Cara Olivia Marzuki Memulai Bisnis Home Spa

  • 1
    Share

Memulai bisnis home spa sempat terpikir oleh Anda? Pengalaman presenter berita CNN Indonesia, pengajar public speaking dan broadcast bernama Olivia Marzuki bisa jadi sumber inspirasi untuk Anda. Olivia sudah mengenyam pendidikan International Studies dari International Pacific College di Selandia Baru. Tanpa diketahui banyak orang, Olivia juga telah mendalami bisnis franchise spa dengan brand Amara Home Spa di ibu kota Jakarta. Bisnis home spa ini berbeda dengan bisnis spa kebanyakan karena berbasis mobile. Ini berarti bisnis home spa dimulai tanpa kehadiran outlet. Olive berbagi bahwa dengan bisnisnya ini terapis yang datang ke tempat konsumen, dan sekarang ini dirinya telah memiliki tujuh orang terapis.

Olivia sengaja mendatangkan terapis dari daerah. Lima diantara terapisnya tersebut diberikan tempat tinggal bersama diwilayah Cipete, Jakarta Selatan. Para terapis tersebut mendapatkan training terlebih dahulu sebelum dipercaya untuk memberikan layanan ke pelanggan. Pelatih tentu saja terapis senior yang berpengalaman.

Sekalipun terapis direkrut dari luar kota, Olivia mengaku tidak sembarangan merekrut terapis untuk memulai bisnis home spa. Pengalaman mijat menjadi pilihan Olivia untuk merekrut terapis sebagai dukungan untuk bisnisnya.

Hal tersebut dipilih Olivia karena memang sudah berpengalaman dengan terapis yang benar-benar nol pengalaman. Untuk orang yang belum berpengalaman cenderung mudah menyerah karena memang pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan terapis atau sekedar cari pengalaman saja. Untuk seorang investor, keluarnya karyawan yang direkrut tentu merugikan investasi yang sudah dilakukan melalui pelatihan. Selain itu waktu juga menjadi terbuang percuma karena proses merekrut terapis tidaklah sebentar.

Konsep go-massage dari go-jek pun sebenarnya sudah lebih dulu diterapkan oleh Olivia dengan memulai bisnis home spa miliknya. Sama halnya dengan go-massage, Olivia menyediakan terapis dengan motorist permanen yang bertugas utama mengantar jemput kesemua terapis ke lokasi konsumen. Hal itu memang sangat bermanfaat karena semua terapis berasal dari luar Jakarta sehingga tentu tidak tahu menahu arah jalan menuju lokasi konsumen. Bahkan, terkadang Olivia juga menggunakan Go-Jek untuk antar jemput terapis saat permintaan konsumen sangat tinggi dan motorist yang ada tidak sanggup memenuhi semua permintaan konsumen.

Sekalipun terdengar seperti usaha kecil dengan hanya 7 terapis, Olivia terus melanjutkan usahanya sampai sekarang. Berbagai orang sudah pernah memulai bisnis home spa milik Olivia mulai dari teman dekat, teman kerja, sampai orang yang baru dikenalnya. Kesemua itu terjadi karena efek pemasaran “dari mulut ke mulut”. Bermacam-macam layanan spa juga disediakan mulai dari pedicure manicure, pre wedding treatment, after birth treatment, dan relaxation massage dengan hot stone. Setiap pelayanan memiliki harga yang berbeda mulai kisaran ratusan ribu per jam sampai jutaan per jamnya untuk layanan massage khusus. Orientasi bisnis ini memang penyediaan jasa massage.

Olivia tidak hanya menjalankan bisnis home spa namun juga aktif menjadi pengajar di Olivia Marzuki Grooming (OMG)Learning Center sebagai usaha pribadinya beserta communicasting academy. Fokus yang diajarkannya adalah TV presenting, master of ceremony, public speaking dan tentunya grooming. Olivia mengaku merasa beruntung dapat menjalani nikmatnya berkarir di dunia broadcast sekalipun tidak pernah mengenyam pendidikan broadcasting.

Itu sebabnya ia merasa kini sudah waktunya untuk membagi pengalaman dengan generasi lebih muda yang memiliki minat dibidang ini. Olivia meyakini bahwa setiap manusia wajib mengetahui cara menata diri mulai dari busana, penampilan fisik, rambut, sampai hal detil kecil seperti kerapihan kuku. Slogan bisnis learning centernya adalah “I will make you look OMG”.

Kegagalan Bisnis Studio Dance

Mungkin tidak banyak orang mengetahui bahwa Olivia pernah gagal dalam berbisnis. Olivia sudah pernah merasakan bangkrut menjalani bisnis sanggar tari. Olivia memulai bisnis sanggar tari tersebut bersama rekan bisnis berkewarganegaraan asing dengan mendirikan tempat studio dance di salah satu mall megah di Jakarta Utara. Hanya beberapa saat, sanggar itu ditutup karena selalu merugi. Kondisi arus kas minus dan modal pun tidak kembali.

Olivia mengaku bahwa kebangkrutan itu banyak memberikan pelajaran berharga. Beberapa diantaranya adalah pentingnya mengevaluasi pemilihan lokasi usaha dan pemilihan target konsumen yang ingin didapatkan. Ia mengaku dua hal itu diterapkan secara salah olehnya saat memulai bisnis studio dance.



Saat menjalankan bisnis studio dance, konsumen sangat sensitif akan harga, akibatnya sulit sekali mendapatkan member rutin bulanan. Produk yang dibuat bisnisnya diyakini sangat bagus karena pengajar dance sangat berpengalaman di level mancanegara. Olivia meyakini bahwa kekuatan konsumen ada, gaya hidup juga sesuai namun perilaku konsumennya tidak cocok dengan bisnisnya. Konsumen berminat hanya pada saat promo dan gratis coba saja. Itu sebabnya bisnis itu tidak dapat bertahan.

Gagal Bukan Berarti Usai

Gagal saat memulai usaha itu tidak memupuskan semangat Olivia dalam berusaha. Ia meyakini bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Sekalipun benar bahwa biaya belajar dalam berbisnis itu mahal, misalnya kegagalan dirinya dalam berbisnis studio dance. Olivia meyakini bahwa penting untuk memiliki keyakinan bahwa lebih baik gagal mencoba daripada hidup tanpa melakukan apapun. Olivia yakin kegagalannya dalam berbisnis studio dance akan memantapkan langkah memulai bisnis home spa dan bisnis lainnya. Keyakinan itu penting sekali untuk seorang pengusaha, siapapun Anda.


  • 1
    Share
  • 1
    Share

Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+