Trend Media Sosial Indonesia : Pelajaran Penting dari Media Tradisional

Trend media sosial Indonesia cenderung positif jika kita melihat media tradisional yang ada”

Apakah Anda sepakat dengan pernyataan trend media sosial di atas?  Sesuai dengan judul, kali ini saya ingin membahas pelajaran apa yang bisa diambil dari beberapa media cetak nasional yang saya baca.

(catatan : beberapa gambar dalam artikel ini mengandung promosi, namun demikian saya pribadi tidak mendapat keuntungan apapun atau memiliki kepentingan apapun. Saya mencantumkan gambar itu di artikel ini hanya untuk memperkuat argumen saya mengenai trend media sosial Indonesia)

Saya yakin banyak dari Anda sudah akrab dengan media cetak nasional atau biasa disebut sebagai media tradisional.

Katakanlah seputar indonesia, kompas, media indonesia, koran tempo, dan sebagainya. Banyak informasi bermanfaat yang bisa Anda dapatkan melalui media-media tradisional ini? Salah satunya adalah fakta mengenai trend media sosial di Indonesia.

Bagaimana Media Tradisional Membentuk Trend Media Sosial Indonesia?

Survey Edelman Trust menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Indonesia kepada media tradisional mencapai 80% (Sumber : kontan dan media indonesia).

Ini berarti jutaan pasang mata melihat kepada apapun yang dimuat oleh media-media tradisional tersebut. Dari sisi bisnis, ini merupakan peluang yang sangat menguntungkan. Namun demikian mengapa media sosial masih menjadi trend? Jawabannya adalah jumlah pengguna media sosial itu sendiri.

Menurut metrotvnews pengguna facebook di Indonesia mencapai 43,06 juta orang sedangkan menurut kompas dan tempo pengguna twitter Indonesia mencapai 19,5 juta orang. Pengguna media sosial ini termasuk dalam pengguna aktif!. Melihat jumlah pengguna tersebut tentu sangat menggoda untuk pelaku bisnis mendekatkan diri dan turut serta dalam media sosial.

Facebook dan Twitter Merupakan Trend di Indonesia

Kedua media sosial ini menjadi primadona di Indonesia, meskipun sebenarnya banyak bentuk media sosial lainnya seperti blog, you tube, google+, linkedin, dan sebagainya.

Media tradisional dengan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi mulai menggandeng media sosial terutama facebook dan twitter, dan sepertinya kalangan bisnis dan dunia politik berbaris dibelakang mengambil tindakan serupa. Lihat ilustrasi di bawah :

Sepertinya saya tidak perlu menyibukkan diri sendiri membahas mengapa dan bagaimana facebook dan twitter bisa menjadi trend di Indonesia, cukup melihat ilustrasi di atas sepertinya tidak akan ada yang membantahnya.

Memang faktanya saat ini dan sepertinya sampai tahun ini berakhir facebook dan twitter akan merajai dunia media sosial di Indonesia. Jutaan pasang mata pembaca media tradisional tentu akan melihat simbol-simbol facebook dan twitter yang ada di hadapan mereka, dan ini akan mengkonfirmasi bahwa … “oohh, mereka ada di facebook dan twitter juga ya” dan bukan tidak mungkin sang pembaca akan segera memeriksa akun facebook/twitternya untuk segera mengambil tindak lanjut, entah itu follow, like, re-tweet, atau memberi komentar di status mereka.

Jadi memang itulah intinya. Akses lebih luas merupakan dampak yang dicari. Dengan memberitahukan kepada khalayak umum keberadaan Anda di facebook dan twitter pembaca akan memeriksa akun Anda, karena saya cukup yakin sebagian besar pembaca media tradisional adalah pengguna facebook atau twitter juga.

Jika informasi yang diberikan melalui kedua media sosial ini menarik pembaca tentu akan ada tindak lanjutnya. Pada tahap ini Anda telah membentuk suatu ikatan sosial dengan pengguna lainnya, Anda mulai dipandang sebagai pihak yang memberi manfaat untuk mereka.

Lebih jauh lagi, mereka akan percaya pada produk Anda. Sampai pada saatnya pengguna media sosial percaya dan tertarik dengan informasi Anda di facebook atau twitter, maka Anda telah berhasil membentuk brand atas diri Anda atau produk yang Anda promosikan.

