7 Rahasia Perjalanan Sukses Kolonel Sanders Yang Membangkitkan Semangat Hari Ini

Susahnya meraih sukses bisnis terkadang membuat banyak orang menyerah ditengah jalan setelah memulainya sekian lama. Oleh karena itu, jika Anda sedang mengalami masa sulit, apapun yang Anda lakukan janganlah mudah menyerah. Ingin tahu kenapa? Karena seorang sosok tua bernama Kolonel Sanders tidak pernah menyerah meskipun telah mengalami 1009 kali penolakan resep ayamnya. Ya, Kolonel Harland Sanders adalah pendiri Kentucky Fried Chicken (KFC). Mungkin sudah banyak yang mendengar kisah suksesnya, namun pasti belum tahu bahwa sebenarnya ia tidak lahir di Kentucky kemudian ia sudah mengalami banyak gagal usaha sebelum akhirnya sukses dengan brand KFC dan rahasia perjalanan sukses Kolonel Sanders lainnya. Apa saja? Ayo simak sampai usai.

Konsumen makanan fast food sekarang mungkin hanya mengenal sosok Kolonel Sanders sebagai sebuah logo bisnis sebuah brand franchise makanan. Belum banyak yang tahu bagaimana kisah Kolonel Sanders dalam kehidupannya sehari-hari, tampil di televisi dan sebagainya. Beberapa buku bahkan menggambarkan sosok Sanders yang pemarah dan banyak bicara, dan berlaku kasar kepada mereka yang gagal menggoreng ayam sesuai standarnya.

Dia juga seorang sosok yang bekerja keras, berjiwa pengusaha, dan dermawan yang dibuktikan dengan mendonasikan hampir semua kekayaannya kepada organisasi seperti Salvation Army. Kisah-kisah seperti itu telah dilupakan. Kolonel Sanders telah meninggal di usia 90 tahun dan kini rantai usahanya sedang berusaha untuk kembali menguasai bisnis makanan di negara asalnya.

Beberapa waktu lalu Kolonel Sanders muncul di iklan komersial televisi Amerika, Saturday Night Live. Disusul dengan kemunculannya di Comic-Con buatan perusahaan sebagai promosi dirinya.

Dalam sebuah karya ciptaan KFC: The Colonel’s Adventure Comics, Sanders tampak seperti seorang superhero melewati beragam petualangan yang merupakan dramatisasi dari kisah nyata hidupnya.

Kisah perjalanan sukses Kolonel Sanders seperti itu sangat jarang kali diceritakan. Tidak seperti kisah CEO perusahaan ternama ideal, seorang berusia muda sukses dan memimpin usaha sebelum berusia 25 tahun, Sanders harus bersabar sampai berusia 60 tahunan sebelum bisnis yang dijalaninya “mantap” di posisinya.

Sanders telah menjalani berbagai pekerjaan pada umumnya dan gagal usaha yang kebanyakan disebabkan oleh perubahan teknologi di awal tahun 1900-an. Dia bekerja di rel kereta api sampai dunia otomotif. Dia menawarkan jasa kapal ferry, menjual lampu gas, mendirikan SPBU sebelum mendirikan motel dan restoran pinggir jalan di daerah Corbin, Kentucky pada tahun 1930-an.

Banyak orang mengenal Kolonel Sanders sebagai sosok pekerja keras yang tidak mudah menyerah terhadap apapun. Setelah melalui beberapa kegagalan dalam merintis usaha, di usia mendekati waktu pensiun, dia mencoba sebuah model bisnis yang segera merubah dunia perdagangan Amerika Serikat kala itu, Franchise.

Membuka sebuah SPBU pada tahun 1920-an berarti Kolonel Sanders memiliki pengalaman pada sebuah usaha yang menggunakan model franchise pertama kalinya. Model bisnis franchise di Amerika Serikat telah mulai sejak tahun 1800-an saat mesin gergaji Singer melakukan penjualan franchise dan memberi layanan perbaikan, namun baru sampai tahun 1950-an model bisnis franchise masuk ke industri restoran.

Kolonel Sanders memiliki andil terhadap pertumbuhan franchise tersebut. Ia memulai model bisnis itu sebagai bekal pensiun, ia menghampiri banyak restoran untuk mau menerima tawaran franchise-nya dengan menjual resep rahasia ayam goreng buatannya.

Ketua International Franchise Association, John Reynolds menyebut Sanders sebagai perintis franchise di dunia. Strategi bisnisnya juga terbilang jenius dengan menjalankan bisnis “di luar standar” dengan banyak ujicoba, mengenalkan quality control dan konsistensi yang membuat konsumen setia tidak pada satu tempat restoran tapi setia kepada brand.

