Mau Rintis Bisnis Bioskop Mini? Ini Persiapannya ….


Bisnis bioskop mini sepertinya menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan akan entertainment masyarakat Indonesia. Untuk kamu penggemar film tentu sudah tidak asing dengan bioskop ataupun DVD. Untuk penggemar film, biaya bukanlah masalah karena semuanya merupakan kepuasan batin.

Saat situasi semakin sibuk maka waktu yang dimiliki setiap individu di kota besar cenderung minim. Inilah dimana bioskop mini bisa memberikan kepuasan yang sama dengan bioskop pada umumnya. Bisnis bioskop mini merupakan sebuah pendekatan yang berbeda dan sederhana. Yang menariknya lagi, belum begitu banyak yang menggeluti peluang bisnis ini. Selain lokasi strategis agar penonton mudah menjangkau, apa saja yang perlu diperhatikan jika ingin merintis bisnis bioskop mini?

Daya Tarik utama bioskop mini jelas privasi sekelompok orang. Satu ruangan bioskop mini bisa di sewa untuk digunakan bersama orang-orang yang kamu kenal. Ketersediaan makanan dan minuman tidak jauh berbeda dengan bioskop pada umumnya. Jika semua penonton merupakan teman yang kamu kenal, bisa terbayang keseruannya bukan? Kamu bisa teriak bebas jika menonton film horror atau tertawa lepas saat menonton film lucu. Atau bahkan menonton acara favorit bareng seperti final liga champions.

Strategi bisnis bioskop mini mirip dengan karaoke. Yang membedakan produknya adalah jasa kepuasan menonton siaran. Penonton bebas memilih siaran yang ingin ditontonnya sebelum masuk ke ruangan sewa.

Saat memulai, bisa saja disediakan 5 ruangan bioskop mini masing-masing berukuran 4×6 meter yang sudah dilengkapi dengan seperangkat home theater beserta sound system. Ada meja, kursi sofa, karpet, pendingin ruangan serta peralatan pendukung lain.

Kapasitas penontong per ruangan mencapai 10 sampai 20 orang dengan tarif per jam Rp 40ribu.

Persiapan Bisnis Bioskop Mini

Jika hendak memulai bisnis bioskop jenis ini, yang utama harus dipersiapkan adalah lokasi bioskop. Lokasi usaha yang strategis akan mempengaruhi jumlah penonton. Pilihlah lokasi yang aksesnya mudah dan dekat dengan pusat keramaian. Beberapa lokasi strategis seperti dekat kos-kosan atau sekitaran apartemen bisa sangat potensial untuk mendukung kemajuan usaha bioskop kamu.

Setelah lokasi usaha strategis didapatkan, selanjutnya perlu didesain ruang bioskop. Unsur penting yang harus ada seperti toilet jangan terlupa. Pilihlah desain interior yang paling baik untuk 5 ruangan berukuran masing-masing 4×6 meter. Jangan pikirkan sendirian, ada baiknya serahkan pada ahli desain interior untuk memberikan rekomendasi kepada kamu. Bisa saja setiap ruangan memiliki desain berbeda untuk memberikan daya tarik lebih.

Setelah desain interior tahap selanjutnya adalah instalasi home theater dan sound systemnya. Tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan spesifikasi yang mumpuni untuk menghasilkan kualitas audio mengesankan sesuai budget yang ada.

Perlengkapan ruangan mulai dari kursi sofa sampai meja dan lainnya juga wajib dipertimbangkan untuk memberikan kenyamanan konsumen saat menonton. Selanjutnya adalah stok film atau siaran. Hindari produk bajakan untuk bisnis ini.

Selanjutnya bisa diperhitungkan modal untuk biaya operasional bulanan. Setidaknya biaya operasional akan meliputi sewa tempat, gaji karyawan, pemasaran, administrasi, listrik, telepon, air, perlengkapan ruangan, sampai update koleksi film untuk menarik minat pelanggan. Sebagai antisipasi, tidak ada salahnya menghitung biaya penyusutan aset bisnis dan biaya pemeliharaan peralatan tersebut.

