20 Kisah Pengusaha Sukses Indonesia bertaraf Internasional

Jadi orang Indonesia gak boleh minder. Siapa sangka ternyata pengusaha Indonesia tidak kalah beken dan ahli dibandingkan dengan pengusaha-pengusaha lainnya di tingkat internasional. Itu sebabnya kita sebagai orang Indonesia jangan pernah minder jika harus berhadapan dengan masyarakat internasional. Contoh nyatanya adalah 20 pengusaha sukses Indonesia kaliber dunia berikut ini yang membuktikan bahwa kerja keras, semangat hidup dan keinginan untuk terus belajar merupakan resep untuk bisa sukses mendunia.

#1 R. Budi dan Michael Hartono

Apa yang membuat R. Budi dan Michael Hartono sukses menempati posisi teratas sebagai miliarder Indonesia? Alasan utamanya adalah karena mereka memiliki beberapa perusahaan papan atas Indonesia, mulai dari perusahaan rokok, bank, peralatan elektronik, properti sampai bisnis online. Kedua kakak beradik ini memiliki semangat sukses yang tinggi dan tidak takut untuk memasuki suatu hal yang baru.

Dimulai dari Perusahaan Rokok

Kakak beradik ini memulai bisnis mereka dengan melanjutkan perusahaan rokok milik ayah mereka, PT Djarum pada tahun 1963. Pada masa itu, PT Djarum mengalami musibah, pabriknya terbakar dan banyak uang dihabiskan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan hingga akhirnya PT Djarum mengalami krisis finansial. Berkat insting bisnis dan ketekunan kedua kakak beradik tersebut, PT Djarum berhasil bangkit dan menjadi perusahaan rokok papan atas di Indonesia dimana saat ini telah mempekerjakan sekitar 20.000 tenaga kerja dan menguasai 20% produksi rokok Indonesia setiap tahun.

Kakak beradik itu juga merambah bisnis properti dibawah bendera Djarum Group seperti Nagaraja Lestari dan Fajar Surya Perkasa. Kedua perusahaan ini telah berpengalaman membangun beberapa properti ternama Indonesia seperti Mall Daan Mogot, Pulo Gadung Trade Center dan Hotel Padma Bali.

Bisnis Perbankan, Peralatan Elektronik dan Kaskus

Sektor bisnis lainnya mulai dirambah kedua kakak beradik ini. Pada tahun 2002 mereka membeli Bank Central Asia (BCA) dan meningkatkan kepemilikan saham mulai dari 10% saja menjadi 51% dan memindahkan kantor pusat BCA ke Grand Indonesia (gedung milik kedua kakak beradik tersebut) sehingga memberikan makna lebih kepada bisnis mereka. Selain dunia perbankan mereka juga memiliki pabrik alat elektronik dibawah brand Polytron yang hingga saat ini masih memproduksi televisi, dvd dan alat elektronik lainnya. Kesuksesan strategi marketing merek produk tersebut telah membuat banyak masyarakat Indonesia meyakini bahwa Polytron merupakan produk impor bukan produk lokal.

Selanjutnya, Michael dan Budi Hartono mengembangkan bisnis online untuk tetap mengikuti tren bisnis saat ini yang mengarah ke dunia online. Mereka mendirikan Global Prima Venture, yang kemudian mengambil alih Kaskus (forum online terbesar Indonesia). Bisnis lainnya mulai dari agribisnis sampai pertambangan merupakan bukti nyata lainnya akan naluri bisnis dan ketekunan mereka yang membawa kesuksesan pada akhirnya.

#2 Susilo Wonowidjojo dan keluarga

Gudang Garam merupakan brand rokok ternama Indonesia yang sudah dikenal kualitasnya di beberapa Negara lain. Pengusaha sukses Indonesia bernama Susilo Wonowidjojo merupakan kunci dibalik sukses Gudang Garam. Sekalipun ia hanyalah melanjutkan usaha ayahnya, kepemimpinan dirinya di Gudang Garam membuat merek tersebut menjadi salah satu yang teratas di Indonesia.

Dari Inghwie Menjadi Gudang Garam

Sejarah Gudang Garam dimulai dari tahun 1956 saat ayah Susilo (Surya Wonowidjojo/Tjoa Ing Hwie) membangun pabrik rokok di Kediri setelah bekerja bertahun tahun di pabrik rokok Cap 93. Pada mulanya Gudang Garam dinamai Inghwie dan memproduksi rokok linting dengan bahan daun jagung. Di tahun 1958, saat perusahaannya tumbuh besar, Inghwie berubah menjadi Pabrik Rokok Tjap Gudang Garam. Surya menerapkan pengalamannya sebagai direktur di tempat ia bekerja sebelumnya untuk membesarkan perusahaannya sendiri.

Gudang Garam secara perlahan menambah jumlah tenaga kerja dan kebun tembakaunya. Sekitar 542 hektar kebun tembakau di Kediri telah menyuplai kebutuhan tembakau perusahaan tersebut. PT Surya Madistrindo merupakan pihak yang bertanggung jawab untuk distribusi produk rokoknya sampai ke took-toko ritel. Saat Susilo mengambil alih perusahaan, ia berhasil meningkatkan popularitas brand dan keuntungan perusahaan. Sekitar 28.000 tenaga kerja berada di balik perusahaan dan keuntungan sekitar 3 milyar rupiah berhasil diraup setiap tahunnya.

Ragam Brand untuk Pasar Dalam dan Luar Negeri

Sebagai perusahaan rokok terbesar kelima sekaligus tertua di Indonesia, Gudang Garam memiliki ragam produk yang cukup luas. Suryo Wonowidjojo mentarget produknya untuk berbagai kalangan konsumen mulai dari rokok putih, mild, tradisional (kretek) sampai jenis klobot (dari daun jagung). Setiap produk memiliki target konsumen masing-masing mulai dari lokal sampai internasional.

Strategi pemasaran yang diterapkan untuk mempopulerkan berbagai brand rokok tersebut juga sangatlah agresif meliputi pemanfaatan media televisi, media cetak, iklan billboards, maupun jenis iklan lainnya. Berbagai acara khusus juga kerap kali di dukung untuk mendapatkan perhatian masyarakat luas. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kepemimpinan Susilo Wonowidjojo merupakan kunci dari serangkaian sukses Gudang Garam.

