Apa Beda Ecommerce dan Ebusiness

Apa sebenarnya beda ecommerce dan ebusiness? Tahukah Anda bahwa dalam dunia bisnis internet ternyata ada dua istilah berbeda yaitu ecommerce dan ebusiness. Ecommerce tidaklah sama dengan ebusiness. Postingan sebelumnya sudah membahas lebih detil tentang ecommerce, silahkan baca apa itu ecommerce

Lantas apa beda ecommerce dan ebusiness?

Ebusiness dan ecommerce merupakan istilah yang terkadang sulit dipisahkan dan bahkan dalam dunia bisnis digunakan untuk membedakan satu produk dengan produk lainnya. Namun pada dasarnya istilah ini berbeda makna dan perbedaan itu sangatlah penting di mata perusahaan.

Huruf “e” dalam kedua istilah tersebut memiliki pengertian sama yaitu “jaringan elektronik” dan menjelaskan penerapan teknologi jaringan elektronik (termask penggunaan internet dan electronic data interchange/EDI) untuk meningkatkan atau merubah sebuah proses bisnis.

Ecommerce mencakup proses keluar dari mekanisme tersebut sehingga akan berkaitan dengan konsumen, rekan bisnis, supplier termasuk penjualan, marketing, pengambilan pesanan, pengantaran pesanan, layanan konsumen, pembelian bahan baku, dan persediaan untuk produksi dan sebagainya. Ecommerce melibatkan model bisnis baru dan potensi untuk menambah penghasilan tambahan atau kerugian akibat kompetisi bisnis.

Ecommerce terdengar ambisius namun relatif mudah diterapkan karena pada dasarnya hanya terdiri dari tiga jenis integrasi yaitu integrasi vertikal dari tampilan website ke sistem transaksi, integrasi lintas bisnis dari perusahaan dengan website untuk pelanggan, supplier atau perantara seperti pasar online, dan terakhir adalah integrasi teknologi dengan desain ulang proses yang sudah disesuaikan untuk pengendalian, pembelian atau layanan konsumen.

Ebusiness termasuk ecommerce hanya saja cakupannya lebih luas karena termasuk proses internal seperti produksi, manajemen stok, pengembangan produk, manajemen resiko, keuangan, pengetahuan manajemen, dan sumber daya manusia.Strategi ebusiness lebih rumit, dan lebih fokus kepada proses internal dan ditujukan untuk menghemat biaya operasional dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas bisnis.

Sebuah strategi ebusiness juga cenderung lebih sulit untuk dilaksanakan dengan empat arah integrasi yaitu vertikal, antara website sampai sistem usernya, kemudian cabang, antara perusahaan dan pelanggan, rekan bisnis, supplier dan perantara, kemudian horizontal, antara sesame ecommerce, sumber perencanaan perusahaan (ERP), manajemen hubungan konsumen (CRM), pengetahuan manajemen, dan manajemen sistem rantai pasokan, terakhir adalah kebawah melalui perusahaan untuk integrasi teknologi baru dengan desain ulang proses bisnis secara radikal. Meskipun terdengar sulit untuk diimplementasikan ketimbang ecommerce, ebusiness memiliki potensi keuntungan jauh lebih besar ketimbang ecommerce dalam bentuk proses yang lebih efisien, biaya lebih rendah, dan tentunya keuntungan lebih besar.

Keduanya baik ecommerce dan ebusiness menyinggung soal proses bisnis, termasuk juga infrastruktur teknologi database, server aplikasi, alat keamanan digital, manajemen sistem dan penurunan sistem tersebut. Keduanya juga memiliki penciptaan nilai baru antara perusahaan dan konsumennya termasuk supplier dan berbagai pihak internal perusahaan itu sendiri.

Sebuah perusahaan sebaiknya memiliki strategi ecommerce. (Bahkan institusi pemerintah sebaiknya memiliki strategi pelayanan public elektronik. Jaringan elektronik secar umum dan internet secara khusus sangatlah penting untuk badan usaha jika mereka ingin berinteraksi dengan konsumen, distributor dan supplier.

Dalam tahap tertentu sebuah perusahaan akan membutuhkan lebih dari sekedar ecommerce dan membentuk strategi ebusiness khususnya untuk perusahaan skala besar yang sudah memiliki link kepada jaringan EDI atau sudah mencapai penerapan ERP yang utama. Perusahaan seperti ini biasanya sudah meraih untung paling besar dari strategi ecommerce.

Di sisi lain perusahaan akan menghadapi konflik internal sebagai dampak perkembangan ERP, EDI, manajemen rantai pasokan dan startegi ecommerce. Perusahaan akan memiliki pengalaman cukup dan pengetahuan teknologi jaringan elektronik. Termasuk di dalamnya proses desain ulang dan integrasi yang diperlukan untuk sukses dengan startegi ebusiness.

Koordinasi dan kendala organisasi lainnya saat mengembangkan strategi ebusiness tidak dapat dihindari. Proses itu melibatkan perubahan signifikan yang mengganggu kalangan internal perusahaan. Resiko kegagalan dan akibat dari kesuksesan yang minim lebih besar kemungikannya di strategi ebusiness. Menjadi pemimpin dalam ebusiness dapat memberikan sukses jangka panjang. Namun tekanan dan hambatan transformasi bisnis dapat menyebabkan kerusakan internal jangka pendek.

Perusahaan yang bijak akan konsolidasi kemampuannya dan mengkhususkan ecommerce, ERP, CRM atau inisiatif rantai pasokan. Ini dilakukan sebelum membuat lompatan jauh menjadi sebuah entitas ebusiness. Melompat terlalu cepat bisa sama celakanya dengan terlambat melompat.

Masih belum paham apa beda ecommerce dan ebusiness?

Itulah penjelasan singkat tentang perbedaan ecommerce dan ebusiness. Apa pendapat Anda?

No Responses

Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+