Mempromosikan Bisnis Bioskop Mini

Menyoal promosi, beberapa strategi yang bisa dilakukan misalnya:

  1. Menentukan target pasar yang akan dijadikan sasaran marketing.
  2. Menggunakan personal selling sebagai permulaan dengan promosi kepada kerabat terdekat atau teman.
  3. Promosi masif melalui brosur, poster, selebaran maupun internet marketing.
  4. Pilih slogan usaha yang menarik dan mudah diingat. Karena bisnis ini masih jarang, pemakaian slogan yang sesuai dapat membantu promosi bisnis lebih cepat.
  5. Konsep refreshing ataupun keluarga bisa efektif untuk bisnis bioskop mini. Tonjolkanlah konsep itu dalam materi promosi.
  6. Pastikan karyawan menegakkan layanan konsumen prima mulai dari berpakaian, tutur kata, sopan santun sampai keramahan berupa senyum.
  7. Penerapan quality control sangat penting mulai dari kualitas layanan sampai kualitas peralatan, ruangan dan sebagainya.
  8. Jangan pelit diskon. Ingat masih jarang yang menjalankan bisnis ini.
  9. Berikan variasi harga menarik untuk momen tertentu. Misalkan harga sewa di jam sepi lebih murah dan jam ramai lebih mahal. Dengan demikian akan menjaga tingkat kepenuhan bioskop.
  10. Selalu terima keluhan atau saran konsumen dengan lapang dada. Pastikan untuk memperbaiki setiap keluhan yang disampaikan dan berterima kasih atas setiap dukungan yang diberikan.

Perkiraan Biaya Yang Dibutuhkan untuk Bisnis Bioskop Mini

  1. Kondisi yang Diinginkan
  2. Ada 5 ruang bioskop mini
  3. Waktu operasi setiap hari 12 jam
  4. Pilihan lokasi yang lengkap dengan toilet
  5. Menghitung penyusutan memakai metode garis lurus dengan periode manfaat 5 tahun

Biaya Investasi Awal Usaha Bioskop Mini

Peralatan Home Theater Lengkap (5unitx@Rp 20juta)            =          Rp 100.000.000

Sofa dan meja kaca (5setx@Rp 10 juta)                                     =          Rp 50.000.000

Desain interior dan peralatan ruangan (5setx@Rp 20 juta)     =          Rp 100.000.000

CD Film 300pcs x Rp 100ribu                                                       =          Rp 30.000.000

Jumlah Investasi Awal                                                                    =          Rp 280.000.000

Biaya Operasional Setiap Bulan Bioskop Mini

Sewa Tempat                                                                                    : Rp 5.000.000

Listrik                                                                                                  : Rp 1.000.000

Air                                                                                                       : Rp 200.000

Telepon                                                                                             : Rp 200.000

Gaji Karyawan                                                                                  : Rp 14.000.000

Perlengkapan ruangan                                                                   : Rp 500.000

Pemasaran                                                                                       : Rp 1.000.000

Administrasi                                                                                      : Rp 500.000

Penyusutan Sofa, Meja dsb (nilai perolehan dibagi 60)           : Rp 833.333

Penyusutan Home Theater (nilai perolehan dibagi 60)             : Rp 1.666.667

Penyusutan Desain Interior (nilai perolehan dibagi 60)            : Rp 1.666.667

Jumlah biaya operasional                                                              : Rp 25.566.667

 

Perkiraan Penjualan

Rp 40.000 x 12 jam x 5 ruangan x 30 hari = Rp 72.000.000,-

 

Perkiraan Laba Rugi Setiap Bulan

Pendapatan Jasa                                                     : Rp 72.000.000

Biaya operasional                                                    : Rp 25.566.667

Laba bruto (pendapatan-biaya operasional)       : Rp 45.433.433

Pajak restoran (20%)                                               : Rp 9.086.667

Laba bersih                                                               : Rp 36.346.666

Perhitungan Titik Impas Bisnis Bioskop Mini

Dengan ilustrasi biaya investasi, biaya operasional dan laba bersih tadi, maka titik impas bisnis ini dapat dihitung dengan investasi awal : laba bersih

Atau

280.000.000 : 36.346.667 = 8.

Diperkirakan titik impas usaha ini adalah 8 bulan.

Sampai sini bagaimana? Siap rintis bisnis bioskop mini? Dengan modal awal sekitar Rp 280.000.000,- Anda bisa balik modal dalam waktu 8 bulan.


Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+