Sanders berhasil membuat persona menarik sebagai “Kolonel” untuk menarik minat konsumen sampai franchisee. Pada tahun 1970-an, saat dirinya masih hidup dan bisnis ayamnya mulai banyak pesaing, perusahaan memulai kampanye recolonelization yang fokus kepada prinsip dasar Sander yaitu “makanan yang baik”. Namun Sanders telah memiliki banyak pengalaman sebelum masa sulit seperti itu.

#1 Kolonel Sanders lahir pada tahun 1890 dan tumbuh di sebuah peternakan di daerah Indiana (bukan Kentucky)

Perjalanan sukses colonel sanders yang jarang terungkap ini membuat dia dua belas tahun lebih tua usianya dibandingkan Ray Kroc (pendiri Mc Donald) yang lahir tahun 1902. Ayah Sanders meninggal karena demam saat Sanders berusia 5 tahun, membuat dirinya harus ikut membantu sang ibu membiayai dua adiknya. Kolonel Sanders drop out saat kelas 6 sekolah dasar dan mulai bekerja.

Sanders bahkan memiliki hubungan yang kurang baik dengan ayah tirinya. Alasan ini yang menyebabkan ia pergi dari rumah saat berusia 12 tahun. Pada tahun 1906 ia berbohong soal umurnya untuk bisa bergabung dengan Angkatan Bersenjata dan dikirim ke Kuba untuk tugas militer. Ia dikeluarkan dari militer setelah empat bulan bertugas.

Dengan pengalaman militer yang begitu singkat, Sanders tidak pernah mencapai pangkat “Kolonel”. Pangkat itu tidak muncul sampai 1935 saat Gubernur wilayah Kentucky, Ruby Laffoon memberinya gelar kehormatan atas kerja sosialnya dan kontribusi restoran miliknya (Corbin) kepada perkembangan kuliner wilayah Kentucky.

#2 Perjalanan usaha Sanders diawali dengan beragam usaha. Banyak diantaranya gagal.

Merujuk ke beragam biografi yang ada, Sanders memiliki karakter emosional yang suka “bersumpah” dan kerap menganggur. Sebelum berakhir di KFC, ia telah melewati drop out sekolah dasar, kerja di peternakan, dipecat dari militer, pekerja lokomotif, pekerja rel kereta, pengacara, sales asuransi, pengusaha kapal ferry, sales ban kendaraan, kandidat politikus yang gagal, pekerja SPBU, sampai pemilik motel.

Apa yang dilakukan Sanders atas pengalaman hidupnya itu adalah semangatnya untuk memahami seluk beluk kehidupan yang ia lewati.

Di awal tahun 1900-an di masa keemasan rel kereta api, setelah dia dikeluarkan dari militer, Sanders mendapatkan pekerjaan di Alabama (mengeluarkan sisa abu dari kotak pembakaran lokomotif). Bekerja di lokomotif bisa dibilang “idaman” mayoritas anak muda waktu itu.

Sanders mengalami masa sulit karena kurang berhasil mendapatkan pekerjaan yang cocok. Istri pertamanya, Joshepine King meninggalkan dirinya dan membawa serta anak-anaknya karena Sanders tidak dapat mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi mereka.

“Tidak mendapat pekerjaa” bukanlah hal yang berlebihan. Setelah dipecat dari pekerjaan di bidang lokomotif dan rel kereta api, ia menjadi pengacara Arkansas tahun 1915 sampai akhirnya ia dipecat akibat permasalahan dengan kliennya di pengadilan dan dilarang untuk membuka praktik pengacara. Selanjutnya ia dipecat dari pekerjaan sales asuransi.

Usaha kapal ferry dimulainya di Sungai Ohio yang momentumnya kurang pas karena disaat bersamaan pembangunan jembatan dilakukan sehingga bisnisnya terhenti. Ia memulai bisnis elektronik (lampu acetylene) dengan target pasar petani yang akhirnya bangkrut karena penemuan bola lampu dan perkembangan listrik.

Situasi itu sangat memukul psikisnya namun ia tidak mudah menyerah.

Kesusesan karirnya diraih sebagai penjual ban Michelin di Kentucky sampai akhirnya terhenti karena ia mengalami kecelakaan mobil. Michelin pun memutuskan mencari penggantinya.

Perjalanan hidup Sanders berlanjut dengan usaha membuka airport di Corbin yang menguras uangnya sebanyak US$ 38ribu. Sebelum itu, pada tahun 1927 ia berencana membuka SPBU di Nicholasville yang terhenti karena krisis pada kala itu.

SPBU itu mungkin tidak terlaksana, namun Sanders tersadar bahwa itu momentum yang berharga untuk hidupnya. Rangkaian peristiwa itu membawanya kepada peluang yang akhirnya merubah keahlian wirausaha Sanders secara dramatis menjadi kekuatan dalam mengembangkan hidupnya.

