Perjanjian Batal Demi Hukum Apa Maksudnya?


Perjanjian batal demi hukum? Mungkin kamu pernah mendengar pernyataan seperti itu dan bingun apa maksudnya. Nah, sebagai negara hukum maka rujukan dalam menjawab rasa penasaran ini perlu merujuk ke aturan yang ada agar jelas.

Suatu perjanjian diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau KUHPerdata. Dalam salah satu pasalnya atau tepatnya pasal 1320 disebutkan jika ada beberapa syarat untuk sahnya sebuah perjanjian. Syarat sahnya perjanjian terbagi menjadi dua kelompok yaitu syarat subjektif dan syarat objektif.

Syarat subjektif meliputi adanya kesepakatan para pihak dan kecakapan para pihak.

Syarat objektif meliputi suatu hal tertentu dan sebab yang halal.

Maksud dari kecakapan para pihak adalah para pihak dinilai berhak secara undang-undang untuk mengikatkan diri dalam sebuah perjanjian.

Cakap menurut pasal 330 KUHPerdata adalah sudah berusia 21 tahun atau belum berusia 21 tahun tapi sudah menikah.

Jika sebuah perjanjian tidak memenuhi syarat subjektif maka perjanjian itu dapat dibatalkan, sedangkan jika perjanjian tidak memenuhi syarat objektif maka perjanjiannya batal demi hukum.

Dapat dibatalkan berarti perjanjiannya dapat dibatalkan melalui prosedur tertentu (diputuskan hakim) yang dimintakan oleh pihak yang berhak (yang tidak cakap atau membuat perjanjian dalam keadaan terpaksa/tidak bebas). Jadi jika tidak diajukan pembatalannya perjanjian yang tidak memenuhi syarat subjektif tetap berlaku.

Jika batal demi hukum maka sebuah perjanjian itu secara otomatis tidak sah dan dianggap tidak ada perjanjian.

Contoh perjanjian yang dapat dibatalkan:

Perjanjian dengan anak dibawah umur. Anak di bawah umur yang menjadi pihak dalam perjanjian dapat mengajukan pembatalan perjanjian ke pengadilan. Hakim akan memberikan putusan pembatalan perjanjian. Jika sudah diputuskan oleh hakim maka perjanjian itu batal dan dianggap tidak pernah ada.

Contoh perjanjian batal demi hukum:

Perjanjian untuk membagi hasil curian. Kausa atau sebab perjanjian ini tidak halal jadi perjanjiannya batal demi hukum tanpa perlu dimintakan putusan pegadilan.

Sudah Paham Perjanjian Batal Demi Hukum?

Sampai sini bisa dipastikan kamu sudah memahami perjanjian batal demi hukum itu maksudnya apa bukan? Agar mudah memahaminya ingatlah jika syarat sahnya perjanjian ada 4 dan terbagi dalam 2 kelompok yaitu syarat subjektif dan syarat objektif.

Jika perjanjian melanggar syarat subjektif maka perjanjian itu dapat dibatalkan. Jika melanggar syarat objektif maka perjanjiannya batal demi hukum.


Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+