#3 Anthoni Salim dan keluarga

Hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah pernah memakan mi instant dengan brand Indomie. Antoni Salim merupakan orang di balik ketenaran Indomie. Ia merupakan pemilik dua perusahaan makanan ternama di Indonesia yaitu PT Indofood Sukses Makmur dan PT Bogasari Flour Mills dan produk perusahaannya sudah dikenal secara positif oleh sebagian besar konsumen Indonesia sampai konsumen luar negeri.

Merubah Krisis Menjadi Sukses

Anthony merupakan anak dari taifun Indonesia, Sudono Salim yang memiliki Salim Group. Grup bisnis ini ternama karena kesuksesan berbagai perusahaan selain Indofood dan Bogasari misalnya PT Indomobil Sukses International, PT BCA dan PT Indocement Tunggal Perkasa. Anthony Salim terus melanjutkan warisan orang tuanya sampai datangnya masa krisis tahun 1998 dimana ia harus menanggung hutang Grup usaha yang mencapai Rp 55 triliun. Alhasil beberapa perusahaan dijual dan tersisa PT Indofood dan Bogasari saja.

Bagaimanapun, krisis moneter tahun 1998 tidak menghancurkan asa Anthony. Ia mulai bekerja keras dengan dua perusahaan yang tersisa dan membuat keduanya menjadi raksasa di kelasnya. Indofood memproduksi beragam produk konsumsi mulai dari mi instant, kecap, minyak goring, susu, saus dan margarine sedangkan Bogasari memproduksi beragam jenis tepung.

Indofood di Puncak Sukses

PT Indofood telah meraih puncak sukses sejak diambil alih Anthony Salom. Produk Indofood tidak banyak terkena dampak negatif krisis moneter. Bahkan Indofood juga mengakuisisi PT Pepsi Cola Indobeverages, produsen 7 Up dan Pepsi di Indonesia. Kerajaan Indofood semakin luas dengan diambil alihnya beberapa perusahaan sejenis lainnya seperti PT Tirta Bahagia, produsen air mineral Club sekaligus importir produk Malaysia, Cafela Latte dan Ichi Ocha.

Brand Indomie sangat terkenal sehingga membuat Indonesia menjadi negara kedua terbesar konsumen mie setelah China. Indomie telah di ekspor ke berbagai negara mulai dari Australia, Amerika Serikat, negara-negara lain di wilayah Timur Tengah, Asia, Eropa dan Afrika. Bahkan Indomie telah menjadi brand identity mie instant yang membuat konsumen Indonesia selalu mengingat merek tersebut jika membahas mie instant.

#4 Eka Tjipta Widjaja dan keluarga

Grup Sinar Mas merupakan perusahaan Indonesia yang telah menjadi perusahaan sektor kertas dan bubur kertas, minyak sawit, keuangan dan properti besar di Indonesia. Kesuksesan Eka Tjipta Widjaja bersama Sinar Mas Grup telah membuatnya merangsek ke papan atas orang terkaya Indonesia. Meskipun demikian tidak banyak yang tahu bahwa perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Dimulai dengan masa kecil yang tidak mudah, beberapa kegagalan, kebangkrutan sebelum pada akhirnya berhasil meraih posisinya saat ini.

Jatuh Bangun Merintis Usaha

Lahir pada tahun 1923, Eka Tjipta Widjaja atau Oei Ek Tjhong pindah dari China ke Makassar, Indonesia saat berusia 9 tahun. Pada waktu itu, keluarganya hanya berbekal $5 dan memiliki hutang $150 yang harus dilunasi. Sang ayah berhasil membuka toko kecil dan mencicil hutang hingga lunas dan akhirnya Eka kecil waktu itu sempat mengenyam pendidikan sekolah dasar. Lulus sekolah Eka membantu orang tuanya mengurus toko dan menjual beragam produk seperti permen, kue, dan gula dari pintu rumah satu ke pintu rumah lainnya. Usaha tokonya mulai diperluas melalui kerjasama dengan beberapa supplier makanan hingga keuntungan pun mulai bertambah. Cobaan kembali datang saat masa penjajahan Jepang di Indonesia yang membuat usaha tokonya tutup.

Ia kemudian melihat peluang usaha dengan menjual makanan kepada tentara Jepang dan menjadi supplier tepung, anggur beras dan beras dari tawanan Belanda untuk memenuhi kebutuhan konsumen lokal waktu itu. Usahanya mulai dikembangkan melalui sektor konstruksi dengan membuat ukiran batu untuk orang kaya waktu itu, menjual minyak kelapa, gula dan jajanan tradisional. Seiring jalannya waktu, kebangkrutan menghampiri usahanya sekitar tahun 1950-an saat peristiwa PERMESTA terjadi.

Awal Kesuksesan

Rangkaian sukses mulai diraih pada tahun 80-an saat ia membeli kebun sawit di Riau sekaligus pabrik pengolahan dan gudang penyimpanannya dengan kapasitas 60.000 ton. Saat itu nama usaha Sinar Mas mulai digunakan. Usahanya tumbuh dengan pesat. Hanya butuh 1 tahun untuk dirinya membeli kebun teh dan pabrik untuk bisnis di sektor lainnya. Dengan keuntungan yang diraihnya, ia memperluas usaha dengan membeli Bank International Indonesia yang saat itu baru memiliki 2 kantor cabang dan asset Rp 13 milyar.

Dari bank, perluasan usaha kembali berlanjut ke sektor kertas dan bubur kertas dengan membeli PT Indah Kiat. Puncaknya, pengusaha sukses Indonesia ini membeli properti prestisius ITC Mangga Dua dan Green View Apartment di Jakarta.

#5 Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia merupakan seorang kelahiran India sekaligus pemilik perusahaan produsen serat polyester Indorama Ventures. Meskipun ia hanyalah melanjutkan usaha keluarga, ia berhasil meningkatkan kesuksesan usahanya dengan memasukan perusahaan kedalam bursa saham Thailand, Bangkok Stock Exchange.

Sekalipun saat ini ia tinggal di London untuk mengurus beberapa bisnis internasionalnya yang tersebar di beberapa negara seperti Turki dan Nigeria, ia tetap bangga menjadi orang Indonesia dan menginvestasikan banyak uangnya dengan membuka sekolah Polytechnic, Polytechnic Engineering School.

