Cara Meningkatkan Penjualan ala Mayora

Tahukah Anda jika di tahun 2015, banyak brand besar di Indonesia melakukan penghematan melalui pemotongan biaya promosi? Di tengah pemotongan biaya iklan PT Mayora Indah Tbk melakukan langkah sebaliknya sebagai cara meningkatkan penjualan puluhan merek produk yang ada di bawah naungan Mayora.

Semua industri mengalami masa sulit di tahun 2015 termasuk konsumen sendiri. Hal ini dikarenakan mayoritas produk mengalami kenaikan harga.  Sebagai entitas bisnis, sebuah kenaikan produk baiknya diikuti dengan perbaikan value proposition yang memadai agar pelanggan tetap ingin membeli penawaran yang diberikan.

Tahun 2015, Mayora menambah biaya promosi iklan di tengah kondisi dimana banyak brand melakukan sebaliknya. Mayora melakukan perubahan metode iklan mereka dimana brand ini tidak hanya mengandalkan televisi sebagai satu-satunya format beriklan. Metode iklan yang ditempuh brand senior ini mencakup sponsorship acara televisi sampai sisipan materi iklan pada program yang mendapat perhatian publik.

Isu-isu yang mengundang perhatian publik seperti Save KPK, tragedy MH17, isu LGBT sampai kasus Kopi Sianida dijadikan media untuk mendapatkan spot premium iklan produk Mayora. Itu merupakan upaya meningkatkan value proposition untuk mengimbangi kenaikan harga produk. Upaya ini juga akan selalu memberi alasan kepada konsumen untuk membeli. Perbaikan value proposition melalui iklan merupakan langkah yang ampuh sebagai cara meningkatkan penjualan produk Mayora.

Mayora ingin tidak sekedar menjaga pangsa pasar tapi juga meningkatkan penjualan. Hal ini dikarenakan mayoritas produk Mayora memimpin di masing-masing kategori olehkarenanya penting untuk Mayora menjaga posisinya di kategori itu dan meningkatkannya.

Jika penjualan menurun, kemampuan pabrik produksi akan terkena dampak negatif. Aktivitas promosi below the line dimanfaatkan untuk mencegah itu terjadi.

Kenapa media televisi dipilih Mayora? Karena mayoritas produk Mayora adalah produk missal seperti choki-choki, biscuit Roma, Beng-Beng, Slai Olai, Torabika dan lainnya.

Memasukan Kampanye Digital dalam Cara Meningkatkan Penjualan

Meskipun televisi dianggap media penting, Mayora tidak melepaskan media digital. Produk Beng-Beng merupakan produk yang fokus ke media promosi digital.

Dengan tagline promosi makan langsung vs makan dingin, makanan ringan kategori remaja ini menjalankan kontes dubmash. Kontes ini mengajak pembeli melakukan lipsing untuk meniru adegan iklan mereka.

Berbagai video lipsing akan disebar lewat beberapa media sosial seperti Twitter, Facebook dan Youtube. Hasil dari cara meningkatkan penjualan ini adalah positifnya conversion rate Beng-Beng di segmen netizen. Hal ini diwujudkan dengan bantuan user generated content yaitu video viral tadi.

Respon konsumen remaja pada beng-beng sangatlah signifikan. Untuk brand yang sudah berusia 30 tahun akses beng-beng ke konsumen sangatlah tinggi. Meskipun demikian, upaya promosi untuk meningkatkan penjualan tidak pernah kendor.

Penetrasi produk sudah maksimal sehingga mustahil untuk ditingkatkan lagi. Jika sudah demikian tentu hal paling logis yang dilakukan adalah meningkatkan penjualan. Mayora meyakini bahwa kampanye iklan yang telah dijalankan di media digital sanggup mendorong peningkatan penjualan sampai 2 kali lipat. Kini konsumen biasa membeli beng-beng 8 sampai 10 pieces per konsumsi dengan minimal 2 beng-beng dikonsumsi setiap orangnya.

Itulahcarameningkatkanpenjualan ala mayora

Ingin penjualan produk Anda juga meningkat? Tidak ada salahnya belajar dari strategi penjualan Mayora ini.

Leave a Reply

CommentLuv badge

Close
Promo Hosting Murah Hanya Rp 29ribuan/bulan Gratis Domain Selamanya! Buruan cuma sampai 5 Mei 2017Beli Hosting Sekarang