dan anekdot. Likedin tidak diciptakan untuk menghasilkan penjualan.

Tapi ini juga tidak berarti Anda tidak perlu berada di Linkedin. Untuk mendapatkan perhatian di Linkedin Anda harus terlibat aktif dalam forum diskusi dan berikan informasi yang membuat pengguna lain terdiam dan mendengarkan. Hal penting dalam media sosial adalah orang tidak datang kepada kita melainkan mereka terlarut kepada pengguna yang berbagi informasi bermanfaat dan masuk akal.

Singkat kata, jadilah pengguna aktif. Gabung dalam komunitas yang berhubungan dengan bisnis yang dilakoni, mulai komunikasi, menjawab pertanyaan, menjawab email.

Terhubung di Google+

Sama halnya dengan Linkedin, Google+ banyak digunakan oleh para profesional, namun lebih banyak mendapat perhatian dari pengguna secara umum. Saat ini Google+ merupakan tempat berbagi ide, komentar dan pemikiran.

Mirip dengan Linkedin lagi, kita harus aktif dan terlibat dengan lingkaran teman. Dalam berbagi link blog, tambahkanlah sedikit narasi agar orang tertarik untuk berkunjung melalui link yang dibagikan.

Anda memerlukan suatu profil yang menarik untuk memberitahu khalayak banyak tentang apa yang dilakukan dan apa yang telah dilakukan. Jangan sekedar menulis tentang cerita hidup Anda, buatlah kisah singkat dan menarik. Pilihlah fokus yang menunjukkan Andalah ahli di satu bidang tertentu.

Salah satu fitur paling unik di Google+ adalah lingkaran (circles). Meskipun kita dapat bergabung dalam kelompok circles dimana kita dapat berbagi konten, dengan menciptakan circles lebih kecil kita bisa mempersempit target dan terhubung dengan prospek secara personal. Koneksi semacam ini lebih menguntungkan bagi bisnis daripada mengirimkan informasi umum dalam sebuah komentar yang dapat dilihat banyak orang.

Twitter dan Facebook

Banyak hal tentang Twitter dan Facebook , baik pro ataupun kontra telah dilansir. Faktanya tidak ada rumus pasti dalam bisnis. Artinya apa yang berhasil diterapkan dalam satu bisnsi belum tentu memberikan hasil sama atas bisnis lainnya.

Twitter bisa sangat melelahkan bagi beberapa pengguna yang menghabiskan waktu berjam-jam mengikuti tweets untuk direspon, melakukan riset atas tweet yang menarik dan akhirnya tidak tahu harus berbuat apa lagi. Masalah utama bagi banyak orang adalah sedikitnya ruang untuk mengatakan sesuatu yang menarik. Jika itu masalah Anda gunakanlah media sosial lainnya.

Facebook memberikan kita lebih banyak ruang untuk terhubung, namun mayoritas pengguna facebook hanya online untuk berkomunikasi dengan kerabat atau teman. Oleh karenanya bisnis yang masuk ke facebook tanpa persiapan matang akan gagal dalam waktu singkat.

Untuk membuat orang berbagi link dan menyukai profil yang di berikan, kita harus aktif terlibat dengan pengguna lainnya.

Siap Menumbuhkan Bisnis dan Merk?

Marketing media sosial mungkin tidak terlalu menjanjikan saat ini, namun sebenarnya ini hanyalah masalah waktu sebelum pengguna media sosial menyadari potensi yang ada. Tentu saja ini memerlukan sedikit kreativitas dan beberapa uji coba untuk melihat mana yang berhasil mana yang tidak. Semakin banyak riset dan percobaan yang dilakukan dengan jaringan media sosial semakin sukses Anda dalam jangka waktu panjang.

Punya pengalaman dalam menumbuhkan bisnis dan merk dengan jaringan media sosial? Silahkan berbagi.

Leave a Reply

CommentLuv badge