Awal Mula Usaha Keluarga

Sri Prakash Lohia lahir di India pada tahun 1956 dan pindah ke Indoneia tahun 1973. Sang ayah Mohan Lal Lahia telah memiliki usaha garmen kecil-kecilan yang menginspirasi Sri Prakash kecil untuk memulai usahanya sendiri pada tahun 1976 dengan nama Indorama Synthetics. Pada mulanya perusahaannya hanya memproduksi benang sintetis, namun kemudian dia dan kakaknya, Anil Prakash mulai memperluas produknya seperti serat polyester. Pada tahun 1995, perusahaannya juga memproduksi resin dan keuntungan pun mulai mengalir secara signifikan.

Dari satu perusahaan, Sri Prakash memperluas usahanya dengan Indorama Shebin, ISIN Lanka dan Indorama IPLIK yang semuanya memproduksi barang terkait serat sintetis seperti polypropylene, polyethylene dan sebagainya. Selanjutnya dia juga mendirikan Medisa Technologies yang memproduksi sarung tangan untuk keperluan medis.

Bidang Usaha Lainnya

Sri Prakash tidak hanya sukses di bidang serat sintetis. Pada tahun 1995, Indorama juga mulai merambah dunia properti. Pada tahun 2006 ia mendirikan pabrik olefin di Afrika Barat yang kemudian berubah menjadi pabrik olefin kedua terbesar di Afrika. Akhirnya pada tahun 2009 Indorama dikenal sebagai produsen serat sintetis terbesar di dunia dan perusahaan itu mulai go public di Bangkok Stock Exchange. Sri Prakash dibantu sang anak, Amit dalam mengendalikan beberapa aspek bisnisnya. Amit merupakan lulusan Wharton School of Business di Pennsylvania dan ia menjadi manajer Indorama.

#6 Chairul Tanjung

Pernah menjabat sebagai Menteri Ekonomi, pengusaha sukses Indonesia yang satu ini sudah terkenal akan kesuksesannya dalam berbisnis. Ia merupakan contoh sosok sukses melalui kerja keras. Pemilik Para Group ini memiliki beberapa perusahaan di berbagai bidang dan ia tidak berhenti mengakuisisi perusahaan lain untuk memperluas jangkauan usahanya.

Orde Baru dan Rintisan Usaha

Sosok ini adalah Chairul Tanjung. Lahir pada tahun 1952, ia merupakan anak penerbit surat kabar yang selalu memiliki pendapat berseberangan dengan pemerintahan Orde Baru pada masa itu. Keluarganya harus pindah ke apartment kecil dan hidup dalam kondisi keuangan yang tidak mudah. Chairul muda mendapatkan uang untuk biaya kuliah dari berkualan buku, t-shirts, dan jasa fotocopy. Ia juga membuka toko menjual alat laboratorium di Jakarta yang tidak berumur lama karena bankrut.

Tanpa menyerah, ia memulai bisnis baru dengan tiga kawannya pada tahun 1987 dengan mendirikan PT Priarti Sindhutama yang memproduksi sepatu anak untuk tujuan ekspor. Ditengah jalan ia keluar dari usaha itu karena memiliki visi yang berbeda dan memutuskan untuk membuka usaha sendiri tanpa campur tangan pihak lain.

Awal Mula Perusahaan Grup

Chairul Tanjung selanjutnya mendirikan sebuah Grup usaha bernama Para Group yang fokus di bidang keuangan, media dan properti. Grup usaha ini semakin berkembang melalui bank dan perusahaan lain, misalnya akuisisi Bank Karman yang kemudian menjadi Bank Mega yang diperluas menjadi beberapa bagian seperti Asuransi Umum Mega, Para Multi Finance, Bank Mega Syariah, Asuransi Jiwa Mega Life dan Mega Finance.

Di bidang media, Chairul Tanjung terkenal sebagai pemilik Trans Media Corp yang memiliki Trans TV, Trans 7, taman permainan Trans Studio, Trans Lifestyle dan Trans Fashion. Di bidang properti ia memiliki Bandung Supermall di Jawa Barat. Pada tahun 2010, Trans Corp semakin besar dengan mengakuisisi 40% saham Carrefour dengan perjanjian yang ditandatangani di Perancis pada bulan Maret 2010.

#7 Boenjamin Setiawan dan keluarga

Hampir semua seluruh masyarakat Indonesia pernah menggunakan produk Kalbe Farma, sebuah perusahaan farmasi raksasa Indonesia yang memproduksi beragam obat ternama dan produk nutrisi. Orang dibalik sukses Kalbe Farma ini adalah Boenjamin Setiawan, lulusan Farmasi dari Universitas Indonesia dan University of California yang membesarkan PT Kalbe Farma dari toko farmasi di garasi kecil di salah satu sudut kota Jakarta menjadi perusahaan farmasi multinasional.

Dari Mengajar menjadi Memiliki Perusahaan Farmasi

Saat Boenjamin lulus dari University of California dengan jurusan Farmasi, ia memiliki pekerjaan yang mapan sebagai dosen farmasi. Namun demikian, naluri bisnisnya mengajak ia untuk membuka bisnis farmasinya sendiri. Bersama 6 rekan usaha ia mendirikan bisnis farmasi di garasi kecil di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kalbe Farma secara resmi mulai beroperasi pada tanggal 10 September 1966 sebagai sebuah usaha kecil farmasi.

Usaha tersebut menikmati keuntungan kecil dan berkembang secara perlahan sampai tiba masa krisis moneter tahun 1998 yang membuat banyak perusahaan gulung tikar. Meskipun ia berhasil mendapatkan kredit dari bank asing, Boenjamin masih tidak mampu membuat perusahaannya berjalan normal seperti sebelum krisis. Sampai pada akhirnya ia memutuskan untuk menjual hampir semua aset usaha kecuali aset yang berkaitan dengan farmasi. Selama masa sulit, ia membangun usahanya dengan memperluas jaringan usaha ke sektor lain seperti logistik dan properti dengan tetap memperkuat bisnis utamanya dibidang farmasi.

