Apa Pengertian Laku Pandai Itu?

Pengertian laku pandai mungkin mulai hinggap karena banyak orang mulai menggeluti istilah ini. Industri perbankan gencar mencapai nasabah di penjuru daerah dengan melalui agen Laku Pandai. Sebuah program layanan keuangan tanpa keberadaan kantor ini tak hanya menguntungkan lembaga keuangan, tetapi juga memberi peluang penghasilan untuk mitra usaha. Apa saja kriteria dan keuntungannya?

Laku Pandai kependekan dari dari Layanan Keuangan Tidak ada Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif. Sebuah program yang dimulai oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berupa penyediaan layanan perbankan dan jasa keuangan yang bukan melalui jaringan kantor, melainkan dengan melalui kerja sama dengan pihak lain yang menggunakan sarana teknologi informasi.

Pihak lain yang bekerja sama dengan penyelenggara Laku Pandai diberi nama agen. Sederhananya, agen Laku Pandai bertindak sebagai kepanjangan tangan bank maupun lembaga keuangan lainnya dalam menyediakan layanan kepada masyarakat sesuai kesepakatan yang terjalin.

Lembaga jasa keuangan di bawah pengawasan OJK diperbolehkan menjadi penyelenggara Laku Pandai, seperti perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, pergadaian, dan  lembaga keuangan mikro (LKM). Namun, untuk menjadi penyelenggara harus mendapat restu terlebih dahulu dari OJK dengan memenuhi sejumlah persyaratan.

Agen Laku Pandai tidak lain dari perpanjangan tangan lembaga keuangan untuk mewujudkan kondisi keuangan yang inklusif di kalangan masyarakat. Maksud keuangan inklusif adalah sebuah kondisi di mana seluruh masyarakat bisa mencapai akses layanan keuangan dengan mudah dan lebih efisien memanfaatkan jasa lembaga keuangan.

Baca: Tips Sukses Investasi Emas

Dari pengertian Laku Pandai dan cara kerjanya tersebut diharapkan bisa jadi jawaban atas kondisi akses layanan keuangan di Tanah Air yang belum juga merata. Sekarang ini, masib banyak masyarakat yang belum mengathui dan menggunakan layanan perbankan dan layanan keuangan lainnya.

Alasannya beragam, mulai dari masalah lokasi layanan yang jauh dari tempat tinggal nasabah sampai kerumitan biaya dan persyaratan yang dinilai memberatkan untuk seorang nasabah.

Hasil survei yang dilakukan OJK tahun 2016 menunjukkan, tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia berada pada level 67,82%. Dengan rincian: tingkat inklusi di perbankan sebesar 63,63%, asuransi sebesar 12,08%, dana pensiun sebesar 4,66%, lembaga pembiayaan sebesar 11,85%, pergadaian sebesar 10,49%, dan pasar modal sebesar 1,25%.

Ini berarti, dari setiap 100 orang yang mengikuti survei, yang sudah terjangkau oleh layanan perbankan ada sekitar 63 orang. Sementara itu, dari 100 orang yang disurvei, baru sebanyak 12 orang yang terjangkau oleh layanan asuransi.

Baca: Pertumbuhan Ecommerce Indonesia Terbesar di Asia

Dengan demikian, diperlukan adanya ketersediaan akses layanan keuangan yang lebih luas dan mudah untuk dijangkau masyarakat. Tidak hanya itu, juga dibutuhkan produk-produk yang simpel, mudah dipahami serta sesuai kebutuhan publik. Setidaknya, target pada tahun 2019, OJK ingin mencapai inklusi keuangan sebesar 75%.

Seandainya keuangan inklusif sudah maksimal, efeknya bisa membantu terciptanya efisiensi ekonomi di kalangan masyarakat termasuk lembaga keuangan, meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, meminimalisir aktivitas transaksi keuangan yang bersifat ilegal, membuka potensi pasar baru untuk lembaga keuangan, sampai menyokong pertumbuhan ekonomi nasional maupun lokal.

Pendalaman layanan keuangan dengan melalui Laku Pandai utamanya menyasar kalangan  menengah bawah. Oleh karenanya, berdasarkan pada POJK Nomor 19/POJK.03/2014, produk keuangan Laku Pandai yang diperbolehkan untuk diadakan penyelenggara Laku Pandai relatif lebih sederhana. Misalkan:

1. Tabungan dengan karakteristik basic saving account (BSA).

Ciri tabungan ini:

– Hanya diperbolehkan untuk orang orang perorangan warga negara Indonesia (WNI)

– Dalam nominal mata uang rupiah

– Tidak ada batas minimal jumlah setoran dan saldo rekening

– Batas maksimal jumlah saldo rekening Rp 20 juta

– Batas maksimal transaksi debet rekening (penarikan tunai, transfer atau pemindahbukuan) secara kumulatif maksimal sejumlah Rp 5 juta sebulan.

– Batas maksimal transaksi debet bisa melebihi batasan jumlah dari Rp 5 juta sebulan, namun tidak diperbolehkan melebihi batasan jumlah dari Rp 60 juta. Dengan catatan, nasabah sekaligus tidak lain dari debitur di bank tersebut.

