Harga Minuman Ringan Akan Naik?


Harga minuman ringan akan naik mungkin bukan kabar baik khususnya bagi Anda penggemar minuman ringan berpemanis. Tidak hanya kabar buruk untuk konsumen, hal ini juga kabar kurang baik untuk kalangan produsen. Hal ini dikarenakan akan diterapkannya cukai pada minuman ringan berpemanis.

Ketua Gapmmi (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia), menyampaikan jika produsen akan meningkatkan harga jual jika rencana ini benar dilakukan pemerintah.

Kebijakan Cukai Kurang Pas

Penerapan kebijakan ini dinilai kurang pas apalagi saat daya beli masyarakat menurun. Bisnis para anggota Gapmmi juga akan mengalami gangguan.

Sesuai dengan studi elastisitas produk minuman dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia, kondisi elastisitas bisnis minuman ada di tingkat 1,7. Ini memiliki arti seandainya terdapat kenaikan harga produk minuman sebesar 1 persen maka penurunan penjualan akan terjadi sebesar 1,7 persen.

Pertimbangan Kesehatan Untuk Terapkan Cukai

Menurut Gapmmi, alasan pemerintah menerapkan cukai karena aspek kesehatan kurang tepat. Seandainya terpaksa menaikan harga, tingkat penjualan akan turun. Dalam kondisi ini, secara neto, pemerintah akan mengalami kerugian. Naiknya cukai lebih kecil dibandingkan penurunan pajak-pajak seperti PPN, pajak badan, PPh 21 dan lainnya.

Kebijakan untuk menerapkan cukai pada produk minuman ringan berpemanis akan kontraproduktif atas kemauan pemerintah mendapat pertumbuhan ekonomi signifikan. 

Harga Minuman Ringan Naik Buat Produsen Ganti Produk?

Rencana cukai minuman ringan ini memunculkan kabar produsen akan membuat produk minuman ringan rendah gula. Namun pada prinsipnya, minuman rendah gula sekalipun akan membutuhkan bahan pemanis.

Ketua Asosiasi Minuman Ringan (atau Asrim) mengungkap jika sejak periode 2010 bisnis minuman ringan terus mengalami penurunan. Secara year on year, pada kuartal kedua kondisinya minus 3,3 persen. Sampai kuartal ketiga tahun 2017 pertumbuhan bisnis minuman ringan masih belum sesuai ekspektasi.

Rencana penerapan cukai minuman ringan masih belum jelas apakah untuk pajak atau terkait masalah kegemukan (obesitas).

Harga Minuman Ringan Naik Konsumen Harus Siap

Mengantisipasi wacana penerapan cukai ini memang hanya menyisakan beberapa pilihan logis untuk produsen. PT Singa Mas Indonesia (SMI) misalnya berbagi strategi untuk menghadapi rencana kebijakan pemerintah ini.

Menaikan harga jual jelas tidak dapat dihindari. Di sisi lain untuk menjaga keuntungan usaha, produsen harus mampu mendapatkan pemasok dengan harga kompetitif tanpa menurunkan kualitas. Selain itu produsen harus memikirkan waktu untuk memasarkannya juga, jangan terlalu lama.

Pemerintah sebaiknya memberikan waktu yang sangat logis bagi produsen untuk mempersiapkan semuanya sebelum menerapkan kebijakan.

Harga minuman ringan akan naik merupakan dampak pasti dari penerapan cukai.



Baca: Sejarah Bisnis Coca Cola, 127 Tahun Perjalanan Bisnis

Pada kesempatan lain, Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi menyampaikan jika penerapan cukai pada minuman kemasan memiliki pertimbangan minuman ringan berpemanis ini berpotensi memicu beragam penyakit seperti diabetes, obesitas dan gangguan kesehatan lainnya.


Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+