Akhirnya ia berhasil menjauhkan PT Kalbe Farma dari kebankrutan dan bahkan berhasil menaikan keuntungan. Pada tahun 2012, Kalbe berhasil mengakuisisi sebuah perusahaan kesehatan, Hale International. Di tahun yang sama, Kalbe juga menjalin joint venture dengan Milko Beverage dan mendirikan Kalbe Milko Indonesia. Perusahaan ini kemudian memproduksi produk kesehatan ternama seperti Sakatonik, Fatigon dan Extra Joss.

Pondasi Bisnis Kuat Membawa Sukses

Kunci sukses Kalbe Farma adalah pondasi bisnis yang kuat yang fokus ke bidang farmasi sekalipun cakupan usaha yang luas. Sekitar 17% keuntungan perusahaan datang dari produk medis, dan 20% datang dari produk nutrisi atau kesehatan lainnya.

#8 Mochtar Riady dan keluarga

Ada satu orang yang mendapat julukan “Keajaiban Pemasaran Bank” dan orang tersebut adalah Mochtar Riady. Dia merupakan kunci sukses dibalik Lippo Group. Satu hal menarik dibelakang bekal pengalamannya sebagai karyawan Bank Central Asia dan berhasil membawa Bank itu melesat kepapan atas tanpa pengetahuan sedikitpun di bidang akunting.

Awal Mula Karir

Mochtar Riady memulai karir sebagai pemilik toko kecil di kota Malang. Setelah berhasil merubah toko kecil menjadi toko berskala besar dalam waktu 3 tahun, dia pindah ke Jakarta pada tahun 1954 untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang bankir. Mulanya ia bekerja di kantor kecil dan menjadi mitra kerja di sebuah perusahaan pengiriman barang. Sampai pada saat ia membeli Bank Kemakmuran dengan harga murah, karena bank itu memiliki masalah keuangan, ia memutuskan untuk mengembangkan bank itu dari nol, karena ia tidak memiliki pengetahuan soal akunting dan aspek perbankan sama sekali.

Ia akhirnya berhasil membangun bank tersebut secara perlahan menjadi bank skala kecil yang sukses. Pada tahun 1971 ia pindah ke Panin Bank sebagai akibat merger Bank Kemakmuran, Bank Industri Dagang Indonesia dan Bank Industri Jaya. Ia berhasil mengembangkan bank tersebut sampai mampu bersaing dengan BCA. Selanjutnya ia pindah ke BCA pada tahun 1978, membawa pengalamannya saat berkerja di bank-bank sebelumnya.

Otak dibalik Kesuksesan Bank

Selama masa kerja di BCA, Mochtar Riyadi menerapkan pemahaman perbankan dan pengalamannya dan sukses menaikan nilai saham BCA dari Rp 12,8 milyar menjadi Rp 5 triliun. Akhirnya ia pun kembali pindah ke Bank Perniagaan Asia dan kembali sukses menaikan nilai saham bank tersebut sampai akhirnya merger dengan Bank Umum Asia dan kemudian menjadi Bank Lippo tahun 1989. Di bawah kendalinya, Bank Lippo perlahan menjadi Lippo Group yang mengendalikan beberapa sektor usaha seperti properti, keuangan, energy, industri, elektrik, dan pembangunan infrastruktur. Grup Lippo terluka parah akibat hantaman krisis moneter tahun 1998 namun setelah 10 tahun merintis ulang, pengusaha sukses Indonesia, Mochtar Riyadi berhasil membawa Grup tersebut kembali berdiri tegak.

#9 Peter Sondakh

Televisi sudah cukup akrab bagi sebagian besar warga Indonesia. Bagi para pemirsa tentu sudah mengenal stasiun TV RCTI sebagai stasiun TV swasta yang pertama kali muncul. Peter Sondakh merupakan aktor dibalik RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia), perintis dibalik lahirnya stasiun televisi swasta. Meskipun hanya melanjutkan sebuah usaha keluarga, ia berhasil membuat perusahaan tumbuh besar dan mulai menularkan sukses merambah sektor bisnis lainnya seperti pertambangan dan properti.

Dari Usaha Keluarga ke Televisi Swasta

Lahir pada tahun 1953, Peter Sondakh merupakan anak pengusaha eksportir kayu dan minyak sawit. Tanpa diduga sang ayah meninggal saat Peter berusia 20 tahun dan ia melanjutkan bisnis sampai berhasil mengembangkan usaha kecilnya menjadi usaha skala besar. Di usia 22 tahun, ia memulai PT Rajawali Corporation yang bergerak di sektor properti. Bagaimanapun juga ia menyadari bahwa properti belumlah menjadi tren waktu itu sehingga ia bekerjasama dengan Bambang Trihatmodjo, anak mantan Presiden Soeharto untuk mendirikan RCTI pada tahun 1984. Stasiun TV itu kemudian menjadi terkenal berkat ragam hiburan yang diberikan mulai dari tayangan musik, film Hollywood dan kartun luar negeri.

Saat krisis moneter menerpa, Peter mempertahankan usaha utamanya dengan menjual beberapa saham perusahaan. RCTI tetap bertahan berkat antusiasme pemirsa Indonesia dan permintaan tinggi akan iklan saat waktu premium. Ia juga mengambil langkah berani dengan mengambil alih Bentoel Grup, sebuah perusahaan rokok yang hampir bankrut. Ia menerapkan keahlian bisnisnya untuk merubah Bentoel Grup menjadi perusahaan yang menguntungkan.

Perluasan Usaha

Peter Sondakh bukanlah tipe pengusaha yang akan duduk diam menyaksikan peluang usaha datang dihadapannya. Tahun 2005 ia menjual beberapa sahamnya di Exelcomindo untuk membeli saham PT Semen Gresik. Keputusan ini membantunya mempertahankan perusahaan setelah krisis sebelum pada akhirnya ia memutuskan kembali ke usaha utama keluarganya yaitu minyak sawit. Tahun 2006 ia membeli saham PT Jaya Mandiri Sukses Group dan kemudian memasuki bisnis minyak sawit di Papua setelah menjual saham PT Bentoel. Ia melakukan ini karena mlihat minyak sawit mulai meraih popularitas di dunia industri.

Selanjutnya ia mulai merambah dunia properti melalui kemitraan dalam membangun lini usaha hotel Novotel, Sheraton dan Hyatt di beberapa wilayah di Indonesia. Tahun 2009 ia juga mengambil alih sebuah hotel Australia, Surfer Paradise Resort.

