Ecommerce bukan penyebab bangkrutnya bisnis ritel seolah menjadi jawaban atas tudingan jika ecommerce penyebab tutupnya toko ritel besar akhir-akhir ini. Bisnis ritel di Indonesia seolah sedang didera tantangan saat ini. Tidak tanggung-tanggung, toko ritel besar mulai menutup beberapa gerai akibat tingginya biaya operasional. Mulai dari Matahari, Ramayana, 7-Eleven sampai Lotus sudah menutup beberapa gerainya akhir-akhir ini. Debenhams bahkan akan ditutup pada akhir tahun 2017.
Menyikapi tudingan kepada ecommerce sebagai penyebabnya, Pemimpin tokopedia, William Tanujaya menjelaskan jika ecommerce bukan penyebab bangkrutnya bisnis ritel. Pangsa pasar transaksi ecommerce baru mencapai 1 % dari keseluruhan transaksi ritel di Indonesia.
Banyaknya toko yang tutup setiap hari diimbangi dengan banyaknya toko yang buka juga. Di masa mendatang, tokopedia melihat bahwa akan muncul kondisi saling membutuhkan antara toko online dan toko offline. Ketergantungan itu dalam bentuk kolaborasi proses bisnis keduanya. Popularitas bisnis online juga didorong berkat kehadiran toko offline konvensional.
Baca: Strategi Harga Pengaruhi Kepuasan Pelanggan, Kok bisa?
3 replies on “Ecommerce Bukan Penyebab Bangkrutnya Bisnis Ritel”
[…] Bahasan kali ini adalah untuk belajar cara mendapatkan uang dari internet jualan online dari ahli yang sudah berhasil meraup ratusan juta per bulan memanfaatkan online market place atau ecommerce. […]
[…] Cara mendapatkan uang dari internet jualan online sebenarnya punya konsep sama dengan jualan offline. Pembeda utamanya adalah pemakaian teknologi informasi dalam menciptakan penjualan. Dan itu semakin mudah memanfaatkan online market place atau ecommerce. […]
[…] Nyari uang di internet jualan online sebenarnya punya konsep sama dengan jualan offline. Pembeda utamanya adalah pemakaian teknologi informasi dalam menciptakan penjualan. Dan itu semakin mudah memanfaatkan online market place atau ecommerce. […]