#3 Pembuatan jalan dan pertumbuhan kendaraan bermotor menjadi tulang punggung bisnis barunya.

Setelah SPBU pertamanya ditutup, Sanders segera memulai yang kedua di daerah Corbin dengan kerjasama Shell pada tahun 1930. Selain menjual bahan bakar ia juga menjajakan makanan kepada pembeli bensin sebagai cara mendapatkan uang tambahan. Inilah cikal bakal kerajaan bisnisnya.

Corbin merupakan wilayah “keras” dimana perselisihan kerap berujung pada aksi tembak menembak. Inilah dimana Sanders menembak seseorang, Matt Stewart (pesaing usaha SPBU), akibat perselisihan tentang pembuatan papan nama SPBU untuk menarik konsumen. Perselisihan itu terjadi antar sesama pemilik SPBU lainnya. Stewart pun berakhir karena menembak mati manager Shell dan diganjar hukuman 18 tahun penjara. Sedangkan tuntutan kepada Sanders dibatalkan.

#4 Dapur SPBU berkembang menjadi resto-motel

Restoran pertama Sanders menjual fried chicken bersama menu lainnya dan waktu itu belum dinamakan Kentucky Fried Chicken tapi Sanders Court & Cafe. Nama kafenya menjadi terkenal sebagai tempat peristirahatan untuk makan, bukan hanya menum ayam goreng tapi juga biscuit, dan steak.

Di saat bersamaan Sanders membuka dua restoran lagi namun menjualnya karena kurang menguntungkan. Itu sebabnya restoran di Corbin disebut sebagai “sukses yang belum teruji”.

Ketidakberuntungan Sanders datang ke Corbin. Anaknya yang berusia 20 tahun meninggal karena infeksi setelah operasi tonsil (amandel) tahun 1932. Kemudian restorannya terbakar habis saat thanksgiving tahun 1939. Sanders membangun kembali retoran berkapasitas 140 kursi itu dan memulai ayam goreng khususnya (pressure frying) menggunakan metode memasak yang kemudian dipatenkan (metode ini mempercepat proses memasak). Cafe itu terus berkembang. Saat sanders mendekati usia pensiun, masalah baru kembali datang.

 

Perbaikan jalan membuat arus lalu lintas harus dialihkan menjauh dari bisnis restorannya yang sudah dibangunnya selama 20 tahun. Pada tahun 1956, dia melelang bisnisnya seharga US$ 75ribu, yang digunakan untuk membayar pajak dan tagihan lainnya. Kemudian sampailah ia di usia 65 tahun. Ia bertahan dengan uang jaminan sosialnya yang tidak seberapa untuk bertahan hidup.

#5 Banyak teman seangkatannya yang memilih pensiun di usia itu. Kebanyakan dari mereka dalam kondisi kaya sedangkan Sanders, bangkrut. Idenya saat itu: Franchise.

Pada saat itulah, saat dimana ia kira akan menjadi akhir perjalanan usaha hidupnya bahwa KFC yang kita tahu sekarang mulai terbentuk.

Sanders telah melakukan uji coba melakukan franchise skala kecil sebelum proyek jalan raya dimulai. Franchise pertamanya sukses bersama restoran di Louisville. Namun, restoran Corbin mengalami kebuntuan sehingga Sanders memutuskan untuk menghentikan bisnis restoran dan fokus ke franchising. Inilah keputusan kritis dalam perjalanan bisnisnya.

Dia memiliki ide bahwa “jika ia berhasil mendapatkan franchise 10 restoran, maka itu sudah lebih dari cukup untuk membiayai hidupnya di usia pensiun”.

Sanders telah menempuh jarak yang jauh membawa sebuah pressure cooker dan bumbu masak. Tidak jarang ia tidur di dalam kendaraannya untuk menjual resepnya itu.

Sanders menerapkan franchise untuk ayam gorengnya, namun modelnya sedikit berbeda. Pada mulanya, ia menjual campuran bumbu kepada franchisee dan melatih mereka untuk memasak dengan cara ala Sanders. Tidak ada standar khusus untuk penampilan restoran yang menjual ayam KFC namun semuanya harus mencantumkan tanda “Featuring Colonel Sanders’ Recipe Kentucky Fried Chicken” dengan logo bisnis khas yang sudah diberikan hak cipta.

Ide tampilan khusus restorannya muncul saat Pete Harman, seorang franchisee dari Salt Lake City memutuskan membuat restoran yang didedikasikan kepada produk lezat Sanders dan memberi nama restorannya Kentucky Fried Chicken. Ini membuat Sanders melihat potensi besar produknya.

