9 Kota Tempat Merantau Yang Menjanjikan di Indonesia Selain Jakarta

Kota tempat merantau yang menjanjikan perlu diketahui untuk kebanyakan orang Indonesia terlebih untuk kota tujuan selain Jakarta. Di zaman modern ini, merantau sepertinya tidak terhindarkan. Sebuat saja alasannya, pendidikan, pekerjaan, usaha, atau kesejahteraan merantau hampir pasti akan dilakukan oleh manusia. Selain luar negeri tentu tempat merantau yang menjanjikan adalah kota lain di negara sendiri. Untuk khalayak umum mungkin Jakarta sudah lazim dijadikan kota tujuan merantau. Pertanyaan selanjutnya adalah adakah kota tempat merantau yang menjanjikan di Indonesia selain Jakarta? Jawabnya? Tentu saja ada. Apa saja kota tempat merantau itu? Inilah rekomendasi beserta ulasan singkat kenapa kota itu menjadi tempat yang dipilih sebagai tujuan merantau.

#1 Balikpapan

Balikpapan bermula dari sebuah hutan saat dikembangkan oleh Belanda tahun 1890 dan hutan itu pun tetap terjaga sampai saat ini. Balikpapan bahkan memiliki aturan daerah yang mengharuskan 52% kawasan hijau dan 48% pembangunan. Hutan di Balikpapan tersebar dari pusat kota sampai pinggiran kota. Di dalam kota pun terdapat kebun raya seluas 300 hektar. Kebun raya itu termasuk salah satu terbesar di Indonesia mempertimbangkan luas kota Balikpapan hanyalah 503 km2 dengan tingkat kepadatan 1360 orang per km2. Terbayang kesejukannya?

Kemacetan tetap ditemui di Balikpapan. Yang membedakan adalah pengendara disana lebih “ramah”. Mungkin itupula yang menyebabkan Balikpapan mendapatkan 18 kali penghargaan Wahana Tata Nugraha karena tertib lalu lintasnya.

Transportasi umum masih sebatas angkot, bus dan taksi. Hal tersebut dikarenakan kondisi geografis Balikpapan banyak perbukitan. Pembangunan moda transportasi terfokus pada daerah landai. Kini kota tersebut sedang membangun jalan tepi pantai sepanjang 8,5 km dari Pelabuhan Semayang sampai Bandara Sepinggan. Jalan tersebut juga akan semakin lengkap dengan kehadiran trem irit energi.

Dalam hal koneksi internet, PT Telkom sudah memberikan lebih dari seribu hotspot wifi ID di lokasi umum kota Balikpapan seperti mall, perkantoran, rumah sakit, bandara, tempat ibadah sampai hotel. Semua sekolahpun sudah dilengkapi jaringan internet. Jaringan internet tersebut dibuat dengan infrastruktur serat optik.
Balikpapan mungkin belum seperti Bandung yang memiliki command center berbiaya 27 milyar. Menyiasati mahalnya biaya, command center Balikpapan memanfaatkan media sosial Twitter. Peran aktif wargalah yang menjadi CCTV. Ini merupakan cirri khas warga Balikpapan, gemar bermedia sosial.

Balikpapan bahkan dinobatkan sebagai Kota Paling Dicintai dunia tahun 2015. Hal tersebut didapatkan setelah melalui program We Love Cities dari World Wide Fund yang menseleksi 47 kota dunia yang dinilai sukses mengembangkan pengelolaan lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan. Kota di Indonesia yang masuk seleksi antara lain Semarang, Jakarta dan Balikpapan. Akhirnya Balikpapan menjadi juara mengalahkan pesaing terberat, Paris.

Sebab lain Balikpapan sebagai tempat merantau menjanjikan di Indonesia adalah kemudahan perizinan dirikan bangunan se-Indonesia yang menduduki urutan ke-7. Daya saing Balikpapan ada di nomor 3 sebagai kota berdaya saing tertinggi di Pulau Kalimantan.

Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) bahkan menetapkan Balikpapan sebagai kota di Indonesia dengan indeks kenyamanan tertinggi dengan nilai 71,12 (skala 0-80). Balikpapan menang dari 27 aspek yang dinilai mulai dari ketersediaan dan kualitas fasilitas kesehatan, ketersediaan dan kualitas fasilitas pendidikan, ketersediaan dan kualitas fasilitas rekreasi, ketersediaan dan kualitas air bersih, ketersediaan listrik, ketersediaan pekerjaan, kualitas infrastruktur telekomunikasi, interaksi masyarakat, info pelayanan public, akses tempat kerja, tingkat kriminalitas, ketersediaan fasilitas komunitas difabel.

Jika Anda berminat menjadikan Balikpapan tempat merantau maka Anda wajib bekerja. Pendatang yang ingin menetap di Balikpapan wajib menyerahkan uang jaminan yang besarnya sama dengan biaya transportasi laut. Jaminan itu akan digunakan untuk memulangkan pendatang ke kota asalnya jika dalam waktu 3 bulan masih menganggur.

Fasilitas kesehatan didukung dengan layanan akta lahir secara online sampai posyandu terintegrasi. Fasilitas olahraga terbilang mumpuni di Balikpapan, Stadion Batakan misalnya, merupakan stadion sepakbola dengan 40ribu kursi kategori A dengan standar internasional. Sirkuit balap sekelas MotoGP sedang dibangun dengan panjang 3667 meter lengkap dengan helipad, pitlane, medical center dan terowongan.

Dunia usaha Balikpapan tumbuh pesat terlihat dari naiknya kredit UMKM sebanyak 31% pada 3 tahun lalu. Dalam aspek kerajinanpun, Balikpapan menerima penghargaan ekonomi kreatif Markplus.

Balikpapan direncanakan untuk menjadi kota sekelas Davos, Swiss karena lokasinya yang strategis didukung mapannya infrastruktur yang ada dan kemudahan birokrasi. Anda hampir tidak pernah melihat demonstrasi di Balikpapan. Hal itu karena semua orang sibuk bekerja. Mahaguru Marketing Indonesia, Hermawan Kartajaya menyebutkan Balikpapan mirip dengan Amerika Serikat yang dikembangkan oleh para imigran dengan budaya yang beragam. Kondisi itu justru membuat warga Balikpapan ulet bekerja, mandiri, bersahabat dan solutif. Balikpapan juga masuk dalam pembangunan Smart City yang dicanangkan Telkomsel dan Telkom tahun lalu.

#2 Solo

Kota tempat merantau yang menjanjikan selanjutnya adalah Solo. Kota ini dijuluki kampung yang Indah. Beberapa keberhasilan kota Solo adalah memindahkan pedagang kaki lima keluar kawasan hijau.

Program dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup tahun 2011 telah menonjolkan kota Solo sebagai kota dengan kualitas udara terbersih tingkat nasional. Dalam hal tata kota, Solo menjadi pemenang pertama dalam kategori kota besar mengalahkan Batam. Slogan Solo adalah “the spirit of java” yang ingin menampilkan prestasi sebagai tempat terpilih untuk tinggal. Julukan lainnya adalah kota sepeda, kota trem, kota cyber, kota impian, dan ramah untuk anak-anak. Komisi Pemberantasan Korupsi pun tidak ketinggalan memberikan predikat kota terbaik untuk Solo.

Ketertarikan investor untuk mendirikan mall dan hotel semakin naik sesuai tren positif pertumbuhan ekonomi didukung pembangunan infrastruktur lainnya. Hotel eksklusif yang ada di Solo seperti hotel Mutiara Garden, Best Western, Hotel Harris, Solo Paragon, Kusuma Mulia. Sedangkan mall yang ada seperti Solo Paragon Mall, Solo Square Mall, Solo Grand Mall dan Hartono Lifestyle. Untuk pusat perbelanjaan ada Pasar Klewer, Pusat Grosir Solo atau PGS, Assalam Hypermart, Beteng Trade Center, Hero Megaland, Luwes Group, Giant Supermarket dan King Plaza.

Kota Solo dianggap layak untuk percontohan rancangan dan perencanaan ruang perkotaan. Selain itu kota ini juga sukses untuk berkembang tanpa harus meninggalkan nilai-nilai setempat. Tahun 2016, sebanyak Rp 400 milyar digunakan untuk infrastruktur khususnya penataan taman, penanggulangan banjir, jembatan, jalan lingkungan.