#10 Sukanto Tanoto

Pengusaha sukses Indonesia bernama Sukanto Tanoto adalah pemilik perusahaan dibahwa Royal Golden Eagle International Group, dengan andalan Asian Agri, Pacific Oil & Gas, Riau Andalan Pulp & Paper.

Cakupan Bisnis

Sukanto Tanoto memiliki pengalaman usaha yang cukup luas, dengan skill dan pengetahun di bidang aspek usaha yang beragam juga. Semasa hidupnya, ia telah menjalani bisnis sebagai seorang kontraktor, penyedia aksesoris mobil, kertas dan bubur kertas, pengusaha di bidang energi, minyak sawit, pupuk, keuangan dan perbankan. Selain melanjutkan pendidikannya di beragam kelas bisnis di universitas internasional termasuk Harvard dan Wharton School of Business ia juga suka menyelami berbagai peluang dalam memperluas usahanya. Ia telah memiliki beberapa perusahaan di Indonesia, Singapura, China, Amerika Selatan dan Eropa.

Bisnis utamanya, Royal Golden Eagle International Group, sekarang dijalankan dari Singapura. Sementara itu, di Indonesia, perusahaan miliknya Asian Agri dan Riau Andalan tetap beroperasi dan mendidik mitra lokal menjadi petani plasma mandiri.

Terus Belajar adalah Kunci Sukses

Pantang menyerah merupakan sebuah kebiasaan Sukanto Tanoto yang membuatnya menjadi siswa abadi karena ia tidak pernah berhenti belajar bidang studi bisnis internasional. Ia banyak belajar dari banyak literatur tentang pengusaha sukses dunia yang berhasil bangkit dari kehancuran akibat perang dunia pertama dan kedua, bagaimana pengusaha Amerika melewati masa krisis abad ke-20, dan bagaimana pengusaha Amerika Latin bertahan dari krisis moneter Amerika Selatan.

Ia juga terkenal atas kesukaannya meluangkan waktu untuk mengunjungi berbagai kelas kuliah pendek di seluruh universitas dunia seperti Insead, MIT, dan Harvard untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuannya akan bisnis dan keuangan. Ia juga selalu mengikuti tren bisnis dunia dan meningkatkan keuntungan berdasarkan tren dunia. Tidak ketinggalan ia bahkan belajar mengenai bisnis online di Wharton School of Business pada tahun 2001 (masa dimana bisnis online mulai menjadi tren).

#11 Tahir

Ia merupakan pendiri dan pemimpin Mayapada Group. Bakat usaha Tahir mulai sejak masa kuliahnya dimana ia merintis usaha ritel barang-barang yang dibeli dari Singapura dan dijual di Surabaya.

Awal Mula Mayapada Group
Tahir merintis Mayapada Group melalui usaha tekstil dan garmen di tahun 1986, dan empat tahun kemudian ia mendirikan Bank Mayapada. Saat usaha garmen selesai, Bank Mayapada terus tumbuh hingga akhirnya menjadi Mayapada Group. Sekarang Grup usaha ini menjadi salah satu konglomerasi teratas Indonesia yang bergerak di bidang keuangan, properti, kesehatan, media dan ritel duty free.

Filosofi Sukses Tahir

Ia memiliki filosofi bahwa “Yang terpenting dalam usaha bukanlah Perjanjian atau Transaksi bisnis melainkan pondasi bisnis itu sendiri”. Menjelaskan lebih detil akan pemahaman terhadap pondasi bisnis itu adalah untuk memperlakukan berbagai peluang sebagai pertimbangan baru. Saat peluang datang kita harus bertanya kepada diri sendiri, apa kebutuhan investasi untuk sekarang dan masa mendatang, siapa pesaingnya, taraf setinggi apa yang bisa kita berikan untuk bisnis kita.

Kesuksesan Tahir sebagai pengusaha membuat dirinya masuk dalam 20 besar pengusaha muda sukses dunia versi Ernst & Young tahun 2012 dan pengusaha terbaik Indonesia tahun 2011. Ia juga muncul di arsip nasional pemerintah China sebagai 50 besar keturunan China yang sukses di luar negeri.

Perjuangan Meraih Sukses
Berasal dari keluarga miskin, orang tua Tahir terbiasa menjadi tukang becak. Tahir memiliki minat sosial yang tinggi terutama untuk bidang pendidikan. Hal ini terus diterapkan sampai ia sukses dengan mendirikan Tahir Foundation untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui kesehatan dan pendidikan layak. Tahun 2012 ia mendonasikan 30 juta dolar Singapura kepada National University of Singapore Yoong Loo Lin Schoool of Medicine. Selanjutnya ia bekerjasama dengan Bill and Melinda Gates Foundation menggabungkan investasi $200 juta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

#12 Bachtiar Karim

Nama PT Musim Mas jarang di dengar oleh khalayak ramai Indonesia, namun perusahaan itu merupakan salah satu perusahaan kimia oleo tersukses dunia. Namanya adalah Bachtiar Karim, sang pemilik perusahaan yang sederhana dan tidak banyak dikenal bahkan dikalangan pengusaha sendiri. Berkat kepemimpinannya PT Musim Mas berhasil menjadi perusahaan kimia oleo papan atas tanpa afiliasi perusahaan raksasa Indonesia terkait seperti Astra dan Asian Agri.

Tumbuh dari Usaha Keluarga

Bachtiar belajar bisnis kimia oleo sejak usia 20 tahun saat ia diminta memimpin perusahaan sabun keluarga setelah kematian kakeknya. Tahun 1972 ia merubah nama perusahaan dari Nam Cheong Soap Factory menjadi PT Musim Mas dan perusahaan itu tumbuh pesat sampai akhirnya menjadi penyedia pengolahan kelapa sawit skala besar. Pada tahun 1988 ia terus mengembangkan usahanya hingga akhirnya PT Musim Mas memiliki perkebunan sawit sendiri. Setelah lulus dari sekolah teknik, Bachtiar juga berperan untuk perkembangan teknologi perusahaan. Ia berhasil meningkatkan kapasitas produksi dari 120 ton per bulan menjadi 400 ton per bulan.

