Data Perkembangan Investasi Indonesia Kuartal I Tahun 2017

Data perkembangan investasi Indonesia kuartal I tahun 2017 ini penting sekali untuk melihat kemajuan perekonomian Indonesia pada tahun 2017 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkap jika realisasi investasi baik Investasi Domestik Langsung (Domestic Direct Investment) maupun Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment) pada Kuartal I (Januari sampai Maret) tahun 2017 mencapai Rp 165,8 triliun atau tumbuh 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 atau senilai Rp 146,5 triliun. Dengan kata lain, realisasi investasi pada kuartal I tahun 2017 ini telah menyerap 194 ribu tenaga kerja.

Baca: Peluang Ekspor Lampu Hias ke Timteng, Turki dan Eropa

Perbandingan Investasi Kuartal I Tahun 2017 dengan Kuartal I Tahun 2016

Nilai investasi pada Kuartal I tahun 2017 berdasarkan laporan realisasi investasi baik laporan domestic direct investment dan foreign direct investment perusahaan.

Sektor yang dikecualikan adalah Minyak dan Gas Bumi, Institusi Finansial Non Bank, Asuransi, Leasing dan Industri Rumah Tangga

Pada kuarta I tahun 2017, jumlah foreign direct investment lebih besar ketimbang domestic direct investment atau 58,5% berbanding 41,5%. Adapun wilayah investasi masih didominasi wilayah Jawa atau 54,5% dan wilayah luar Jawa 45,4%.

Data Perkembangan Investasi Indonesia Kuartal I Tahun 2017 : Sektor Investasi

Berdasarkan sektor investasinya setidaknya 6 sektor utama menjadi minat para investor.

Investor domestik melakukan investasi pada sektor Transportasi, Warehouse dan Telekomunikasi (sebesar 23,2%), sektor Industri Makanan (sebesar 17,6%), sektor Tambang (sebesar 11,8%), sektor Listrik, Gas dan Pasokan Air (10,6%), sektor Besi, Mesin dan Elektronik (sebesar 5,9%) dan sektor lainnya (30,8%).

Untuk investor asing memilih beberapa sektor seperti Pertambangan (16%), Besi, Mesin dan Elektronik (11,5%), Properti dan Industri Perkantoran (10,7%), Listrik, Gas dan Pasokan Air (9,7%), Peralatan Transportasi dan Industri Transportasi Lainnya (6,9%) serta sektor lainnya (45,2%).

Nilai investasi domestik dan asing masing-masing mencapai Rp 68,7 milyar dan US$ 7,2 milyar.

Baca: Sektor industri alas kaki Indonesia seperti apa?

Investasi domestik terfokus pada 23 sektor meliputi transportasi, industri makanan, pertambangan, listrik gas dan air, mesin dan alat elektronik, kimia dan farmasi, bahan pangan dan tanaman, real estate dan perkantoran, kertas dan industri printing, industri tekstil, industri mineral non metal, hotel dan restoran, konstruksi, karet dan industri plastik, perdagangan, industri kayu, jasa lainnya, perlengkapan transportasi, stok pangan, alas kaki dan produk kulit, kehutanan dan perikanan.

Untuk investasi asing terfokus pada 24 sektor meliputi pertambangan, metal mesin dan elektronik, real estate dan industri perkantoran, listrik gas dan air, perlengkapan transportasi, kimia dan farmasi, industri makanan, bahan pangan dan tanaman, hotel dan restoran, karet dan industri plastic, industri non metal mineral, transportasi dan telekomunikasi, jasa lainnya, perdagangan, kertas dan industri printing, industri tekstil, industri lainnya, stok pangan, industri kayu, konstruksi, perikanan, perlengkapan medis.

Data Perkembangan Investasi Indonesia Kuartal I Tahun 2017: Lokasi Investasi

Lokasi investasi tersebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Untuk investasi domestik cakupan wilayah investasinya meliputi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Lampung, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Aceh, Jambi, Nusa Tenggara Timur, Papua, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kepulauan Riau, Gorontalo, Bali, DI Yogyakarta, Kalimantan Utara, Maluku dan Bengkulu.

Untuk investasi asing cakupan wilayah investasi meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Papua, Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Timur, Kepualaun Riau, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Bali, Riau, Maluu, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Papua Barat, Kalimantan Utara, Bengkulu, Sulawesi Barat, Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Gorontalo, Aceh.

Data Perkembangan Investasi Indonesia Kuartal I Tahun 2017 : Negara Investor Asing

Tercatat setidaknya 93 Negara investor asing yang berinvestasi dalam bentuk uang dan proyek ataupun hanya dalam bentuk uang saja atau proyek saja. Dari kesemua negara investor asing itu, 10 negara utama investor di Indonesia pada kuartal I tahun 2017 adalah

  1. Singapura dengan nilai investasi US$ 2 milyar
  2. Jepang dengan nilai investasi US$ 1,4 milyar
  3. China dengan nilai investasi US$ 599 juta
  4. Amerika Serikat dengan nilai investasi US$ 587 juta
  5. Republik Korea dengan nilai investasi US$ 423 juta
  6. Hongkong, China dengan nilai investasi US$ 402 juta
  7. Maurutius dengan nilai investasi US$ 256 juta
  8. Belanda dengan nilai investasi US$ 245 juta
  9. Taiwan dengan nilai investasi US$ 224 juta
  10. Malaysia dengan nilai investasi US$ 215 juta

Bookmark Data Perkembangan Investasi Indonesia Kuartal I Tahun 2017

Itulah gambaran data perkembangan investasi Indonesia kuartal I tahun 2017. Untuk yang tidak begitu mengikuti perkembangan investasi asing di Indonesia, tentu patut berbangga diri karena negara Indonesia tetap menjadi primadona negara lain sebagai tujuan berinvestasi.

Baca: Indonesia menuju kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia

Minat investor asing menunjukkan bahwa iklim investasi domestik di Indonesia sangat menjanjikan. Sebagai masyarakat ini tentu pertanda bahwa lapangan pekerjaan akan ikut tumbuh mendorong kemampuan daya beli masyarakat.

One Response

  1. Silla Juli 27, 2017

Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+