8 Jutawan Muda Indonesia yang Masih Single

Tentu lumrah jika setiap orang memiliki cita-cita untuk serba berkecukupan dalam hidupnya. Sayangnya, tidak semua yang punya impian itu mau bekerja keras untuk merubahnya menjadi kenyataan. Tidak sedikit yang ingin hasil instan dan berhenti ditengah jalan mengalah pada kegagalan meskipun tidak sedikit orang sukses yang memulai langkah dengan kegagalan. Jika disadari sukses merupakan proses atas evaluasi berbagai kegagalan yang telah dilalui.

Seolah menepis anggapan bahwa untuk memiliki usaha besar harus punya modal besar juga. Dalam meracik sukses setidaknya ada 3 unsur yang tidak ada sangkut pautnya sama modal yaitu disiplin, tekad, dan komitmen. Inilah yang telah dilalui jutawan muda Indonesia yang masih single ini. Usia muda bukan halangan untuk maju melangkah menatap sukses. Siapa saja mereka?

Kreavi Lahir Karena Tekad Mandiri

Pernah mendengar Kreavi? Ini merupakan rumah bagi desainer lokal dan pencipta visual. Dimulai sejak tahun 2012, sekarang sudah memiliki 20ribu anggota yang memasarkan produk dan bersosialisasi di bidangnya. Pemimpin Kreavi merupakan sosok muda berusia belum 30 tahun bernama Benny Fajarai yang sudah bertekad kuat sejak kuliah, tidak ingin menjadi karyawan orang lain. Lewat Kreavi, Benny sukses menyediakan tempat untuk mereka yang membutuhkan produk visual kreatif sebagai materi iklan atau keperluan lainnya.

Dalam perjalanannya, Benny sudah mengalami kegagalan. Kegagalan yang terjadi pada dirinya bukanlah suatu hambatan melainkan pelajaran baru yang menjadi modal untuk maju. Prinsipnya cukup sederhana bahwa “Jika kita mencintai apa yang kita lakukan dan melakukan apa yang kita cintai maka hal lainnya menjadi nomor dua”.

Gamer Cerdas Untung Deras

Tergantung dari cara pandang seseorang terhadap suatu game, namun untuk seorang Arief Widhiyasa, game merupakan salah satu tempat pembelajaran untuk berpikir positif. Pola pikir ini yang membuatnya semangat memproduksi game yang terus semakin baik dari waktu ke waktu bersama bisnis buatannya, Agate Studio.

Pengorbanan besar dilakukan Arief untuk mengejar cita-citanya. Ia harus berhenti kuliah, drop out dari Universitas terkemuka Institut Teknologi Bandung. Pengorbanan dan kegigihan itupun membuahkan hasil yang terbukti dengan hasil karyanya berupa sekitar seratusan game keluaran Agate Studio yang sudah beredar di aplikasi game ponsel dan komputer. Bahkan saat ini, Agate Studio sedang menjajaki kerjasama dengan Square Enix, pengembang game dari Jepang yang membuat game fenomenal Final Fantasy.

Berawal dari Jualan Kelereng menjelma Menjadi Bos Furnitur

Bakat bisnis Hamzah Izzulhaq tampaknya sudah muncul sejak SD. Kini ia berusia 23 tahun dan sudah punya kebiasaan mencari uang jajan secara mandiri dengan menguasai sebab orang membeli barang. Beragam produk pernah dijualnya sebut saja buku, pulsa sampai kelereng. Setiap hasil berjualan ia tabung namun belum cukup membeli apa yang ia mau kala itu, sebuah bimbingan belajar yang hampir bangkrut. Alhasil ia meminjam uang kepada sang ayah sebanyak 70 juta. Bimbingan belajar dibawah kepemimpinannya berkembang sampai didirikannya 3 cabang dengan keuntungan 180juta setiap semesternya.

Tak ingin berhenti, ia merintis bisnis sofa khas wilayah Tangerang. Menerapkan keahliannya dalam berbisnis, kini ia mampu mendapatkan untung sampai 100 jutaan setiap bulan dari bisnis sofanya.

Menjadi Bos Online Shop

Mengawali usaha dengan berjualan di media sosial, sekarang Adrianus Vito Sinaga yang berusia 22 tahun telah mendirikan beberapa toko sendiri. Memang bisnis Adrianus sangat bergantung pada media sosial dan ia tetap setia pada pemasaran media sosial meskipun telah memiliki cukup banyak toko offline. Bahkan akun twitternya telah menjadi brand terkenal @punya_medan yang sudah mencapai 40000 follower. Omset usahanya saat ini sudah mencapai 200 juta setiap bulan.

