4 Cara Optimalkan Marketing Media Sosial

Dulu, media pemasaran hanya sebatas metode konvensional – yaitu memasarkan produk ke konsumen dan konsumen membeli.

Tapi zaman sudah berubah. Saat ini, pilihan terjejer rapi di depan konsumen. Mereka dapat memilih satu dari puluhan bahkan ratusan produsen untuk satu tipe barang yang mereka butuhkan. Lalu dengan banyaknya pilihan tersebut, bagaimana seorang penjual dapat memasarkan barangnya? Atau pertanyaan yang lebih penting lagi, bagaimana seorang penjual dapat menjadi yang terdepan dan dipercaya oleh konsumen?

Facebook, Twitter, Instagram, Myspace, dan Path adalah beberapa contoh media sosial yang kerap digunakan oleh para pengguna internet. Penggunaan sosial media yang begitu menjamur kini dipandang sebagai media yang jitu dalam memasarkan sebuah produk. Bisnis-bisnis pun beralih ke online karena disanalah konsumen dapat menemukan mereka, tanpa perlu repot harus pergi ke toko. Banyak Online store yang kini menjadi tujuan utama para Netizen saat mereka mencari baju, alat olahraga, mainan, bahkan makanan.

Dengan banyaknya pilihan, bagaimana pelaku bisnis dapat mengoptimalkan media sosial sebagai wadah untuk bertemu dengan kustomer dan memasarkan produk/ jasa mereka?

Marketing media sosial telah terbukti efektif untuk menjaring konsumen. Hal ini tidak mengherankan karena Indonesia menduduki peringkat keenam untuk pengguna internet terbanyak. Menurut survey yang dilakukan oleh e-marketer, pengguna internet di Indonesia akan mencapai angka 112 juta netizen di tahun 2017. Proyeksi ini tidak mengejutkan apalagi dengan beredarnya smartphone yang terjangkau – akses internet akan semakin mudah.

Bagi para pelaku bisnis, tak ada salahnya melirik marketing media sosial sebagai bagian dari metode pemasaran produk dan jasa mereka.

Tentukan media sosial yang akan digunakan

Setiap bisnis pasti memiliki target. Jenis media sosial yang dipakai pun akan mempengaruhi target yang dicapai – apakah target itu pelajar? Eksekutif muda? Ibu rumah tangga?

Alangkah lebih baik jika sebuah bisnis berfokus pada satu media sosial sebelum mengepakkan sayap ke platform-platform lainnya.

Konten yang kreatif

Tak dapat dipungkiri, media sosial sebenarnya berisi pesan yang ingin disampaikan ke khalayak luas. Sama seperti kita berbicara dengan seseorang, jika Anda terdengar sangat membosankan, maka tak ada orang yang akan mendengarkan atau mengikuti saran Anda. Sebaliknya, jika Anda pintar, lucu dan menarik, tak perlu waktu lama untuk orang-orang ingin tahu lebih lanjut tentang Anda.

Hal yang sama terjadi pada media sosial. Konten Anda haruslah menarik, informatif dan menyuguhkan sesuatu yang dibutuhkan oleh target market Anda.

Pentingnya komunikasi

Setelah memiliki akun media sosial, lalu apa? Esensi dari media sosial sebenarnya bukan terletak pada bagaimana Anda memasarkan produk Anda, tetapi bagaimana konsumen dapat menemukan Anda. Dengan banyaknya pilihan di pasar, bagimana Anda bisa menarik minat konsumen untuk loyal pada produk Anda? Tentunya dengan komunikasi. Menjawab pertanyaan konsumen, menulis blog berisi tips dan informasi atau sekedar menyapa follower Anda.

Promosi yang tepat

Dalam marketing media sosial, terdapat istilah influencer. Para influencer adalah mereka-mereka yang sudah memiliki fan base yang banyak. Tidak cuma kalangan artis, kini para blogger pun menjadi influencer yang dapat menyuarakan sebuah opini dan didengar oleh para pengikutnya.

Tanpa harus memasang iklan di televisi atau surat kabar, produk yang Anda iklankan lewat influencer ini jauh lebih mengena karena mereka memiliki cara penyampaian yang lebih santai dan seru.

Siap Optimalkan Marketing Media Sosial?

Itulah kesemua tis optimalkan marketing media sosial. Anda punya pengalaman? Silahkan berbagi melalui kolom komentar.

Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+