#3 Malang

Untuk kawasan Jawa di bagian Timur, kota Malang menjadi salah satu pilihan sebagai tempat tinggal. Udara sejuk, tata kota baik, fasilitas mumpuni, biaya hidup tidak mahal, banyak hiburan merupakan daya tarik kota Malang untuk banyak orang. Sebagai kota tempat merantau menjanjikan, Malang memiliki industri sangat pesat. Permulaan pertumbuhan industri Malang dimulai sejak pemberlakuan peraturan agrarian dan peraturan gula di tahun 1870.  Tanah di Malang terbilang subur sehingga menarik minat pengusaha kopi, teh, karet, dan tebu.

Area perkebunan yang luas didukung siatuasi geografisnya membuat kota Malang menjadi pusat usaha agraris dan menumbuhkan perdagangan. Perkembangan ini yang selanjutnya menjadi perhatian banyak orang untuk datang dan menetap di Malang.

Sinyal makmurnya perkembangan ekonomi kota Malang yaitu pabrik gula dan rokok. Setidaknya ada dua pabrik gula yakni Kebon Agung dan Krebet dan dua pabrik rokok yakni Faroka dan Bentoel.

Jika sedikit menilik sejarah, kota Malang terpilih oleh pemerintah penjajah Belanda sebagai kota Militer. Presiden pertama Indonesia pun sempat terpikir memilih Malang sebagai ibukota Negara Indonesia. Syarat yang dipenuhi kota Malang untuk menjadi ibukota kala itu adalah syarat metereologis, teknis, sosiologis, geopolitics, historis, dan tentu ekonomi. Kini kota Malang menjadi tujuan baik untuk berlibur ataupun sekolah.

Kota Malang memiliki 3000 lebih potensi ekonomi kreatif dengan sektor yang menonjol adalah bidang video animasi, kuliner, apliasi, game dan desain komunikasi visual.

Raihan investasi kota Malang mencapai Rp 6 triliun tahun 2016 yang komposisinya sama rata untuk investasi asing maupun dalam negeri. Beberapa investasi asing di Malang antara lain PT Otsuka Indonesia dan PT Beiesdorf Indonesia. Untuk investasi lokal antara lain PT Rajawali Nusantara Indonesia dan PT Bentoel Prima TBK. Pemerintahan kota Malang memiliki rencana lima tahun kedepan untuk mengembangkan aspek pariwisata. Nah, untuk Anda yang suka refreshing, kota Malang bisa jadi cocok untuk tujuan merantau.

#4 Yogyakarta

Tahun 2011 kota Yogyakarta sempat menjadi kota ternyaman di Indonesia versi IAP. Kemudian tahun 2014 merosot ke pringkat 4 bukan karena kualitas menurun namun karena kota-kota lain juga berbenah meningkatkan kenyamanan kota masing-masing.

Kota ini menjadi salah satu favorit turis asing karena keindahan mulai dari pantai, adat istiadat jawa, pemandangan Gunung Merapi baik pagi ataupun sore dan kriminalitas rendah. Yogyakarta merupakan contoh sebuah desa-kota di Pulau Jawa. Kota ini merupakan kota yang dipenuhi kesenian masa kini sekaligus salah satu pusat kebudayaan di negara-negara Asia Tenggara.

Jika dibandingkan dengan Berlin, New York dan Paris, maka Yogyakarta lebih sedikit penduduknya dan luasnya juga lebih kecil. Meski begitu, kota Yogya lebih sukses dalam soal kesenian dibandingkan kota besar dunia lainnya.

Suasanya akademis dan budaya sangat kuat di Yogyakartka yang merupakan salah satu daerah istimewa di nusantara. Dalam hal pembangunan, perkembangan di Yogyakarta kurang lebih sama dengan pembangunan di kota besar lain di Pulau Jawa, Sumatera maupun Bali.

