Peluang Ekspor Sabut Kelapa


Peluang ekspor sabut kelapa patut dicermati karena aktivitas ekspor bermanfaat untuk perekonomian negara secara umum. Untuk Anda yang mempunyai sumber buah kelapa untuk diperdagangkan bisa jadi peluang ekspor ini akan menarik minat.

Negara Tujuan Ekspor Buah Kelapa Indonesia Tahun 2016

Ada puluhan negara tujuan ekspor kelapa Indonesia. Dari sekian banyak negara tujuan eskpor itu, 10 negara memiliki nilai ekspor terbesar yaitu:

  1. Viet Nam dengan nilai ekspor kelapa mencapai US$ 87,8 juta
  2. China dengan nilai ekspor kelapa mencapai US$ 50,5 juta
  3. Thailand dengan nilai ekspor kelapa mencapai US$ 29,2 juta
  4. Amerika Serikat dengan nilai ekspor kelapa mencapai US$ 26,1 juta
  5. Malaysia dengan nilai ekspor kelapa mencapai US$ 25,1 juta
  6. Belanda dengan nilai ekspor kelapa mencapai US$ 22,7 juta
  7. Jerman dengan nilai ekspor kelapa mencapai US$ 17,5 juta
  8. India dengan nilai ekspor kelapa mencapai US$ 15,9 juta
  9. Singapura dengan nilai ekspor kelapa mencapai US$ 15,9 juta
  10. Brazil dengan nilai ekspor kelapa mencapai US$ 12,1 juta

Data: Un Comtrade dan BPS

Total ekspor kelapa Indonesia ke negara lain tahun 2016 mencapai US$ 373 juta. Angka yang cukup fantastis bukan? Sebenarnya kenapa peluang ekspor kelapa ini sangat menggiurkan?

Manfaat dari Kelapa Secara Komersial

  1. Pertama jelas air kelapa itu diminati oleh banyak orang di seluruh dunia
  2. Kedua adalah buah kelapanya bisa diolah menjadi beragam produk
  3. Ketiga Sari Kelapa (berkaitan dengan produk olahan buah kelapa juga) yang bisa menjadi bahan masakan
  4. Keempat adalah sabut kelapanya yang bisa diolah menjadi produk bernilai tambah untuk keperluan industri otomotif, atau industri lainnya.

Pemanfaatan Sabut Kelapa

Sabut kelapa banyak dikira sebagai limbah, itu sebabnya tidak banyak yang mengambil manfaat dari sabut kelapa. Padahal jika dicermati lebih dalam, ada peluang bisnis dari sebuah sabut kelapa.

Olahan sabut kelapa bisa menjadi media tanam hidroponik. Jika sudah demikian maka metode penanaman tanaman bisa tidak menggunakan tanah. Dengan kata lain, pemanfaatan sabut kelapa bisa menjadi alternatif solusi keterbatasan lahan.

Sabut kelapa olahan memiliki kepasitas tahan air yang tinggi mencapai 8 kali berat sabut kelapa itu. Dan sabut kelapa olahan ini juga tahan terhadap bakteri.

Filipina Serius Menggarap Peluang Ekspor Sabut Kelapa

Negara yang cukup serius menggarap peluang ekspor sabut kelapa ini salah satunya Filipina. Jumlah pohon kelapa di Filipina lebih dari cukup untuk mengalahkan India dan Sri Lanka yang dikenal sebagai produsen sabut kelapa terbesar sekarang ini.

Filipina memiliki 3,3 juta hektar lahan tanam kelapa, India 1 juta hektar dan Sri Lanka 1,7 juta hektar. Pemerintah Filipina semakin serius untuk menggarap sabut kelapa olahan untuk menjadi pemasuk nomor satu dunia

Cocopeat, Sabut Kelapa Olahan Bernilai Tambah

Nama sabut kelapa olahan ini adalah cocopeat. Untuk memproduski cocopeat, limbah sabut kelapa harus dikumpulkan dalam jumlah cukup untuk kemudian dilakukan proses pengeringan. Jika proses sudah selesai, sabut kelapa olahan ini bisa menjadi cocopeat bernilai tinggi.

India dan Sri Lanka menggunakan proses pengeringan alamiah dengan bantuan sinar matahari. Jika suatu negara memiliki musim hujan cukup intens, sebaiknya proses pengeringan dilakukan secara mekanik. Untuk mendapatkan hasil terbaik, sebuah proses pengeringan awal wajib dilakukan sebelum pengeringan mekanis dilakukan.

Sebuah belt press bisa digunakan untuk peneringan awal dan mengurangi kandungan kelembaban antara 60 sampai 65 persen selanjutnya drum berputar akan mengeringkannya lagi dengan pemanasan biomas untuk mengurangi kandungan air sampai 16%. Pada kelembapan itu, sabut kelapa olahan bisa di potong menjadi balok-balok kecil untuk tujuan ekspor.

Peluang Ekspor Sabut Kelapa Makin Besar Terkait Lingkungan dan Otomotif

Essentium Materials di Texas Amerika Serikat menggantikan lapisan bagasi, lantai (tutup baterai pada mobil elektrik) dan beberapa bagian lainnya dengan bahan komposit dari sabut kelapa dikombinasikan plastic daur ulang.

Hasil dari perpaduan teknologi itu adalah serat plastic buatan yang lebih kuat dan tahan mikroba dan lebih bersahabat untuk lingkungan.

Hal terbaiknya adalah memanfaatkan benda yang tadinya hanya sampah menjadi bermanfaat. Dan yang lebih jelas adalah menguntungkan lingkungan dan komunitas di negara produsen kelapa.

Peneliti meyakini jika dengan menggantikan synthetic polyester fiber dengan fiber sabut kelapa (coir) akan mengurangi konsumsi bahan bakar 2 sampai 4 juta barel dan emisi karbon dioksida 450 ribu ton per tahun.

Akseseoris Kendaraan dari Sabut Kelapa

Siap Garap Peluang Ekspor Sabut Kelapa?

Itulah peluang ekspor sabut kelapa yang tersedia. Kini saatnya Anda membuat perencanaan bisnis agar peluang ekspor sabut kelapa ini bisa diwujudkan sebagai usaha ekspor impor. Semoga sukses.


Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+