Membuat Brand Usaha dan Membesarkannya

Bagian 3 Belajar Internet Marketing

Postingan ini seharusnya terbit sebelum postingan berjudul “cara mendatangkan pengunjung blog secara masif” sebagai proses urutan belajar internet marketing yang ketiga. Namun sebagai manusia biasa tentu saya tak luput dari salah, telah terjadi salah seting terbit jadwal postingan notordinaryblogger.

“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali”, ibarat pepatah itu, maka postingan inipun diterbitkan agar target panduan belajar internet marketing notordinaryblogger bisa terwujud. Nah, inilah pembahasan belajar internet marketing bagian ke-3, membuat brand usaha dan membesarkannya.

Hubungan antar manusia merupakan nyawa sebuah bisnis. Pada akhirnya, Anda akan berhubungan dengan manusia, usaha Anda menjadi solusi, meringankan masalah konsumen, dan memberikan pengalaman menyenangkan untuk konsumen. Pendapatan merupakan satu hal yang terjadi karena produk yang baik dan pengalaman positif seorang konsumen. Setidaknya begitulah seharusnya Anda membuat brand usaha dan membesarkannya.

Sebuah cerita merupakan teknik ampuh untuk membangun sebuah hubungan. Hal ini merupakan konsep kuno yang membawa manusia saling mengenal dan terus menyimak. Bukanlah masalah dimana Anda berada dan berapa banyak modal Anda punya untuk membiayai usaha Anda.

Sebuah cerita yang baik memberikan dukungan suara yang kencang bagi sebuah usaha kecil. Itulah sebabnya ini menjadi penting bagi sebuah usaha untuk meluangkan waktu dalam membuat brand usaha dan membesarkannya melalui teknik cerita.

Cerita dan internet marketing berfungsi untuk saling mendukung. Pikirkanlah. Terlepas apa produk Anda baik penulis iklan facebook, pembuat infografis, atau menulis panduan gratis online (seperti panduan internet marketing ini), Anda perlu untuk mencuri perhatian audiens.

Setiap hari, konsumen potensial Anda melihat ribuan jenis iklan. Pemasar secara konstan akan bersaing mendekati prospek dan mencuri perhatian konsumen. Bukan tidak mungkin, brand usaha Anda akan terkubur dalam iklan-iklan sampah jika Anda salah langkah.

Lalu bagaimana cara membuat brand dan membesarkannya? Teknik cerita jawabannya.

Di bagian 3 belajar internet marketing ini Anda akan belajar memahami kenapa brand usaha Anda harus mengutamakan teknik cerita dan bagaimana usaha Anda bisa memulainya. Hal ini bukanlah hal sepele. Teknik cerita dalam internet marketing sangatlah ampuh dan aplikatif. Kurang yakin? Mari simak bersama.

Membuat Brand dan Membesarkannya dengan Teknik Cerita, Apa Sih Ini?

Saat mendengar teknik cerita mungkin ada yang berpikir seperti cerita umum yang dimulai dengan kata pembuka “Pada suatu saat … “, ada tokoh antagonis dan pahlawan, sebuah petualangan, dan jika beruntung akan berakhir bahagia.

Bagaimana sebuah marketing plan online bisa cocok dengan skema ini? Atau spot iklan televise bisa mempromosikan keuntungan produk? Atau upaya marketing yang mentarget brand awareness dengan tampilan gambar dan perasaan?

Teknik Cerita untuk sebuah Brand pada dasarnya adalah:

  • Alasan kenapa usaha Anda hadir
  • Seperti apa produk Anda nantinya
  • Konsumen seperti apa yang akan cocok untuk brand Anda dan apa alasannya
  • Keterbukaan atas siapa dibelakang layar sebuah brand usaha
  • Media untuk membangun hubungan
  • Lebih mudah dari apa yang Anda bayangkan
  • Sebuah konsep yang menititkberatkan kehadiran usaha Anda secara online
  • Sesuatu yang dikembangkan oleh seluruh tim dalam usaha Anda
  • Sifatnya langsung mengena
  • Pandangan terhadap “Siapa Anda sebagai sebuah badan usaha?”