Bahkan dalam konteks pembangunan perumahan baru, Yogyakarta mengundang rasa penasaran tinggi untuk kalangan peneliti dan arsitek. Hal ini terlihat dari transformasi besar Yogyakarta yang terlihat tanpa rencana. Kondisi itu mungkin akan membuat Yogyakarta sedikit berantakan namun menjadi daya tarik tambahan, yaitu keindahan, hijau, berkelanjutan sosial dan mudah didatangi. Kini Yogyakarta sedang tumbuh untuk menjaga karakter hijaunya ditengah kemajuan pesat urbanisasi.

Untuk urusan investasi setidaknya ada 6 negara yang sudah melakukan aktivitasnya seperti Singapura, Malaysia, Belgia, Korea Selatan, Australia dan Amerika Serikat.

Nilai investasinya pun cukup signifikan masing-masing US$71 juta (Amerika Serikat), US$ 38 juta (Singapura), Rp 586 milyar (Malaysia), US$ 6 juta dan Rp 57 milyar (Korea Selatan), US$ 63 juta dan Rp 250 milyar (Belgia), dan terakhir US$ 3 juta dan Rp 350 milyar (Australia). Investasi Amerika Serikat mengarah ke pabrik lampu bernama Sibalek. Untuk negara lain masing-masing memilih sektor tekstil, rambut palsu, dan kerajinan kayu.

Untuk Anda yang suka wisata, belajar dan bekerja, Yogyakarta sepertinya cocok masuk pilihan kota tempat merantau yang menjanjikan di Indonesia.

#5 Makassar

Kota Makassar sedang gencar membangun infrastruktur dalam kotanya. Salah satunya terlihat dari upaya mendatangkan investor asal Perancis guna membahas kemungkinan Smart City Infrastructure, penanggulangan bencana dan tata kota.

Perancis dikenal sebagai negara dengan tata kota, infrastruktur kota cerdas, dan penanggulangan bencana dengan dasar teknologi. Mulai dari pemasangan tambahan kamera CCTV di lokasi strategis kota Makassar yang langsung terkoneksi ke War Room (control pusat) sampai penanggulangan bencana. Kota Makassar merupakan kota pesisir yang dikaruniai garis pantai 32 km dengan luas keseluruhan sekitar 122.370 ha.

Pada triwulan pertama tahun 2015, investasi asing di Makassar mencapai US$ 41 juta dan triwulan I tahun 2016 naik menjadi US$ 100juta. Peningkatan ini berasal dari industri gas, air, barang logam, logam dasar dan listrik.

Untuk Anda yang suka dengan suasana pantai dan kota modern, Makassar dapat menjadi pilihan kota tempat merantau yang menjanjikan.

#6 Palembang

Palembang berhasil menarik minat investor sampai Rp 4,1 triliun sampai dengan November 2016. Nilai itu melampaui target sampai 200 persen. Banyak pihak menduga ketertarikan investor ini akibat pertumbuhan pesat Palembang dalam rangka persiapan menjadi tuan rumah Asian Games  XVII tahun 2018.

Infrastruktur Palembang terus dibangun. Ini berarti, di masa mendatang, iklim usaha akan sangat kondusif di kota ini. Tentu saja ini menjadi daya tarik untuk pelaku usaha. Tanda itu sudah terlihat dari banyaknya kantor cabang perusahaan multinasional yang dibuka di Palembang. Tidak ketinggalan, mayoritas perbankan nasional juga sudah membuka kantor cabangnya di Palembang.  Kondisi ini semakin dikuatkan dengan akan dimilikinya kawasan ekonomi khusus Tanjung Api Api.

Kota Palembang diprediksi akan menjadi pintu masuk ekonomi terbaru di Sumatera karena rencana pembangunan pelabuhan laut dan airport skala internasional.

Tidak berhenti di sektor olahraga, usaha dan industri saja, sektor pariwisata juga akan berkembang pesat. Kota Palembang memiliki potensi wisata sejarah dan budaya beberapa diantaranya adalah rumah berusia 200 tahun yang masih berdiri kokoh atau santap makan sambil melihat keindahan jembatan Ampera malam hari.

