Cara Menjual Cerita Karangan Pendek

  • 4
    Shares

Menjual cerita karangan bisa menjadi daya tarik untuk kamu yang hobi menulis dan ingin punya usaha mandiri. Menjalani usaha dari hobi? Siapa yang tidak suka? Cerita karangan pendek bisa menjadi media pelatihan kreativitas untuk mendapatkan ide menulis yang baru. Cerita seperti ini bisa masuk dalam antologi, diterbitkan ke majalah atau tabloid, atau mungkin dikemas ulang menjadi koleksi satu penulis.

Perlu dipahami jika menulis dan menjual cerita karangan pendek mungkin tidak menghasilkan uang yang banyak namun beberapa orang menjalani ini karena hobi. Sama halnya dengan sebuah profesi atau usaha, beragam sumber pemasukan dapat memberi tambahan finansial berharga secara keseluruhan. Inilah yang bisa dilakukan dengan menjual cerita karangan pendek ini.

Kamu bisa saja bekerja di sebuah majalah terkenal karena cerita karangan pendek yang dihasilkan, namun hal itu tidak terjadi secara instan. Cara lain menjual cerita karangan pendek kamu adalah dengan membuat bentuk lain, mulai dari ebook sampai audio, atau bahkan menerbitkan sendiri.

Jika memang kamu hobi menulis, sebuah karir menulis bisa secara mengejutkan membuat kamu terkenal dan membuka peluang untuk kamu.

Sebuah cerita karangan pendek juga bisa menjadi gerbang untuk menulis novel. Jika kamu memang punya minat menulis cerita karangan pendek, karir menulis merupakan salah satu keuntungan yang bisa didapatkan.

Ok, kamu hobi menulis, punya minat menulis cerita karangan pendek dan ingin tahu cara menjual cerita karangan pendek itu. Ini dia caranya

#1 Memahami jika cerita karangan pendek berbeda dari novel. Sekalipun berbeda, keduanya memiliki kesamaan dasar yaitu perlu memiliki keterkaitan mulai dari awal, tengah dan akhir cerita. Hal lainnya hanyalah eksperimen penulis. Untuk menjual sebuah cerita, kamu perlu menceritakan semuanya. Triknya adalah untuk menyampaikan secukupnya dengan singkat, tapi menahan semua yang diperlukan untuk memberikan kepuasan membaca.

#2 Kamu harus jauh lebih paham akan ceritanya dari sekedar bercerita ke pembaca. Apa yang membuat sebuah cerita turun ke halaman kertas adalah proses ide, pembuatan dunia dan karakter sehingga kamu bisa memulainya. Kamu harus tahu semua tentang karakter dan cerita sehigga bisa menulis dengan percaya diri dalam bentuk sederhana. Tidak perlu beritahu pembaca akan masa lalu sebuah karakter, namun kamu perlu ide bagus untuk diri sendiri. Simpanlah petunjuk itu untuk meramaikan cerita yang ditulis sehingga membuat karangan kamu tegas dan asli.

#3 Jangan coba menulis untuk pasar. Hal ini sebenarnya berlaku juga untuk menulis novel. Kamu harus menulis cerita yang ingin kamu tulis, cerita yang ingin kamu baca. Ceritakan kisah yang hanya kamu bisa menceritakannya, kemudian lihatlah pasar untuk menjualnya. Ada banyak majalah cetak atau online sekarang ini yang bisa membantu meyakinkan apakah cerita kamu “menjual” atau tidak.

#4 Penolakan itu sudah pasti. Ribuan cerita akan dibaca editor setiap tahun. Kamu harus teguh pendirian dan memahami bahwa penolakan pasti terjadi. Beberapa orang bisa menjual apapun yang ditulisnya berdasarkan nama besar mereka, namun untuk kebanyakan penulis, 10% tingkat kesuksesan sudah bagus. Sebuah kisah umumnya akan mengalami beberapa penolakan sampai akhirnya mendapatkan rumah untuk terbit.

#5 Terima bayaran penulis amatir untuk bangun reputasi. Mungkin kamu merasa hanya mau menerima bayaran penulis profesional. Jika kamu sadari, menerima bayaran penulis amatir bisa berguna untuk penulis baru membangun reputasinya. Bayaran murah untuk merintis posisi ke atas bersama penulis tenar lainnya merupakan peluang yang sayang jika dilewatkan.

#6 Miliki tema. Kamu tidak perlu menetapkan tema untuk semua cerita dan tidak perlu mempersempit tema, namun pastikan punya sebuah tema yang diingat. Misalkan, menulis cerita fiksi, fantasi, kejahatan dan lainnya namun mayoritas tulisan adalah horror dan fantasi. Mungkin saja kamu akan disukai untuk dua genre dari sekian banyak genre cerita yang kamu tulis. Penerbit bisa saja memilih koleksi berdasarkan kemiripan suara dan gaya.

#7 Masalah utama kebanyakan cerita pendek mulai dari jauh kebelakang. Seringkali cerita pendek oleh penulis pemula dapat diperbaiki dengan memotong halaman pertama atau bahkan satu setengah halaman. Pikirkanlah dimana sebaiknya cerita dimulai, tepat dibagian menegangkan, aksi atau konflik. Kamu bisa tambahkan cerita kebelakan sambil cerita terus kedepan.