Teknik Cerita untuk sebuah Brand bukanlah:

  • 5 paragraf esai panjang tentang usaha Anda
  • Postingan blog
  • Sesuatu yang tersendiri
  • Pandangan terpisah akan usaha Anda
  • Suatu hal yang khusus untuk bagian marketing saja
  • Pengganti bagian humas
  • Konten video yang menyebar luas
  • Alat untuk memanipulasi prospek dan konsumen
  • Satu hal yang membosankan

Sedikit berbeda dengan keyakinan banyak orang, teknik cerita dalam membuat brand bukanlah sesuatu tentang usaha Anda. Ini semuanya tentang konsumen dan nilai yang membuat mereka memberi perhatian lebih kepada produk atau jasa Anda. Cerita sebuah brand paling kuat adalah cerita yang mengutamakan konsumen layaknya seorang bintang ternama. Posisikan usaha Anda sebagai pemeran pendukung.

Seringkali pemasar terkecoh akan hal ini. Mereka menitikberatkan komunikasi melalui pesan sebaik mungkin dan terkecoh akan inisiatif yang seharusnya disimpan untuk usaha Anda.

Perlukah menyewa konsultan?

Jangan memikirkan hal ini terlalu berlebihan. Teknik cerita membuat brand merupakan suatu hal yang mengalir secara alami. Bahkan seringkali, kita tidak sadar saat sedang melakukannya.

Pemasar telah menerapkan teknik cerita membuat brand melalui periklanan, pengalaman terkait brand secara pribadi dan seterusnya.

Masalah utamanya adalah konten online terkadang sulit untuk dituangkan dalam tulisan. Suatu cerita bisa hilang saat menterjemahkannya dalam tulisan. Minat manusia dibelakang brand Anda bisa hilang dalam jebakan ini.

Anda merasa buntu, kehilangan kata-kata untuk menjelaskan apa usaha Anda dan kenapa usaha Anda penting untuk konsumen potensial.

Jadi kenapa tidak biarkan konsumen menceritakannya untuk Anda?

Inilah yang dilakukan sebuah pasar online (clarity.fm) dimana usaha itu menyediakan tempat untuk pemberi saran dan ahli untuk terhubung dan berbagi tips bisnis. Usaha itu meluncurkan beragam cerita nyata dari konsumennya. Konsumen yang penasaran bagaimana Clarity bisa membantu membuat brand dan membesarkannya, mereka bisa belajar dari para pemimpin yang memang menggunakannya.

Bukan hanya industri kreatif yang menggunakan pendekatan ampuh seperti ini. Perusahaan sekelas CRM Salesforce juga mempublish video sukses konsumen mereka melalui laman pinterestnya.

Teknik cerita membuat brand dan membesarkannya lebih dari sekedar menulis di website kepada konsumen. Hal ini juga lebih dari sekedar menulis postingan blog dan laman “tentang saya/about me”. Ini merupakan suatu cara untuk mengkomunikasikan pesan Anda. Ini merupakan nilai usaha Anda. Ini merupakan nilai yang tertanam disetiap produk, dan jawaban atas pertanyaan konsumen.

Nah, saat ini mungkin Anda mulai tergugah. Tapi mungkin Anda masih bingung, apa sih maksud semua ini? Teknik cerita membuat brand masih saja sulit diterapkan. Postingan blog atau pesan marketing masih saja mengerikan untuk ditulis. Mengalami hal ini? Inilah yang bisa Anda lakukan mengatasinya:

Lupakan Marketing

Mungkin ini terdengar aneh diluar harapan. Namun ketahuilah bahwa inilah kunci sukses marketing. Berhentilah berpikir seperti seorang pemasar. Berhenti mencoba menjual produk Anda namun fokuslah membangun interaksi manusia. Jawablah pertanyaan “Kenapa konsumen harus peduli tentang apa yang disampaikan usaha Anda?”

Ini berarti Anda perlu menjadi persuasif dan menarik secara emosi.

Teknik cerita membuat brand bukanlah bahan marketing. Ini bukanlah sebuah iklan, dan bukanlah tawaran penjualan. Teknik cerita membuat brand harus diberikan dengan identitas kuat dari penulisnya. Cerita yang membosankan tidak akan menarik pembaca, namun sebuah cerita dengan daya tarik personal sudah pasti memikat.

Apapun yang Anda lakukan, jangan membuat orang bosan. Jangan biarkan kata-kata dalam blog Anda menyembunyikan identitas usaha.

