Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen

  • 4
    Shares

Harga emas turun lebih dari 1 persen ini menarik diperhatikan khususnya untuk para investor emas. Sekalipun keputusan Federal Open Market Committee tidak begitu mengejutkan pasar, hal tersebut tidak berarti naiknya suku bunga dari The Federal Reserve tidak berhasil menaikan US Dollar di pasar dunia. Dampaknya malah terjadi pada penurunan harga emas lebih dari 1%

Pergerakan harga emas bisa merujuk informasi dari Bloomberg hari Kamis 15 Juni 2017 sekitar pukul 18.38 waktu Indonesia Barat. Disampaikan jika harga emas kontrak pengiriman untuk periode Agustus pada Commodity Exchange turun 1,4% ke tingkat US4 1.258,1 per ons troinya. Jika merujuk ke data satu pekan kebelakang, penurunan harga emas bahkan mencapai 1,67%.

Analis PT Finex Riset Berjangka mengulas jika hasil dari Federal Open Market Committee menaikan suku bunga bank Amerika 25 basis poin jadi 1,25% menguatkan Dollar AS. Dan peluang kenaikan biasanya terjadi lagi di penghujung tahun nanti. Diyakini hal ini akan kembali menaikan pamor US Dollar.

Dampak kenaikan nilai tukar US Dollar ini adalah melemahnya harga komoditas khususnya emas. Sekalipun sempat terjadi kenaikan pada permulaan perdagangan emas pekan ini, hal itu tidak bertahan cukup lama.

Kenaikan nilai tukar US Dollar tidak signifikan dan terjadi langsung dikarenakan informasi inflasi bulan Mei 2017 indikasinya melambat.

Data inflasi itu menunjukkan jika Inflasi Mei 2017 Amerika melambat dari sebelumnya 0,2% menjadi minus 0,1%. Inflasi intinya stagnan di tingkat 0,1%. Kondisi itu sebenarnya tidak baik untuk US Dollar namun tidak berdampak signifikan karena fokus pasar pada keputusan Federal Open Market Committee.

Baca: Tips Sukses Investasi Emas

Harga Emas Turun Lebih Dari 1 Persen dan Prediksi Kedepan

Sekalipun harga emas turun lebih dari 1 persen pekan ini, prediksi ke depan harga emas akan naik lagi. Ini dikarenakan pasar dunia sedang menunggu hasil investasi atas keterkaitan Donald Trump dan Rusia pada periode kampanye Presiden Amerika Serikat tahun sebelumnya.

Kondisi ini menyebabkan Amerika Serikat dibawah bayangan ketidakpastian. Di sisi lain pasar cukup ragu jika kondisi ekonomi di bawah Trump akan membaik. Kedua hal itu membawa dampak kenaikan harga emas.

Untuk penghobi investasi emas, momentum turunnya harga emas baik untuk pembelian. Saat harga naik, keuntungan investasi bisa dinikmati dengan menjualnya.

Pengamata menyakini jika harga emas akan mengalami penurunan kembali namun sifatnya terbatas. Penurunan drastis harga emas bisa terjadi sebagai dampak dari perilaku bargain hunting yang mendorong emas mengalami “penyesuaian” atas penurunan harga.

Dorongan penguatan harga emas setidaknya akan terlihat sampai akhir semester I tahun 2017 ke harga US$1.246 per ons troi. Pada masa tunggu menembus harga itu, harga emas masih mungkin naik terbatas.


  • 4
    Shares
  • 4
    Shares

Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+