Bachtiar memulai usaha dari nol, sang ayah menempatkan dirinya di dasar kepemimpinan lebih dulu sehingga ia mampu memahami berbagai aspek bisnis sampai mendetil. Ia telah bekerja di berbagai lini perusahaan dari teknologi sampai keuangan. Selanjutnya ia juga mengenyam pendidikan di luar negeri untuk membawa pengetahuan dan keahlian baru untuk diterapkan di perusahaan.

Rendah Hati dan Berjiwa Sukses

Ia dikenal sangat rendah hati sebagai pengusaha sukses. Tidak banyak yang tahu akan kesuksesannya kecuali dari rekan bisnisnya sendiri. Jiwa sukses yang kental dalam dirinya membuat PT Musim Mas menjadi salah satu perusahaan kimia oleo terbesar Indonesia dan dunia.

Inovasinya termasuk terobosan untuk meningkatkan produksi dengan energi minimum dan disaat bersamaan mengurangi resiko kebocoran. Saat ini 90% produksi perusahaan berorientasi ekspor dan 3 produk utama perusahaannya yang mendunia adalah sabun Medicare, Lark dan Harmony.

#13 Putra Sampoerna

Putera Sampoerna meraih usahanya sebagai pewaris perusahaan rokok PT HM sampoerna Tbk, salah satu perusahaan tembakau terbesar Indonesia. Lahir menjadi orang kaya, Putra mengenyam pendidikan di luar negeri sejak usia muda mulai dari Hong Kong sampai Amerika serikat. Ia mengendalikan perusahaan mulai tahun 1978 sampai 2000 setelah pada akhirnya ia digantikan anaknya Michael Sampoerna. Tahun 2005 Putra menjual perusahaan kepada Philip Morris seharga $5,4 milyar.

Perubahan Bisnis Keluarga Sampoerna
Setelah penjualan PT HM sampoerna, keluarga ini mendirikan Sampoerna Strategic Group yang mewakili perubahan bisnis sampoerna setelah mundur dari bisnis tembakau. Grup bisnis ini memiliki lini usaha di bidang pertanian, keuangan, properti, industry timah dan telekomunikasi.

Tetap mempertahankan filosofi sampoerna, Grup usaha baru tersebut mengembangkan prinsip Anggarda Paramita (untuk kesempurnaan) sebagai gaya hidupnya. Ini merupakan pencarian tiada akhir untuk kesempurnaan yang diterapkan ke semua aspek bisnis. Grup ini memiliki filosofi 3 Tangan yang menggambarkan harmoniassi hubungan antara perusahaan, rekan usaha dan masyarakat.

Institusi Bisnis Sosial Pertama di Indonesia
Tahun 2001, Putra mendirikan Puteran sampoerna Foundation, sebuah organisasi nirlaba didedikasikan untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia. Salah satu tujuan utama dari yayasan ini adalah untuk merubah pola piker dari “mencari keuntungan” menjadi “kepedulian untuk membantu masyarakat luas”.

Putera memperkenalkan konsep bisnis sosial di Indonesia pada saat hal ini masih tergolong baru. Banyak orang mengenal konsep “kegiatan sosial” yang membantu masyarakat luas melalui berbagai program sosial. Sebagai upaya untuk menjamin kelanjutan program ini, Putera yakin bahwa fokusnya harus untuk membantu masyakat luas sehingga konsentrasi tenaga dan sumber daya akan ditujukan untuk meraih tujuan itu dengan mengembangkan program berkelanjutan agar masyarakat sanggup berdiri sendiri secara jangka panjang.

#14 Theodore Rahmat

Perjalanan sukses Theodore Rahmat telah berlangsung cukup lama. Sejak kelulusannya dari Institut Teknologi Bandung, ia tumbuh perlahan mulai dari seorang sales marketing sampai direktur Astra. Sekarang ia memiliki perusahaan sendiri (Triputra Group dan PT Adaro) yang terus tumbuh dengan nilai aset dan keuntungan signifikan. Perjalanan suksesnya tidak semulus yang dibayangkan banyak orang, ia juga pernah membuat keputusan salah namun pada akhirnya ia mampu bangkit dari kegagalan.

Mulai dari Sales Marketing menjadi Direktur Astra

Theodore Rachmat memulai karir sebagai sales marketing Astra tahun 1968 tepat setelah lulus kuliah. Waktu itu, Astra masih perusahaan kecil dan Rachmat tergabung sebagai karyawan ke-15 perusahaan itu. Pada minggu pertama menjadi sales marketing, Rachmat menggunakan sepeda motor untuk transportasi dari rumah ke kantor dan bahkan sering tidur di kantor. Dedikasinya membuat ia berhasil meningkatkan karir sampai ia dipercaya memimpin salah satu lini usaha Astra. Tahun 1972, ia mulai memimpin United Tractors sebelum akhirnya menjadi chief executive sampai tahun 2005.

Ia membuat keputusan blunder dengan tidak membeli Astra saat krisis moneter dan akhirnya ia selalu teringat itulah kesalahan terparah yang pernah ia lakukan dalam perjalanan bisnisnya. Namun bagaimanapun juga, ia kemudian merintis perusahaan keuangan Adira. Ia menjual sebagian saham Adira kepada Bank Danamon dan Triputra Group. Sekarang, Triputra Group memiliki beberapa perusahaan di bawahnya dengan dua terbesar yaitu perusahaan karet PT Kirana Megatara dan perusaahaan minyak sawit Triputra Agro Persada. Ia juga merintis perusahaan pertambangan Adaro bersama anggota keluarga dan teman kuliahnya.

Rencana Go Public

Tidak puas dengan capaiannya sendiri, ia berencana untuk Go Public agar masyarakat bisa melihat transparansi dalam usahanya sekaligus memiliki modal lebih besar untuk memperluas jaringan usahanya.

#15 Murdaya Poo

Murdaya Poo (Poo Tjie Guan) merupakan seorang multi talenta yang tidak hanya sukses sebagai seorang pengusaha kelas internasional tapi juga investor dan politisi. Selain mengembangkan perusahaan kontraktornya menjadi Grup usaha sukses Central Cipta Murdaya ia juga merintis karir politik sebagai anggota dewan periode 2004-2009. Ia merupakan simbol bagaimana seorang pengusaha kecil bisa menjadi pengusaha kelas internasional dan kaya raya dengan kerja keras tanpa mudah menyerah.