Infrastruktur ikonik yang akan dibuat dalam waktu dekat adalah Light Rail Transit (LRT) berjarak 24,5 km. Sebagai infrastruktur inovatif di Palembang, jalur itu akan menghubungan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ke Gelora Stadion Jakabaring, sebuah stadion olahraga standar internasional. Selain LRT, ada jembatan, ruas jalan tol, dan underpass untuk menjamin kenyamanan transportasi warga Palembang.

Tidak salah bukan jika Anda memilih Palembang sebagai kota tempat merantau yang menjanjikan di Indonesia?

#7 Surabaya

Selain cocok sebagai kota tempat merantau, Suabaya juga salah satu pintu masuk ekonomi maupun pariwisata. Jika Anda bergaya cosmopolitan, maka Surabaya cocok untuk kota tujuan tinggal. Surabaya merupakan kota modern, besar dengan akses ke rumah sakit berkualitas, universitas dan sekolah. Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh November merupakan beberapa institusi pendidikan terbaik di Indonesia. Beberapa mall juga terdapat di kota ini dengan banyak retailer mancanegara ataupun lokal termasuk pasar modern dan toko buku.

Surabaya juga menjadi pilihan kantor pusat beberapa perusahaan besar. Dengan begitu lapangan pekerjaan jelas cukup luas tersedia. Untuk Anda yang berminat untuk memulai usaha, maka populasi besar di Surabaya bisa menjadi daya tarik bisnis.

Fasilitas hiburan mulai dari taman, makanan, museum ada di Surabaya. Sebuat saja Taman Bungkul, Taman Mundu, beragam masakan China sampai Eropa, beragam masakan khas seperti rawon dan rujak cingur, sampai Musium House of Sampoerna dan Musium Kapal Selam.

Pembangunan infrastruktur Surabaya berbasis ekologi ramah lingkungan. Ini berarti gencarnya pembangunan akan selalu memperhatikan keindahan lingkungan dan aspek estetika. Hal tersebut terlihat dari penyebaran 60 taman kota di Surabaya.

Fasilitas olahraga tersedia dengan dibangunnya 48 sarana prasarana olahraga mencakup lapangan voli, futsal, basket, bulu tangkis, dragrace, hockey, tenis, sepak bola dan jogging track yang dibangun di dekat kawasan pemukiman untuk memudahkan warga Surabaya. Kota ini kini juga kerap dijadikan tujuan studi banding baik dari kota lain di dalam negeri maupun luar negeri. Menyoal investasi, sektor jasa dan perdagangan menjadi fokus para investor lokal dan mancanegara.

Ingin kota modern, hijau, dan tidak semacet Jakarta? Surabaya sepertinya bisa menjadi kota tempat merantau menjanjikan untuk kategori itu.

#8 Bandung

Banyaknya perbaikan estetika kota dan tata ruang kota membuat Bandung naik peringkat secara signifikan. Saat memilih untuk merantau ke Bandung, Anda harus menjadi pribadi terbuka yang mau berinteraksi dengan siapapun. Di Bandung, Anda harus bisa menahan diri membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan.

Permasalahan penting yang dihadapi kota Bandung adalah kemacetan saat ini. Dengan penduduk sekitar 2,4 juta orang hanya sekitar 20% saja yang memakai transportasi umum. Meskipun demikian Bandung tetap menjadi tujuan liburan warga Jakarta maupun wilayah Jawa Barat lainnya.

Penanaman modal dibilang cukup tinggi mencapai Rp 84 triliun pada triwulan III tahun 2016. Dari total itu, penanaman modal asing mendominasi dengan jumlah Rp 78 triliun. Investor asing utama adalah Jepang, Korea Selatan dan Singapura. Investasi itu akan meneyerap tenaga kerja sebanyak 200-an ribu tenaga kerja.

Pembangunan infrastruktur masuk dalam rencana antara lain Pelabuhan Patimbang di Kabupaten Subang. Pendanaan proyek itu akan berasal dari Jepang. Pembangunan diprediksi akan selesai tahun 2019 dengan nilai total investasi Rp 43,2 triliun. Seandainya pelabuhan itu jadi, Patimban akan menjadi pusat logistic yang sanggup mengakomodir kapal ultra large container ships dengan kapasitas 13 ribu TEU (twenty foot equivalent unit).

