Perbedaan Properti Investasi dan Aset Tetap

  • 3
    Shares

Perbedaan properti investasi dan aset tetap penting diketahui mereka yang berkecimpung di dunia akuntansi maupun pemilik usaha menengah atas. Maklum saja pemahaman yang benar akan properti investasi dan aset tetap akan memudahkan pencatatan atas kekayaan usaha.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 13 menjelaskan bahwa properti investasi adalah property (baik berupa tanah ataupun bangunan ataupun bagian dari sebuah bangunan ataupun keduanya) yang ada dalam penguasaan pemilik / penyewa melalui aktivitas sewa pembiayaan dengan tujuan mendapatkan rental atau kenaikan nilai atau keduanya yang bukan untuk:

  • Penggunaan dengan tujuan produksi atau tujuan administratif atau penyediaan barang atau jasa
  • Penjualan dalam kegiatan bisnis harian

PSAK 13 tersebut juga memberikan definisi “properti yang digunakan sendiri” atau dikenal dengan istilah asing owner occupied property yang bermakna properti yang dikuasai (dalam penguasaan lesee atau pemilik yang timbul dari aktivitas sewa pembiayaan) diperuntukan kegiatan produksi atau penyediaan barang/jasa yang tujuannya administratif.

Aspek pembeda utama dari properti investasi dengan properti yang digunakan sendiri terletak pada hasil dari arus kasnya. Properti investasi menghasilkan sebuah arus kas yang mayoritas merupakan independen aset tetap.

Sesuai informasi di atas maka dapat terlihat perbedaan properti investasi dan aset tetap antara lain bahwa properti investasi itu berbentuk properti (bangunan atau tanah atau bagian dari bangunan ataupun kedua-duanya) dan dipergunakan untuk menghasilkan rental atau untuk tujuan kenaikan nilai.

Untuk contoh misalkan sebuah perusahaan membeli sebidang tanah. Pernyataan itu dikelompokan dalam properti investasi atau aset tetap? Apa jawabnya?

Klasifikasi akan bergantung pada tujuan perusahaan memperoleh tanah itu. Jika tanah digunakan untuk kegiatan operasional usaha (misalkan diatas tanah itu dibangun kantor perusahaan) dengan demikian tanah itu dikelompokan dalam aset tetap.

Jika tanah tidak dipakai untuk kegiatan operasional namun akan dijual di masa mendatang karena perusahaan meyakini nilai tanah akan bertambah maka pengelompokannya masuk dalam properti investasi.

Contoh-contoh properti investasi itu pada umumnya meliputi:

  • Tanah yang sudah dikuasai untuk jangka panjang untuk tujuan kenaikan nilai dan bukan untuk tujuan jangka pendek sebagai kegiatan usaha harian.
  • Tanah yang sudah dikuasai pemakaiannya di masa mendatang belum ditentukan.
  • Bangunan yang dimiliki sebuah entitas usaha (atau dikuasai entitas usaha dari kegiatan sewa pembiayaan) dan disewakan ke pihak lain dari satu atau lebih aktivitas sewa operasi.
  • Bangunan yang belum digunakan namun tersedia untuk disewakan kepada pihak lain dari satu ataupun lebih sewa operasi

Contoh aset yang tidak merupakan properti investasi antara lain:

  • Properti yang ditujukan untuk dijual melalui kegiatan usaha harian atau dalam proses pembangunan atau proses pengembangan untuk penjualan. Contoh property diperoleh secara eksklusif dengan tujuan penjualan dalam waktu singkat atau pengembangan untuk dijual kembali.
  • Properti dalam sebuah proses pembangunan atau pengembangan atas nama pihak ketiga
  • Properti yang dipakai sendiri merupakan sebuah aset tetap
  • Properti yang dalam proses pembangunan atau pengembangan di masa mendatang dipakai sebagai properti investasi. PSAK 16 mengenai aset tetap juga berlaku untuk properti seperti itu sampai proses pengembangan atau pembangunan tuntas.
  • Properti yang disewakan ke entitas lain melalui sewa pembiayaan.

Jika bagian properti itu memungkinkan dijual terpisah atau disewakan ke pihak lain dengan cara terpisah melalui mekanisme sewa pembiayaan, entitas mencatat kedua bagiannya terpisah juga. Bagian yang pertama masuk kelompok investasi dan bagian kedua masuk kelompok aset tetap.

Seandainya bagian itu tidak memungkinkan dijual terpisah, pengelompokan property itu ditentukan melalui bagian yang jumlahnya signifikan. Contohnya, bagian yang dimaksudkan untuk proses produksi usaha atau persediaan barang usaha, ataupun jasa atau tujuan bersifat administratif tidak signifikan, properti seperti itu dikelompokan sebagai properti investasi.

Untuk beberapa kondisi lainnya, sebuah entitas dapat memberikan tambahan jasa untuk para penghuni properti yang menjadi miliknya. Jika jasa itu tidak signifikan untuk keseluruhan perjanjian, dengan begitu entitas akan memperlakukan sebuah properti itu menjadi properti investasi.

Sebagai contoh adalah saat pemilik bangunan sebuah kantor memberikan jasa keamanan dan pemeliharaan bangunan untuk penyewa yang berdiam di bangunan. Pemeliharaan dan jasa keamanan bukan merupakan jumlah yang signifikan jika disbanding dengan uang sewa yang dibayarkan oleh penghuni bangunan.

Dalam kondisi yang berbeda, jasa yang tersedia dapat saja bernilai sangat signifikan. Misalkan jika entitas mempunyai dan mengelola sebuah hotel dan jika jasa yang diberikan untuk para tamu hotel dibayar oleh mereka. Dengan begitu, properti itu masuk sebagai properti yang dipakai sendiri sehingga bukan properti investasi.

Contoh Kasus Perbedaan Properti Investasi dan Aset Tetap

Untuk memudahkan pemahaman akan perbedaan properti investasi dan aset tetap ini sebuah contoh akan sangat membantu. Misalkan PT Prospek dan anak usahanya mempunyai properti ini:

  1. Tanah yang dimiliki PT Prospek, dibeli dengan tujuan penjualan kembali jika harganya naik
  2. Bangunan kosong kepunyaan PT Prospek dan disewakan untuk kegiatan operasional
  3. Properti yang dimiliki oleh PT Peluang, anak usaha PT Prospek (yang sebuah perusahaan properti), akan dijual perusahaan sebagai kegiatan usaha
  4. Properti PT Prospek yang dipakai untuk proses produksi
  5. Hotel yang dimiliki PT Jitu, anak usaha PT Prospek lainnya, dan PT Peluang memiliki jasa keamanan untuk barang kepunyaan tamu hotel.

Bagaimana pengelompokan properti investasi dan aset tetapnya?




Untuk properti nomor 1 dan 2 masuk dalam kelompok properti investasi. Properti nomor lima juga sebuah properti investasi jika jasa keamanan untuk barang tamu hotel adalah bagian yang signifikan. Properti nomer 3 adalah persediaan (sesuai dengan pengaturan PSAK 14 persediaan) dan properti nomor 4 adalah aset tetap (PSAK 16 Aset Tetap).


  • 3
    Shares
  • 3
    Shares

Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+