– Tidak ada biaya pembukaan rekening, administrasi bulanan, transaksi setor tunai, tarik tunai, transfer masuk dan keluar, penutupan rekening, pemindahbukuan dan transaksi pembayaran.

Tabungan dengan karakteristik BSA hanya dapat diberikan bagi yang belum mempunyai tabungan lainnya.

2. Kredit atau pembiayaan untuk nasabah mikro.

Kredit mikro dapat diberikan untuk nasabah pemilik tabungan dengan karakteristik BSA serta sudah menjadi nasabah minimal selama enam bulan. Jangka waktu pembiayaan/kredit paling lama 12 bulan dengan nilai pinjaman paling banyak Rp 20 juta.

3. Asuransi mikro, diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah didukung premi ringan. Asuransi ini meliputi proteksi kesehatan, kebakaran, kecelakaan dan gempa bumi.

4. Produk keuangan lainnya yang sesuai dengan persetujuan OJK.

Sekarang ini, perbankan mulai gencar mengembangkan Laku Pandai. Per September 2016, 14 bank sudah menjalankan sebuah program ini. Contoh, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan agen BRILink. Lalu, PT Bank Negara Indonesia Tbk menjalankan agen46. Kemudian, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk dengan melalui BTPN Wow! Tidak heran jika mulai banyak orang cari tahu pengertian laku pandai.

OJK menetapkan perbankan diperbolehkan bekerjasama dengan agen Laku Pandai baik  orang perorangan atau berbentuk badan hukum. Dengan demikian, siapa saja berpeluang menjadi agen atau membuka sendiri “bank” di rumah atau tempat usaha.

Tapi, calon agen harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan bank penyelenggara.

Syarat untuk agen orang orang perorangan, yaitu:

– Tinggal di lokasi yang sama dengan penyelenggaraan Laku Pandai

– Mempunyai kemampuan, reputasi, kredibilitas dan integritas yang baik

– Mempunyai penghasilan utama dari kegiatan usaha yang sudah berjalan minimal dua tahun

– Belum terdaftar menjadi agen yang diselenggarakan bank penyelenggara Laku Pandai sejenis

– Berhasil lulus proses uji tuntas (due diligence) yang diselenggarakan bank penyelenggara

Syarat untuk agen berbentuk badan hukum:

– Berbadan hukum Indonesia yang diawasi oleh otoritas tertentu.

– Badan hukum diperbolehkan melakukan kegiatan di bidang keuangan, atau perusahaan dagang yang mempunyai jaringan outlet ritel

– Mempunyai sebuah reputasi, kredibilitas, dan kinerja yang baik

– Mempunyai usaha yang menetap di satu lokasi dan masih beroperasi minimal dua tahun

– Mampu melakukan manajemen likuiditas sesuai dengan persyaratan bank penyelenggara

– Menyediakan SDM yang mempunyai kemampuan teknis untuk mendukung Laku Pandai

– Mempunyai teknologi informasi yang memadai

– Berhasil lulus proses uji tuntas (due diligence) yang diselenggarakan bank penyelenggara

Untuk dapat menjadi agen, bisa mendatangi langsung bank yang mempunyai sebuah program Laku Pandai. Pihak bank akan melakukan proses penilaian (assessment) serta uji kelayakan (fit and proper test) terhadap calon agen.

Agen Laku Pandai, sama halnya seperti kantor bank, bisa melayani sejumlah transaksi keuangan nasabah. Transaksi dilakukan secara online menggunakan aplikasi bank.

Lantaran pekerjaan yang harus dilakukan mirip karyawan bank, agen pun berhak mendapat penghasilan. Nah, penghasilan mereka berupa komisi yang diperoleh dari setiap transaksi oleh nasabah.

Transaksi yang dilayani agen Laku Pandai antara lain:

– Tarik tunai

– Nasabah menabung

– Pembelian voucher pulsa telepon dan listrik

– Pembayaran listrik prabayar dan pascabayar

– Pembayaran BPJS, PDAM, tiket dan multifinance

– Pembukaan rekening tabungan baru

Komisi yang dipatok berbeda-beda tergantung kebijakan bank penyelenggara. Besarannya berkisar Rp. 1.000 hingga Rp. 5.000 per transaksi. Agen Laku Pandai juga diperbolehkan melayani pendaftaran dan pembayaran asuransi mikro.

Baca: Pertimbangan Investasi Saham yang Untung Terus

Ada keuntungan lain, misalkan kedekatan dengan pihak bank yang mungkin saja memudahkan agen Laku Pandai memperoleh kredit dari perbankan mitranya. Hal ini lumrah mengingat pihak bank sudah memiliki informasi agen tersebut.

Namun memang tidak bisa dihindari, ada beberapa kelemahan agen. Misalnya, ada oknum agen mengambil komisi dari nasabah melebihi batasan jumlah dari yang sudah ditetapkan bank penyelenggara, dan kurang memiliki keterampilan melakukan kegiatan Laku Pandai. Nominal angka deposit agen juga terkadang masih lebih kecil dibandingkan nilai transaksi harian yang dilakukan nasabah.

Sudah Paham Pengertian Laku Pandai?

Nah jadi itulah pengertian laku pandai. Ini merupakan sebuah produk layanan keuangan untuk menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat di Indonesia.

Leave a Reply

CommentLuv badge

Close
HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+