Dari Kontraktor menjadi Grup Internasional

Kisah suksesnya diawali dengan menjadi penjual koran dimasa mudanya dan memulai usaha kontraktor dan supplier alat kebutuhan harian pada tahun 1972. Tidak ada yang special sampai dia menyadari usahanya merupakan satu-satunya di Indonesia waktu itu. Hal ini membuat usahanya tumbuh pesat dan akhirnya mendirikan Central Cipta Murdaya Group tahun 1992. Akhirnya ia pun memperluas lini usaha ke berbagai bidang meliputi IT, baja, agribisnis dan properti.

Grup usaha ini memiliki cakupan bisnis sangat luas dan bahkan bekerjasama dengan pabrikan kelas dunia seperti Hitachi, HP, IBM dan Nike yang juga memiliki pasar besar di Indonesia. Ia juga aktor dibalik populernya WiMAX broadband yang dikenal dengan WIGo WiMAX. Ia juga membeli gedung Jakarta International Expo sebagai investasi properti yang mendatangkan banyak keuntungan sebagai penghasilan pasif.

Rahasia Sukses Murdaya Poo

Melihat dari berbagai keputusan bisnis yang sudah dia lakukan, Murdaya Poo jelas memiliki naluri bisnis yang tinggi. Namun demikian, kerjasamanya dengan sang istri Hartati Murdaya merupakan salah satu rahasia bisnisnya. Karena sang istri memiliki naluri bisnis yang juga kuat, ia tidak sungkan untuk bekerja sama dengan istrinya sejak awal. Ia juga tidak khawatir menempatkan istrinya pada posisi penting di perusahaan karena ia sudah tahu keahliannya berbisnis dan hal tersebut dibuktikan dengan mempekerjakan manager dari Korea Selatan untuk pabrik mereka akibat krisis Korea tahun 1980.

Murdaya Poo juga pernah menjadi anggota dewan periode 2004 – 2009 dibawah PDIP.

#16 Kusnan dan Rusdi Kirana

Kirana kakak beradik ini diwarisi semangat usaha dari sang ayah, yang memiliki pabrik garmen kecil. Perjalanan sukses usaha diawali dari agen perjalanan di Indonesia yang membuat mereka memutuskan mendirikan perusahaan penerbangan sendiri setelah mendalami industri penerbangan. Lion Air diluncurkan tahun 2000 dengan leasing Boeing 737 senilai $900,000.

Rahasia Sukses Kusnan dan Rusdi Kirana

Kakak beradik ini berkerjasama membangun dua pilar usaha yang penting yaitu orientasi ke pasar aviasi domestik dan menangkap peluang yang ada. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jutaan orang hidup di ribuan pulau sehingga kebutuhan akan transportasi udara sangat tinggi. Selain itu, pertumbuhan positif ekonomi Asia Tenggara telah membuat masyarakat kelas menengah mampu menggunakan transportasi udara ini.

Lion Air terus memantapkan usahanya berkat visi Rusdi Kirana untuk terus menambah destinasi baru dan frekuensi penerbangan ke destinasi utama dengan mempertahankan biaya rendah. Lion Air mampu menjaga posisi terdepan mengalahkan Garuda Indonesia dan Merpati.

Sekarang Kusnan Kirana mengelola agen perjalanan skala sedang dan Rusdi fokus kepada Grup Penerbangannya di Indonesia, Malaysia dan Thailand. Harapan mereka adalah agar keluarganya mau meneruskan usaha ini dan hal ini diterapkan dengan mendidik keponakan mereka untuk menjadi pimpinan Lion Air di masa mendatang.

#17 Eka Tjandranegara

Eka Tjandranegara merangsek ke pengusaha sukses Indonesia karena booming industri porperti Indonesia yang sangat tinggi. Peningkatan kekayaan terjadi sebagian besar dari Mulia Land dan Mulia Industrindo yang keduanya tergabung dalam Mulia Group.

Pondasi Sukses Bisnis Mulia Group

Bersama saudara kandungnya, Eka menanamkan pondasi sukses bisnis Mulia Group dengan bisnis konstruksi, menjual material gedung di awal tahun 1970. Pada tahun 1986, Mulia Industrindo, produsen material gedung didirikan. Perusahaan itu fokus kepada produk kaca dan keramik. Salah satu perusahaan subsidernya, Muliaglass mengekspor produk float glass ke lebih dari 50 negara. Perusahaan subside lainnya Muliakeramik Indahraya merupakan salah satu produsen lermaik lantai dan dinging terbesar di Indonesia.

Mulia Group juga memiliki hotel mewah dan gedung pencakar langit di jantung bisnis kota besar Indonesia dibawah Mulia Land. Perusahaan ini merupakan salah satu terdepan di developer properti bisnis dengan kantor ikoniknya yang dijadikan kantor perusahaan multinasional dan organisasi pemerintah maupun keuangan ternama.

#18 Martua Sitorus

Martua Sitorus merupakan sosok yang selalu dijadikan contoh figure sukses orang Batak. Pemilik Wilmar International Limited dan sekitar 48 perusahaan Indonesia lainnya ini merupakan contoh nyata bagaimana sebuah kerja keras dan keinginan untuk belajar akan membawa kita pada kesuksesan.

Dari Pengusaha Kecil menjadi Raksasa Minyak Sawit

Martua datang dari sebuah keluarga sederhana yang membuatnya harus mau berjualan udang dan ikan untuk membayai sekolah dan kuliahnya. Setelah lulus, ia bekerja di industry minyak sawit dan menjadi penjual minyak sawit kecil-kecilan. Momen pentingnya datang tahun 1991 saat ia bergabung dengan kenpokanan Robert Kuok untuk memulai Wilmar International Limited, sebuah perusahaan sawit dengan pabrik dan perkebunan mereka sendiri. Martua menjadi direktur eksekutif dan bertanggung jawab untuk perluasan usaha dan inovasi perusahaan.

Berkat keahlian bisnis, naluri dan dukungan finansial Kuok Khoon Hong, Martua berhasil memulai sesuatu yang besar. Mereka membeli 7100 hektar kebun sawit sekaligus mendirikan pabriknya di Sumatera Utara. Bisnis awal Wilmar International Limited adalah trading minyak sawit yang kemudian tumbuh menjadi pabrik kimia oleo yang memproduksi minyak goreng, lemak khusus, dan produk oleo lainnya.