#8 Jangan lakukan modifikasi tanpa sebab. Banyak cerita memiliki modifikasi di bagian endingnya. Cobalah ingat berapa banyak cerita atau novel yang kamu baca dan kamu berpikir “Wah kok bisa ya …” , “Gak ketebak nih”. Hal seperti itu perlu kamu berikan ke pembaca. Namun jika kamu hanya berpikir untuk memberi modifikasi di bagian akhir, keseluruhan cerita bisa terganggu. Berikan cerita bukan lelucon.

#9 Cerita terbaik itu saat hal lain juga terjadi. Daripada terus maju dengan satu ide, karena kamu terbatas dengan jumlah kata, kembangkan keahlian untuk mewarnai kisah dengan hal lain, sama seperti dunia nyata. Misalkan, kamu sedang melawan seekor naga, dan sebelumnya kamu baru saja bercerai. Atau kamu sedang melawan hantu yang selalu menggangu tidurmu, namun kamu juga akan menghadapi ujian akhir semester. Monster dan perceraian, gua ajaib dan teman sekolah yang nakal, danau putri duyung dan rumah penuh amarah. Jangan batasi cerita dengan semua hal terpisah dan monoton karena hidup tidak seperti itu. Ceritamu mungkin saja pendek, namun cerita itu perlu dibuat rumit seperti hidup. Membuat keseimbangan akan keduanya merupakan keahlian sejati untuk menerapkan cara menjual cerita karangan pendek. Saat mempraktikan hal ini ingatlah tips nomor 2.

#10 Keahlian sesungguhnya menulis cerita karangan pendek ada di bagian editing. Tidak peduli betapa bagusnya cerita kamu, cerita itu bisa saja lebih pendek, dan menarik. Cobalah untuk mengurangi kepadatan kata, pengulangan kata. Buat setiap kalimat bernyanyi. Sama halnya dengan aktivitas usaha, menulis cerita karangan pendek merupakan keahlian, seni dan kecerdasan. Membaca cerita orang lain akan mengasah kemampuanmu juga. Menulis banyak cerita akan membantu kamu kembangkan keahlian personal. Yang terakhir …. Jangan mudah menyerah.

Menjual Cerita Karangan Pendek Secara Mandiri

Itulah kesemua tips membuat cerita karangan yang menarik pembaca. Jika pembaca tertarik tentu saja ingin membelinya. Kemajuan teknologi sekarang ini semakin memudahkan kamu yang ingin terapkan cara menjual cerita karangan pendek.

Mau tahu?

Pertama, buatlah sebuah cerita karangan pendek yang lengkap. Cerita ini merupakan modal awal promosi kamu.

Seperti sudah dibilang, sekarang ini mudah menjual cerita karangan secara mandiri.

Kamu bisa selesaikan cerita karangan kedalam bentuk ebook. Jangan sungkan untuk sedikit investasi agar tampilan ebook kamu terlihat profesional. Ingat, ebook cerita karangan ini akan jadi modal promosi kamu bukan? Jadi jangan asal-asalan.

Jika cerita karangan sudah selesai dan siap dipasarkan. Buatlah rangkaian cerita selanjutnya, dan buat juga dalam bentuk ebook. Ebook cerita karangan yang kedua dan seterusnya inilah yang akan menjadi objek penjualan.

Ebook pertama kamu merupakan sarana “tes pasar” untuk melihat seberapa baik respon dari pembaca. Tugas kamu adalah untuk menangkap detil kontak pembaca itu agar bisa memberikan tawaran personal untuk ebook cerita karangan selanjutnya.

Menangkap detil kontak konsumen potensial ini bisa dilakukan dengan facebook page atau bahkan sebuah blog (bisa dengan membuat blogspot atau membuat blog wordpress).

Umumkan ebook cerita gratis di blog atau facebook page kamu dan sampaikan bagaimana pembaca bisa dapatkan ebook cerita karangan itu secara gratis.

Selanjutnya kamu bisa informasikan juga ebook cerita karangan premium (tidak gratis) dan bagaimana cara mendapatkannya juga.

Bermanfaat buat kamu jika menyediakan nomor kontak email atau whatsapp, kenapa?

Mereka yang ingin punya ebook gratisnya tentu saja tertarik dengan cerita kamu. Jika sudah begitu, upaya penjualan sudah terlaksana 50%. Selanjutnya adalah menawarkan produk cerita karangan premium kamu dan evaluasi hasilnya.

Pertimbangan pembeli umumnya harga. Jika mereka memang suka cerita karangan maka harga adalah alasan utama mereka menunda pembelian.

Menambah jangkauan pembaca

Jika kamu ingin menambah jangkauan pembaca, lihat dulu tema cerita kamu dan analisa siapa target pembaca potensialnya. Apakah anak sekolah, anak kuliah atau mungkin karyawan kantor.

Target pembaca karyawan kantor jelas berpeluang menghasilkan penjualan ketimbang pembaca anak sekolah.

Selanjutnya analisa juga dimana kamu bisa berjumpa target pembaca itu. Apakah sekolah, universitas atau kantor atau mall?



Saat kamu membuat blog untuk memajang hasil karya cerita karangan jangan mengandalkan SEO untuk mendatangkan konsumen. Lebih efektif jika kamu membuat brosur dan mengajak orang untuk memeriksa blog kamu atau mendownload ebook cerita karangan kamu dari blog kamu.

Siap Menjual Cerita Karangan Pendek?

Itulah kesemua tips menjual cerita karangan pendeknya. Mulai dari menulis cerita karangan yang menarik sampai memasarkannya, kamu bisa coba semuanya. Semoga sukses.


  • 4
    Shares
  • 4
    Shares

Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+