Tidak ada biaya franchisee namun ada biaya royalty. Ada masukan dari franchisee McDonald bahwa “lebih baik untuk menerapkan royalty kepada franchisee” namun Sanders tetap menerapkan kebijakannya sendiri.

Sanders mengawasi kualitas setiap restoran yang menjual produknya.

Tahun 1963, restoran franchise tumbuh di 600 lokasi. Pada tahun 1964, Sanders menjual bisnisnya ke investor seharga US$ 2 juta meskipun ia tetap memegang hak bisnisnya di Kanada. Ekspansi usaha terus berkembang dan bisnisnya menempuh go public tahun 1966. Tahun 1970, KFC berkembang menjadi 3000 restoran di 48 negara.

Seandainya Sanders tidak menjual KFC, sepertinya KFC tidak akan sesukses saat ini karena itu akan membutuhkan sebuah keahlian marketing dan keahlian hukum internasional untuk mewujudkannya ujar seorang pengamat. Sanders yang sudah terbiasa mengawasi semuanya secara langsung, tampak belum siap “melepas” bisnisnya itu.

#6 Sanders dan KFC saling tuntut

Bahkan setelah Sanders menjual KFC, ia tetap memiliki andil sebagai juru bicara dan duta besar brand KFC yang muncul di iklan dan pembicara dalam talk show di sisa hidupnya. Ia menjelma menjadi orang public relations paling sukses di dunia.

Hubungan Sanders dengan perusahaan menjadi memanas saat Sanders menunjukkan kekecewaan atas kebijakan perusahaan menerapkan biaya lebih kepada franchisee.

Saat Sanders memutuskan membuka restoran kecil bernama Kolonel Sanders Dinner House, KFC berargumen bahwa nama bisnis itu sudah bukan miliknya lagi. Saat namanya diubah menjadi Colonel’s Lady’s Dinner House, KFC menentang bahwa dirinya tidak berhak menggunakan “Colonel”. Sanders menuntuk KFC US$122juta karena mencampuri kemampuannya dalam menerapkan franchise pada bisnis barunya. Heublein atas nama KFC menuntut Sanders karena melanggar trademark KFC. Sengketa mereka selesai tahun 1975. Itu bukanlah akhir sengketa mereka. Sanders dituntut oleh pemilik restoran KFC di Bowling Green karena mengatakan rasa makanannya seperti sampah. Kasus mereka dibatalkan tahun 1978.

#7 Meskipun bersengketa, Sanders terus mempromosikan KFC di sisa usianya.

Cucunya Sanders, Adam, menyebutkan, bagi Sanders, hidup adalah bekerja. Kami sangat menyayanginya.

Sanders merupakan pria sederhana yang mendonasikan banyak kekayaannya untuk amal.

Aspek religius juga sangat penting bagi Sanders dimana pada usia 89 ia pergi ke Jepang dalam rangka mempromosikan KFC. Ia bahkan muncul sebagai tamu di The PTL Club, sebuah TV Program khusus penganut Kristen evangelical membicarakan berbagai hal termasuk kebiasaannya “menyumpah”.

“Ia menyadari kebiasaan itu salah, namun saya sulit menghentikannya. Itu sudah dimulai sejak muda” kata Sanders. Saat bekerja di rel kereta api, itu merupakan momentum yang mendekatkan saya dengan Tuhan”. Tambahnya.

Sanders meninggal pada 16 Desember 1980. Keluarga Sanders tidak ada yang terlibat lebih lanjut dengan KFC.

Setahun setelah Sanders meninggal, KFC terus berkembang secara global namun kini sedang dilanda masalah persepsi dan kualitas makanan, sebuah aspek yang sangat dijaga oleh Kolonel Sanders dimasa hidupnya.

Itulah semua rahasia perjalanan sukses Kolonel Sanders yang jarang terungkap

Jika Anda membaca sampai usai tentu semangat Anda akan kembali menyala dalam menjalani hidup ini. Apa yang sudah ditempuh Kolonel Sanders dalam membesarkan KFC sangatlah berharga untuk kita yang menjalani perjalanan hidup masa kini. Sebagaimana Sanders sudah melewatinya, hidup merupakan perjalanan, apapun yang kita alami, janganlah mudah menyerah. Jadikan semangat bekerja selalu menjadi bagian dalam hidup kita meraih target yang sudah ditetapkan. Jangan pula melupakan Tuhan karena ketenangan hidup akan didapat jika kita selalu mendekatkan diri seiring kerja keras meraih mimpi. Terinspirasi? Ayo tetap semangat!

2 Comments

  1. Rinna Januari 20, 2017
  2. Ririn Januari 20, 2017

Leave a Reply

CommentLuv badge

Buat Tabungan dapat Secure Credit CardTabungan Online Bank Sinarmas
+