Lebih banyaklah berbagi daripada menjual. Bagikanlah kekuatan Anda, kelemahan dan kisah bagaimana Anda sampai pada posisi saat ini. Satu cara melakukan ini adalah dengan bergabung ke dalam ekosistem teknik cerita membuat brand. Sama halnya saat Anda mencari testimoni konsumen atau studi kasus, pastikan Anda fokus untuk meraihnya.

Bersikap Ramah

Originalitas sangatlah penting dalam internet marketing. Jika Anda terlalu formal atau waspada, Anda bisa kehilangan kepercayaan pembaca. Hal ini dikarenakan konsumen bisa dnegan mudah mendeteksi kepalsuan pesan Anda. Dari penggunaan foto yang aneh dan testimoni palsu, pesan marketing Anda akan menghancurkan brand Anda.

Bersikap Terbuka Layaknya Manusia

Umpamakan Anda sedang berbicara kepada kenalan baru sambil minum kopi, bukan sedang memberikan presentasi akademis di hadapan dosen penguji. Jika Anda kurang luwes dalam berkomunikasi dengan konsumen dan prospek (atau bahkan menunjukkan indikasi kurang hormat), mereka akan berhenti mendengarkan Anda.

Kejujuran dan keterbukaan sangatlah penting dalam teknik cerita membuat brand. Dalam teknik cerita Anda berusaha membangun sebuah “cerita” yang harus berhubungan dengan kenyataan produk, industri dan brand usaha Anda.

Jangan terlalu berlebihan dalam tata krama bahasa. Untuk hal ini Anda selalu bisa menyewa jasa penulis. Hentikan kekhawatiran tentang penempatan tanda koma. Tetapkan fokus Anda pada pesan yang ingin disampaikan.

Sebuah tulisan komunikatif berarti menjaga tulisan itu tetap menarik meskipun pendek. Tulislah apa yang Anda ingin sampaikan. Tumpahkan semua ide dalam kertas. Kemudian ringkas dan ringkas terus. Jangan terjebak pada mentalitas bahwa Anda perlu jumlah kata tertentu untuk bisa menyampaikan informasi dengan baik.

Sampaikanlah apa yang perlu disampaikan dalam beberapa kata sesingkat mungkin. Tidak ada keharusan untuk tampak “cerdas”. Jika Anda memiliki produk yang baik, konsumen dan prospek Anda akan menganggap usaha Anda sangatlah cerdas.

Rancang Pesan Marketing Anda

Teknik cerita membuat brand seharusnya lebih sederhana dari apa yang menjadi pesan usaha. Bisa diambil contoh dari perancang konten Pinterest, Tiffani Jones Brown. Dirinya dan 5 anggota tim bertanggung jawab untuk intonasi, tampilan pengguna, suara, dan edukasi website itu.

Benar, sampai perlu 5 orang lebih untuk memastikan pesan marketing Pinterest sempurna. Fakta ini mungkin mengejutkan mengingat beberapa usaha bahkan tidak memiliki satu tim pun untuk membuat pesan marketing yang benar.

Rancangan pesan marketing usaha Anda bukanlah sebuah keberuntungan. Rancangan ini membutuhkan perencanaan strategis.

Jangan berharap sebuah cerita bagus akan muncul begitu saja. Anda perlu fokus menyampaikan pesan dengan baik. Anda perlu merancang pesan usaha untuk menitikberatkan semua komunikasi brand Anda. Inilah kenyataannya. Contoh sederhana dalam hal ini adalah sebagai berikut:

“Sebuah Perusahaan A menetapkan konsep marketing plan untuk terhubung kepada konsumen inti mereka yaitu tim leader pemasaran dan pemilik usaha kecil yang ingin meningkatkan kecepatan dalam mencari konsumen potensial. Konsepnya cukup sederhana, saat Anda menunggu terlalu lama untuk terhubung dengan prospek, usaha Anda beresiko kehilangan keuntungan.

Masalahnya adalah saat tim marketing terlalu agresif, mereka memiliki resiko ditinggalkan konsumen, itu sebabnya Perusahaan A tadi menempatkan dirinya dan produknya sebagai alat untuk meningkatkan hubungan antar manusia. Seni menjual bukanlah tentang mengganggu konsumen dan prospek. “menjual” adalah tentang kecepatan merespon dan membangun koneksi yang sangat kuat”.