Bisnis Kosmetik Untung Fantastik

Diawali dengan observasi seorang anugrah Pakerti, usia 22 tahun, bareng dengan temannya pada perilaku konsumen perempuan yang banyak memakai produk perawatan wajah membuatnya memiliki ide untuk memulai bisnis kosmetik. Ia memilih dengan membuat brand sendiri bernama Avoskin yang diperuntukan bagi perempuan yang ingin tampil cantik alami. Lewat produknya, Anugrah tidak hanya berbisnis tapi juga mendidik konsumen akan pentingnya kesehatan kulit sebagai sarana utama kecantikan. Produk Avoskin bahkan sudah go internasional dengan omset mencapai 400 juta per bulannya.

Awalnya Sales Perusahaan, Kini Pemegang Saham

Adalah seorang Lambertus Darian, usianya 22 tahun, yang mulai menyadari hasrat bisnisnya saat aktivitas marketingnya sukses manraih 95 juta hanya dalam waktu satu bulan. Ketika itu, dirinya merupakan seorang sales untuk perusahaan importir produk. Setelah itu, Lambertus merintis bisnis kecil-kecilan di bidang yang sama, minuman dan makanan. Namun awal usahanya tidak berjalan mulus. Namun kegagalan bukan akhir bagi dirinya, dengan penuh dedikasi, ia bekerja keras membuat bisnis makanannya bangkit lebih besar. Sekarang ini bisnis makanannya sudah berkembang biak. Tidak ingin berhenti, Lambertus mulai mempelajari peluang bsinis di sektor properti. Tanpa disadari, Lambertus adalah pemilik saham sebanyak 25% pada PT. Trijaya Mekar Mandiri yang membuat peralatan rumah tangga. Rekapitulasi keuntungan dari beberapa bisnis yang dijalaninya, penghasilan anak muda ini mencapai 295 juta per bulannya.

Kepepet malah Melesat

Buruknya kondisi kesehatan sang ayah saat Yasa Singgih duduk di usia belia (bangku SMP) membuat dirinya berpikir keras mencari bekal uang sendiri agar tidak membebani orang tuanya. Awal mulanya, MC merupakan pilihan utama sebagai sumber biaya hidupnya. Dari hasil MC itu ia menabung dan mulai melihat peluang bisnis pakaian. Berbekal nekat, ia jual beli kaos dari Tanah Abang. Dengan kerja keras semua kaosnya pun habis terjual hingga akhirnya ia memiliki brand bisnis sendiri, Men’s Republic. Kerugian pernah hinggap padanya, strateginya untuk bangkit dari kerugian adalah mencari cara baru agar kerugian tidak berulang. Di usianya yang 23 tahun saat ini, omset bisnis pakaiannya mencapai 300 juta setiap bulannya.

Jualan Ikan Untung Menawan

Kondisi ekonomi yang cenderung kekurangan membuat Nicholas Kurniawan yang kini berusia 22 tahun terbiasa dengan budaya kerja keras dan seni melihat peluang usaha. Nicholas sudah belajar berjualan mulai dari makanan, minuman, pakaian yang ujungnya tidak berhasil. Prinsipnya melihat kondisi itu sangatlah sederhana, “Itu bukan kegagalan melainkan saya hanya belum mendapatkan metode agar itu tidak gagal”.

Awal suksesnya bermula saat menjual ikan yang diberikan temannya melalui Kaskus. Tanpa diprediksi, ternyata peminat ikan itu sangat banyak. Akhirnya Nicholas pun mencari penyedia ikannya dan mulai menawarkan kembali. Keuntungan dari berjualan ikan di Kaskus bisa sampai 2-3 juta setiap bukannya. Dari situ kini ia mendirikan perusahaan sendiri bernama Venus Aquatics. Kini brand bisnis nya sudah semakin dipercaya konsumen dalam dan luar negeri dengan omset 300 juta per bulannya.

Siapa Jutawan Muda Indonesia yang Masih Single Lainnya?

Itulah kesemua jutawan muda Indonesia yang masih single. Menginspirasi Anda? Itulah tujuan postingan ini. Ingatlah bahwa semuanya perlu proses. Kegigihan Anda dalam melalui proses dan kemauan untuk selalu belajar merupakan kunci keberhasilan Anda meraih target yang sudah ditetapkan.

Leave a Reply

CommentLuv badge

HP Kamu Bisa Jadi Ladang UangIni Caranya
+