Pembangunan tahap pertama diprediksi akan selesai 2019 mendatang dengan total nilai investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan itu sekitar Rp 43,22 triliun. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar Dedi Taufik mengatakan, pelabuhan yang berlokasi sekitar 70 kilometer dari pusat industri Jabar ini diharapkan bisa memberikan pelayanan terbaik di sektor pelabuhan.

Jika sudah demikian Bandung akan semakin padat karena tambahan peluang bisnis dengan infrastruktur yang di-upgrade. Tidak salah bukan jika Bandung menjadi kota tempat merantau menjanjikan di Indonesia?

#9 Medan

Selanjutnya adalah kota Medan. Kota Medan terkenal ramai dan bising, olehkarenanya tidak heran jika warga asli Medan berbicara terkesan membentak. Kota Medan pernah mendapatkan piala Adipura tahun 2012 untuk kategori metropolitan. Medan termasuk kota multicultural didukung fakta adanya delapan etnis jumlah besar tinggal disana yaitu Melayu, Jawa, India, Minagkabau, Nias, Tionghoa, Mandailing, dan Batak. Ekonomi di Medan mengacu pada pesatnya pertumbuhan Asia Selatan mengingat lokasi geografisnya membuat Medan sebagai pintu masuk dan keluarnya jasa dan barang Indonesia bagian Barat ke Asia Selatan. Pertumbuhan ekonomi Medan sangat pesat atau kedua tertinggi di dunia setelah China.

Rata-rata pertumbuhan India mencapai 8% per tahun merupakan pasar yang besar untuk bahan tambang di koridor Sumatera. Koridor ini di masa mendatang akan menghubungkan koridor Jawa lewat jembatan Selat Sunda sebagai bagian jalur distribusi Pelabuhan Belawan. Dengan demikian Medan akan berperan sebagai pusat jasa, perdagangan, keuangan dan industri di koridor Sumatera.

Potensi ekonomi Medan semakin nyata dengan adanya perbaikan tata ruang dengan relokasi Bandar Udara Polonia ke Kuala Namu. Pembangunan jalan tol juga digencarkan sebagai upaya meningkatkan volume sekaligus efisiensi arus barang industry kearah hinterland di wilayah Asahan, Labuhan batu, Kabupaten Simalungu dan daerah lainnya khususnya untuk komoditas minyak sawit mentah, cokelat, karet.

Kota Medan memiliki banyak transportasi mulai udara, laut maupun darat. Untuk transportasi darat banyak pilihannya mulai dari becak mesin, kereta api, bus, taksi, dan angkutan umum dengan trayek hampir ke semua tujuan di kota Medan.

Sejak tahun 2011 angka kematian bayi di Medan menurun dan angka kesakitan umum di periode itu juga membaik dari 18% menjadi 16,4%. Ini berarti aspek kesehatan di kota Medan sangat menjanjikan. Hal ini didukung dengan adanya 50 Rumah Sakit Umum, 3 Rumah Sakit Khusus, 8 Rumah Sakit Ibu dan Anak, 13 Puskesmas Perawatan, 26 Puskesmas Non Perawatan dan 6 Rumah Sakit Jiwa. Itulah bukti kesiapan kota Medan menciptakan kesehatan untuk warganya. Tidak heran jika kota Medan menjadi tujuan berobat masyarakat wilayah Sumatera Utara.

Untuk Anda yang memiliki profesi dokter, bisnis kesehatan atau lulusan sekolah perawat bisa jadi Medan adalah kota tempat merantau menjanjikan di Indonesia.

Pilih Kota Tempat Merantau

Itulah kesemua rekomendasi yang dapat diberikan. Jika menyoal Jakarta, tentu saja sudah banyak orang ingin merantau ke Jakarta. Postingan ini berusaha mengungkap bahwa sebenarnya Jakarta bukanlah satu-satunya kota tempat merantau menjanjikan di Indonesia. Ada kota lain yang menjanjikan namun tidak diketahui banyak orang.

2 Comments

  1. Julian Cahyo Hutomo Januari 19, 2017
  2. alvin maulana Januari 20, 2017

Leave a Reply

CommentLuv badge

Buat Tabungan dapat Secure Credit CardTabungan Online Bank Sinarmas
+