Perdagangan IHSG Melemah 9 Juni 2017

Perdagangan IHSG melemah 9 Juni 2017 lalu. Tidak sedikit analis memperkirakan jika mayoritas pelaku pasar mengambil keputusan untuk “menunggu dan melihat” seperti apa pembahasan the Fed dalam menentukan kenaikan suku bunganya.

Bloomberg juga melaporkan jika IHSG turun 0,48% ke tingkat 5.675,523. Analis OSO Sekuritas, Riska Afrian memaparkan jika respon dari pelaku pasar dunia terihat menjadi sumber terjadinya perdagangan IHSG melemah. Penantian akan keputusan pembahasan the Fed bukanlah satu-satunya. Situasi politik dalam negeri Amerika Serikat juga mendapat respon dari para pelaku pasar global.

Seperti pernyataan dari James Comey menyoal Trump yang berupaya untuk memberhentikan penyeledikan terkait masalah pemilu AS yang dicampuri oleh Rusia menjadi perhatian para pemain saham.

Investor memiliki kekhawatiran terhadap penerapan kampanye Trump untuk memotong pajak, deregulasi dan pembiayaan infrastruktur.

Situasi yang sedang berkembang di Inggris juga menjadi perhatian pelaku pasar.Pemimpin dari partai buruh, Jeremy Corbyn telah meminta Theresa May turun dari jabatan perdana menteri Inggris karena masalah pemilu. Kekisruhan ini diprediksi akan membawa kondisi parlemen yang stagnan tanpa suara mutlak. Keadaan ini dianggap negatif oleh para pelaku pasar saham.

Untuk pasar wilayah Asia, kebanyakan pelaku pasar mengabaikan kekisruhan politik yang terjadi di Inggris. Indeks Nikkei misalnya naik 0,52% atau naik 104 poin untuk berakhir di level 20.013,26 sedangkan Kospi meningkat 0,77% atau naik 18,12 poin untuk berakhir di level 2.381,69.

Indeks dasar Australia, S&P / ASX200 berakhir di level tinggi tipis 0,02% atau 1,203 poin berakhir di level 5.677,8.

Selanjutnya Indeks Shanghai Composite berakhir naik 0,27% atau naik 8,4125 pada level 3.158,7461. Kenaikan juga dialami Komposit Shenzen dengan penambahan 0,233% atau naik 4,3083 poin berakhir di lebel 1.857,1653.

Baca: Tips Investasi Emas Yang Menguntungkan

 

Aspek Domestik Penyebab Perdagangan IHSG Melemah 9 Juni 2017

Kondisi global bukanlah satu-satunya yang mendorong pelemahan IHSG. Kondisi dalam negeri perekonomian di Indonesia sebenarnya sangat stabil. Kestabilan itu terlihat dari informasi indeks kepercayaan konsumen dan cadangan devisa yang menunjukkan sisi positif.

Sebanyak 174 saham mengalami penurunan poin, 140 saham mengalami kenaikan poin dan 119 saham stagnan. Total perdagangan yang terjadi 7,74 miliar lot dengan asumsi nilain transaksi sampai Rp 7 triliun.

Sektor aneka industri merupakan sektor yang paling terkena dampak penurunan sampai 1,61%. Di sisi lain, sektor infrastruktur merupakan sektor dengan kenaikan terbesar 0,39%.

Pergerakan dana asing ke luar juga tercatat cukup signifikan. Untuk pasar reguler, jumlah net sell asing mencapai Rp 525,8 milyar dan untuk keseluruhan pasar mencapai Rp 1,03 triliun.

Tingginya aksi jual ditambah sedikitnya sentiment positif memberikan andil perdagangan IHSG melemah 9 Juni 2017. Jika mengacu pada kecenderungan, tren yang dimiliki IHSG masih berkutat di wilayah melemah untuk jangka pendek.

Faktor penyebabnya adalah keputusan dari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang banyak dinanti pelaku pasar. Dalam penantian tersebut, aksi pelaku pasar kebanyakan adalah aksi lepas saham.

Baca: Membaca Kenaikan Harga Batu Bara

Antisipasi Perdagangan IHSG Melemah 9 Juni 2017

Itulah ulasan singkat kenapa perdagangan IHSG melemah 9 Juni 2017.  Bagaimana dengan prospek Senin 12 Juni 2017 nanti? OSO Sekuritas memprediksi kenaikan atau penurunan poin IHSG pada hari Senin 12 Juni 2017 sifatnya terbatas. Sekalipun pergerakannya dinilai terbatas, kecenderungan IHSG diduga akan menguat mempertimbangkan peluang teknikal rebound dengan tingkat dukungan dan resistance pada angka 5.640 serta 5.736

Leave a Reply

CommentLuv badge

Tiket Pesawat Murah Diskon 10% Kode Promo "Tiket150" Hanya Sampai 3 Juli 2017Pesan tiket
+