Sebelum menterjemahkan brand usaha, Anda perlu sebuah rancangan pesan marketing yang teliti.

Pilihan Kata Yang Seksama

Apa yang Anda katakan sama pentingnya dengan cara Anda mengatakannya. Pastikan Anda menggunakan suara, intonasi dan gaya bahasa yang sesuai dengan nilai-nilai yang diakui pembaca.

Bagaimana Anda bisa tahu bagaimana hal ini harus dilakukan dan pilihan kata apa yang harus digunakan?

Jika Anda berbicara kepada khalayak millenials, sebagai contoh, ada kecenderungan mereka lebih nyaman dengan gaya serius tapi santai dibandingkan dengan khalayak lainnya.

Lebih lanjut lagi, kecuali Anda pernah kuliah bahasa, maka konsep suara, intonasi dan gaya komunikasi sangatlah bias. Bagaimana Anda bisa menuangkannya di atas kertas?

Apa yang Anda butuhkan adalah panduan gaya komunikasi untuk memberikan instruksi pada semua komunikasi brand yang sifatnya onsite atau offsite. Untuk memudahkan bisa coba template ini:

Bagian “Tujuan” Blog

Buat catatan tentang apa yang seharusnya diharapkan pengunjung blog bisa dapatkan saat mengunjungi blog Anda.

Audiens

Siapa yang Anda harapkan akan berinteraksi di bagian khusus blog Anda?

Konsep Inti untuk Diperkuat

Perasaan apa yang Anda mau pengunjung blog rasakan setelah berkunjung ke bagian khusus blog Anda atau membaca blog Anda?

Intonasi

Emosi semacam apa yang seharusnya muncul setelah seorang pengunjung membaca cerita di bagian khusus blog Anda?

Sudut Pandang

Anda ingin penulis berkomunikasi dengan sudut pandang apa? Siapa yang menyampaikan cerita?

Suara

Apakah bahasa yang digunakan sebaiknya formal atau campuran antara formal dan casual?

Panduan komunikasi brand dan rancangan pesan marketing dapat diterapkan dalam bentuk konten apapun diluar tulisan. Baik itu membuat infografis, video, membuat ebook sendiri atau postingan blog, apapun rencana Anda panduan ini akan membuat pesan marketing Anda memiliki standar untuk meraih tujuan akhir yang sama. Menulis hanyalah satu bentuk komunikasi online. Pastikan Anda menyiapkan waktu untuk menciptakan rancangan dibelakang apapun yang Anda ciptakan online.

Siap Membuat Brand dan Membesarkannya?

Sudah siap menerapkan tambahan ilmu cara membuat brand ini? Ingatlah kuncinya berikut ini:

  • Hubungan antar manusia merupakan inti dari marketing. Teknik cerita membuat brand merupakan sebuah teknik yang bisa menumbuhkan ikatan antar manusia.
  • Sebuah cerita bisa memberikan brand Anda sebuah suara yang kuat apapun skala usaha Anda
  • Teknik ini bersifat universal. Sampaikan cerita Anda melalui postingan blog, layanan konsumen, laman tentang saya, video, infografis atau apapun konten Anda.
  • Anda perlu menerapkan standar “teknik cerita membuat brand” untuk membangun hubungan baik onsite maupun offsite, khususnya jika usaha Anda secara aktif membangun strategi rilis press.
  • Teknik cerita lebih dari sekedar berkata tegas. Ini merupakan cara berkomunikasi dan cara terhubung dengan target audiens Anda.
  • Konsep teknik cerita ini sangatlah bias, abstrak dan menantang untuk dirancang. Manfaatkan berbagai cara untuk membuat konsep yang baik mulai dari catatan kecil, rancangan pesan marketing sampai gaya komunikasi untuk menterjemahkan strategi dan terapkan kedalam tim Anda
  • Teknik cerita membuat brand merupakan komitmen yang seharusnya menjadi panduan bagi seluruh unsur organisasi. Mulai dari tim pemasaran, manager, para direktur, dan semuanya. Semua unsur harus memiliki peran mengartikan pesan brand usaha Anda.

2 Comments

  1. oyong ilham Januari 24, 2016
    • Okto Januari 24, 2016

Leave a Reply

CommentLuv badge