Pabrik Handphone di Indonesia

Pabrik handphone di Indonesia merupakan angin segar bagi konsumen Indonesia. Ditambah keputusan Kemendag RI merevisi aturan impor ponsel. Dengan revisi aturan impor ponsel ini maka aka nada kewajiban menggunakan bahan baku lokal di ponsel.

Kebijakan ini tentu akan berimbas meningkatnya arus investasi dalam negeri. Bagi importir tentu ini akan juga berpengaruh karena aturan impor akan semakin ketat. Rencana penyesuaian aturan impor ponsel ini akan diselesaikan tahun ini. Langkah awal penerbitan Permendag No 41/M-DAG/PER/5/2016 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Mendag No 82/M-DAG/Per/12/2012 mengani Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam dan Komputer Tablet telah dilakukan.

Sejumlah aturan yang dimuat antara lain syarat mendapatkan penetapan sebagai importir terdaftar akan dibagi 2. Pertama adalah untuk perangkat dengan jaringan 3G kebawah. Kedua adalah untuk perangkat dengan jaringan 4G LTE.

Bisa dikatakan, smartphone murah akan semakin banyak tersedia dari berbagai merek. Hal ini bisa terjadi karena penggunaan bahan lokal yang tentu akan mengurangi biaya produksi smartphone.

Saat ini setidaknya ada 9 pabrik handphone di Indonesia yang siap memproduksi handphone untuk konsumen. Apa saja pabrik handphone itu?

Polytron

Sejak Desember 2013 lalu, Polytron mengambil langkah untuk merubah salah satu pabriknya menjadi pabrik handphone sebagai uji coba. Pabrik berlokasi di Kudus itu telah memproduksi feature phone sebanyak 100ribu unit/bulan sejak awal tahun 2014.

Evercross

Merek handphone ini mendirikan pabrik di Semarang dengan mempekerjakan sekitar 300-an karyawan. Produk evercross tidak hanya diproduksi untuk konsumen lokal tapi juga ke konsumen Asia Tenggara.

Advan

Advan akan merubah pabrik pembuat monitor menjadi pabrik produsen komponen smartphone. Hal ini untuk melepas ketergantungan pada impor komponen smartphone dari China. Pabrik ini berlokasi di kawasan industri Candi, Semarang, Jawa Tengah.

Mito

Pabrik Mito berlokasi di Tangerang. Mito Indonesia memiliki target produksi sampai 100ribu unit per bulannya.

Himax

Himax dikabarkan sebagai pesaing kuat Xiaomi Indonesia meskipun masih baru di industry smartphone. Pabrik himax berlokasi di Tangerang diatas lahan seluas 6 hektar. Target produksi himax adalah 100ribu unit perbulan.

Oppo

Oppo terkenal dengan produk kamera putarnya. Merek ini merupakan merk asing (China) dan melakukan investasi US$ 30 juta untuk mendirikan pabrik di Tangerang. Target produksi Opo adalah 500ribu unit.

Samsung

Produsen yang satu ini tentu sudah dikenal. Pesaing berat Apple ini mendirikan pabrik di Karawang.

Haier

Merk ini berasal dari China yang menjadi rekanan Smartfren Indonesia. Haier mendirikan pabrik di Cikarang dengan target produksi 200 ribu unit per bulan. Haier Indonesia akan menjadi yang pertama di Asia Tenggara.

ZTE

ZTE juga memiliki peran meyokong brand lokal seperti Bolt Power Phone dan Smartfren Andromax. Indonesia merupakan pasar utama ZTE itu sebabnya ZTE akan berinvestasi besar-besaran di area dekat Bandara.

Ada Pabrik Handphone di Indonesia Sama Dengan Harga Murah, Setuju?

Kehadiran pabrik handphone di Indonesia ini tentu memiliki makna ekonomi yang sangat berarti untuk Indonesia. Selain penyediaan lapangan kerja tentu saja bagi konsumen, ini bisa berarti tersedianya gadget murah berkualitas.

One Response

  1. Heriyanto Mei 17, 2017

Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+