Pelajaran Media Sosial yang Bisa Didapatkan

Seperti saya sebut di awal-awal artikel, media tradisional tidak hanya memberi informasi atau iklan. Jika Anda cermati lebih dalam ada pelajaran marketing media sosial yang bisa didapatkan, menarik bukan? Lihatlah gambar di bawah ini.

Sindonews.com Apa yang Anda pikirkan? Rooney? Pin BB? Hotline SMS? Website? Email? Facebook atau Twitter? Facebook atau twitter -lah yang mencuri perhatian saya. Mengapa? Karena koran yang saya baca ini memberi pelajaran berharga tentang bagaimana Anda dapat mendekatkan diri kepada kedua media sosial itu dengan baik.

1. Letakkan di tempat yang mudah terlihat

Ini merupakan pelajaran yang menarik. Penempatan simbol media sosial di tempat yang mudah terlihat. Ini juga sebenarnya strategi yang biasa digunakan dalam iklan pay per click. Tempat-tempat strategis itu tentunya di bagian atas, side bar, atau mungkin bagian bawah website.

2. Buat semudah mungkin untuk pembaca

Jika Anda memiliki website dan hanya meletakan simbol facebook atau twitter dan berharap pembaca akan mem-follow atau like, pikirkanlah …. berapa banyak orang akan mengklik simbol itu.

Pembaca ya berarti membaca dan melihat, sehingga buatlah semudah mungkin bagi pembaca website Anda untuk dapat melakukannya. Gambar di atas merupakan contoh yang sangat baik. Pembaca akan mengingat dan mencari dengan mudah akun twitter sindo dengan melakukan search “SindoNews”, atau mencari akun facebook dengan melakukan search “Harian Seputar Indonesia”.

Jadi begitulah seharusnya Anda menampilkan simbol facebook atau twitter di website Anda. Pasti tujuan Anda adalah untuk memberitahu keberadaan Anda di kedua media sosial itu bukan?

Jadi mudahkanlah pembaca Anda untuk melakukannya dengan mencantumkan username Anda, jangan hanya simbol dan memberi pekerjaan tambahan kepada pembaca untuk mengklik simbol tersebut.

Adakah tips tambahan lainnya? Menurut saya masih ada satu lagi yaitu kalimat persuasif atau dikenal dengan call to action.

Jika memang Anda ingin meningkatkan interaksi melalui facebook atau twitter maka tidak ada salahnya Anda menerapkan cara ini.

Gunakanlah kata-kata ajakan seperti “gabung dengan saya di  twitter@…….”. Mungkin terlihat sederhana tapi dampaknya bisa sangat memuaskan. Kalimat ajakan bisa memudahkan pembaca untuk melakukan apa yang Anda inginkan.

Itu merupakan pesan kepada pembaca bahwa Anda juga hadir di kedua media sosial tersebut.

Penulis artikel ini: Okto, part-time blogger dari Indonesia, freelance writer, dan pendiri notordinaryblogger (blog dua bahasa tentang tips sederhana memanfaatkan blog untuk bisnis). Temukan saya di facebook@notordinaryblogger dan twitter@tipsonline_nob

Artikel ini bermanfaat? Jangan lupa di share agar manfaatnya bisa dirasakan pembaca lainnya. Lalu bagaimana dengan pengalaman Anda tentang trend media sosial Indonesia, tinggalkanlah komentar di kolom yang tersedia.

Baca Juga :
Bagaimana Anda Bisa Menghasilkan Uang Lewat Blog?
Teka Teki Tambah Uang dengan Banner Iklan Pay Per Click
Apakah Unique Selling Proposition itu? Apakah Semua Sependapat?

15 Comments

  1. Evi Mei 1, 2012
    • Okto Mei 1, 2012
  2. fauzanmm Mei 2, 2012
  3. isnuansa Mei 2, 2012
    • Okto Mei 2, 2012
  4. Blog Renaldi Mei 2, 2012
    • Okto Mei 2, 2012
  5. Kaget Mei 4, 2012
    • Okto Mei 4, 2012
  6. isnuansa Juni 18, 2012
    • Okto Juni 18, 2012
  7. Alamanda Februari 7, 2015
  8. Muhammad Rusdi Lubis Desember 22, 2015
    • Okto Desember 24, 2015

Leave a Reply

CommentLuv badge