Kini perusahaan memiliki aset sekitar 70000 hektar kebun sawit yang mensuplai pabriknya dengan minyak sawit mentah ditambah kapal tanker sendiri untuk mengirim produk ke luar negeri dan sekitar 20.000 karyawan.

Kebangaan Sumatera Utara

Martua Sitorus kini tinggal di Singapura. Kisah sukses hidupnya merupakan cerita luar biasa seorang pengusaha Batak-China yang berhasil meraih tempat terhormat diantara pengusaha internasional.

#19 Eddy Katuari

Eddy Katuari mungkin hanya memiliki Wings Group namun satu grup usaha ini memiliki banyak lini usaha. Ia berhasil merubah dari sekedar usaha keluarga yang fokus kepada konsumen domestik menjadi perusahaan raksasa berorientasi konsumen internasional dengan jutaan dollar keuntungan setiap tahunnya. Meskipun ia masuk dalam generasi kedua di keluarganya, naluri bisnis dan kerja kerasnya membawa perusahaan keluarga tumbuh menjadi perusahaan raksasa dengan konsumen di 90 negara.

Dari Fa Wings ke Banyak Produk

Wings Group pada mulanya merupakan usaha keluarga yang memproduksi sabun Fa Wings. Freddy Ignatius Katuari mendirikan perusahana ini pada tahun 1947. Setelah kematiannya, sang anak Eddy Katuari menggantikan posisinya dan berhasil memperluas produknya ke beragam produk konsumsi lainnya mencakup sabun cuci pakaian, sabun mandi, sabun cuci piring, pasta gigi, dan mi instant. Bahkan, produk mie instant Wings Group, mie sedaap sekarang menjadi pesaing utama Indomie.

Penambahan jumlah ragam produk Wings Group terjadi pada awal 90-an yang pada masa itu produk Wings erat kaitannya dengan sabun cuci pakaian dan sabun mandi. Sekarang banyak brand di hasilkan Wings yang menjadi ikon rumah tangga dan mendapatkan konsumen setia.

Selain Wings Group, Eddy Katuari merupakan orang dibalik Bank Ekonomi yang sempat besar pada tahun 1990-an dan akhirnya dijual kepada HSBC. Ia bermitra dengan Lautan Luas Group dan Salim Group untuk memulai PT Ecogreen, sebuah perusahaan kimia oleo. Dia juga bekerjasama dengan pemilik PT Djarum untuk mendirikan perusahaan PT Unipack.

Merintis Sukses dari Produk Murah

Rahasia Eddy Katuari dalam mengembangkan usahanya adalah dengan fokus kepada produk konsumsi murah namun berkualitas. Dengan cara ini ia berhasil mengamankan posisi perusahaan di pasar dengan menggunakan strategi marketing yang kuat untuk perlahan berasing dengan perusahaan raksasa Unilever. Ia mendapatkan kepercayaan konsumen yang membuat perusahaan ini bertahan dari kebankrutan pada saat krisis moneter tahun 1998. Sampai sekarang Wings Group tetap memproduksi beragam produk konsumsi yang selalu dibutuhkan semua kalangan masyarakat Indonesia.

<

#20 Kuncoro Wibowo

Kuncoro Wibowo mengawali usaha dengan sebuah usaha keluarga di sebuah toko hardware kecil di glodok seluas 3×3 meter yang didirikan oleh sang ayah tahun 1955. Kuncoro merupakan anak tertua dari 9 bersaudara dan sudah membantu usaha keluarga sejak usia sangat muda. Sebagai remaja, ia kerap mengikuti pameran di luar negeri sehingga memperkuat keahlian berbisnisnya. Kekuatan bisnisnya tidak diraih dari sekolah tapi dari ayah dan pengalaman pribadinya.

Pada tahun 1980, ia dan 5 saudara kandungnya mendirikan Kawan Lama Sejahtera, distributor alat, mesin dan perlengkapan industri. Bisnis ini tumbuh berkembang melalui pembukaan kantor cabang di banyak kota di Indonesia. Tidak lama, keluarga itu berhasil memiliki kantor pusat di gedung 4 lantai di Glodok Jaya, Jakarta Barat.

Perintis dalam Modernisasi Bisnis Perangkat Keras

Sekarang, Kawan Lama Sejahtera merupakan perusahaan terdepan di bidang keperluan industri dan bisnis Indonesia dengan 23 cabang di seluruh Indonesia dengan kantor pusat di gedung 9 lantai, Kawan Lama, di Puri Kembangan, Jakarta Barat. Showroom berada di lokasi Gedung Kawan Lama dilengkapi katalog digital yang meningkatkan kualitas tampilan produk kepada calon pembeli bahkan memungkinkan simulasi dan percobaan berbagai produk untuk keperluan konsumen yang ingin membeli produknya.

Tahun 1995, Kuncoro Wibowo dan saudara kandungnya memperluas usaha dengan mendirikan ACE Hardware Indonesia, satu-satunya pemegang ijin brand ACE Hardware (ritel hardware besar asal Amerika Serikat) di Indonesia. Kini ACE Hardware Indonesia merupakan salah satu penjual keperluan rumah tangga terlengkap dengan 99 cabang di kota-kota besar Indonesia. Ia juga mendirikan toko ACE Hardware terbesar di dunia di wilayah Alam Sutera, Serpong-Tangerang dengan lebih dari 75000 jenis produk di area seluas 15000 hektar yang menjadi tujuan berbelanja kalangan menengah atas untuk keperluan rumah tangga dan gaya hidup.

Bookmark Kisah Pengusaha Sukses Indonesia Ini

Itulah kesemua 20 kisah pengusaha sukses Indonesia bertaraf internasional yang perlu kita ketahui. Indonesia itu hebat dan para pengusaha di atas adalah bukti bahwa siapapun bisa meraihnya.

7 Comments

  1. Muzi Oktober 12, 2015
    • Okto Januari 18, 2016
  2. fendy Oktober 13, 2015
    • Okto Januari 18, 2016
  3. hyden Oktober 25, 2015
    • Okto Januari 18, 2016
  4. Pingback: Kenapa Orang Bisa Sukses? Desember 27, 2015
  5. Ummi Januari 3, 2017

Leave a Reply

CommentLuv badge